Berita » Lezatnya Tempe Asal Kedelai Dari Bumi Indonesia

tempe-kedelai-4Balitkabi merupakan UPT yang berkecimpung dalam penelitian dan pengembangan tanaman aneka kacang dan umbi, salah satunya kedelai. Tanggal 12−14 Desember 2017, Balitkabi diundang sebagai narasumber kegiatan Bimtek Pendampingan Usaha Tani Kedelai bagi Aparatur Pertanian Tahun 2017 angkatan ke-11 di Balai Besar Penyuluhan Peternakan (BBPP) Songgoriti, Batu dengan peserta penyuluh pertanian di seluruh kabupaten di Provinsi Jawa Timur. Salah satu materi yang disampaikan adalah Teknologi Pascapanen oleh Ir. Erliana Ginting, MSc dan Rahmi Yulifianti, STP.

Pada pelatihan tersebut ditampilkan tempe dan sari kedelai dari kedelai varietas unggul dan kedelai impor sebagai perbandingan. Tempe yang dibuat berbahan baku kedelai varietas Anjasmoro dan Dega 1, sedangkan sari kedelai menggunakan varietas Anjasmoro dan Detam 1.

Saat tiba waktunya mencicipi produk, berbagai komentar positif diberikan oleh peserta Bimtek. “Lebih gurih Bu…, dan sari kedelai Detam lebih enak dibandingkan yang dari kedelai warna kuning,” komentar salah seorang penyuluh dari Kabupaten Pasuruan ketika dimintai pendapatnya tentang produk sari kedelai yang dicobanya. Rasa sari kedelai dari varietas Detam memang lebih gurih karena kandungan protein kedelai hitam memang lebih tinggi dari kedelai kuning.

tempe-kedelai-5

Sari kedelai Varietas Unggul Anjasmoro dan Detam 1

Sedangkan untuk produk tempe, salah seorang penyuluh dari Kabupaten Lamongan berpendapat bahwa rasa dan penampilan tempe dari kedelai Anjasmoro lebih gurih dan lebih baik dibandingkan tempe dari kedelai impor. “Rasa lebih enak, aromanya lebih khas tempe jika dibandingkan dengan kedelai impor, dan warnanya lebih putih…lebih bersih…”, demikian katanya.

tempe-kedelai-1

Peserta Bimtek membandingkan hasil tempe mentah dari kedelai varietas unggul dan kedelai impor

Secara umum, peserta Bimtek mengakui bahwa produk tempe dan sari kedelai dari kedelai varietas unggul ternyata tidak kalah kualitasnya jika dibandingkan dengan tempe dari kedelai impor, bahkan lebih unggul terutama dari segi rasa, aroma, dan warna.

Kegiatan ini telah membuka wawasan para penyuluh tentang kelebihan kedelai varietas unggul dibandingkan kedelai impor. Mereka berharap hal ini dapat membantu memotivasi dan meyakinkan petani kedelai dan pengrajin olahan pangan untuk menanam dan menggunakan kedelai varietas unggul terutama dalam rangka mendukung program pemerintah yaitu tercapainya swasembada kedelai tahun 2018−2020.

Mari berjuang bersama menjadikan kedelai varietas unggul nasional berjaya di negerinya sendiri..!!

teme-kedelai2

Pemaparan materi “Penanganan Pasca Panen, Varietas Unggul, dan Produk Olahan Kedelai” oleh Rahmi Yulifianti, STP

DAAE/RY