Berita » Demi Peningkatan Layanan, Balitkabi Ngangsu Kawruh ke Puslitkoka

puslitkoka

Gambar 1. Personel Lab Penguji Balitkabi di KP Kaliwing-Puslitkoka, Jember

Saat memasuki lobi Puslitkoka, pelayanan prima telah terlihat dari sigapnya karyawan yang bertugas sebagai front office untuk membuka pintu dan memandu rombongan Balitkabi untuk mengisi buku tamu yang telah terkomputerisasi. Tamu secara mandiri (self service) mengisi data yang diperlukan (Gambar 2). Proses sederhana ini, sangat memudahkan manajemen untuk mengumpulkan dan mengevaluasi data pelanggan.

Gambar 2. Tampilan Bukutamu

Gambar 2. Tampilan Bukutamu

Dengan senyum ramah, Dr. Agung Wahyu Susilo, MP selaku Kepala Puslitkoka menerima rombongan Balitkabi. Beliau menjelaskan bahwa serupa dengan Balitkabi, Puslitkoka juga telah ditetapkan sebagai PUI kakao sejak tahun 2012 dan PUI kopi pada tahun 2013 oleh Kemenristekdikti. Sertifikat akreditasi KNAPPP telah diperoleh sejak tahun 2008, dan telah mengalami proses re-akreditasi hingga saat ini. Selama berdiskusi, rombongan disuguhi kopi hasil produk mereka “kopi blending Arabika-Robusta”. Menjamu sekaligus berpromosi, adalah hal menarik yang harus dicoba Balitkabi.

Puslitkoka menyebut pelayanan mereka dengan “one stop solution”, yang terdiri dari LSP (Lembaga Sertifikasi Person), TC (Training Center), Laboratorium Penguji (LP-592-IDN) sesuai standar standar ISO/IEC 17025 dengan total 86 ruang lingkup, Lembaga Sertifikasi Produk (LSPro-036-IDN) sesuai standar ISO/IEC 17065 dengan 11 ruang lingkup dan CCSTP (Coffee and Cocoa Science Technopark).

puslitkoka2

Gambar 3. Kawasan CCSTP

Puslitkoka sangat mengikuti trend yang sedang berkembang di Indonesia, dan memanfaatkan peluang ini dengan baik. Trend wisata alam, industri kreatif, dan nasionalisme pada produk bangsa sendiri mereka terjemahkan secara aplikatif dalam bentuk CCSTP atau Taman Sains dan Teknologi Kopi dan Kakao (Gambar 3) yang merupakan suatu kawasan edukasi yang dikelola secara profesional guna menginisiasi serta menyalurkan hasil-hasil inovasi teknologi hulu (on farm) sampai dengan hilir (off farm) kepada semua pelaku usaha.

Salah satu produk yang menarik perhatian dari outlet produk olahan Puslitkoka adalah es krim soya (Gambar 5). Komposisi utama eskrim ini adalah bubuk kakao dan ekstrak kedelai. Balitkabi telah merilis kedelai kaya isoflavon seperti Devon, nilai tambah Devon dapat ditingkatkan dengan cara membuat produk eskrim atau yang lainnya. Tidak hanya kedelai, mungkin komoditas Balitkabi lainnya juga layak dicoba untuk memberikan nilai tambah produk.

puslitkoka3

Gambar 4. Suasana Outlet CCSTP

puslitkoka3

Gambar 5. Produk Es krim soya

RTH