Berita » Orasi Purna Tugas Prof. (Riset) Dr. Ir. Subandi

subandiTanggal 30 Januari 2017 seluruh pegawai Balitkabi, profesor riset lingkup Malang Raya, dan segenap undangan menyaksikan orasi purna tugas Prof. (Riset) Dr. Ir. Subandi di Aula Balitkabi. Masa pengabdian yang cukup lama mulai 1979−2018 menjadi bukti perjalanan panjang perjuangan seorang peneliti yang bernama Subandi dalam memajukan pertanian terutama tanaman pangan.

Ir. Joko Susilo Utomo, M.P., Ph.D. selaku Kepala Balitkabi menyampaikan rasa terimakasih dan penghargaan yang sebesar besarnya kepada Prof. Subandi atas dedikasi, perjuangan, dan kerja keras Beliau dalam melaksanakan tugas. Sumbangan pemikiran dan ide-ide yang cemerlang Prof. Subandi memberikan warna tersendiri terhadap kiprah Balitkabi. “Harapan saya, apa yang telah dilakukan Prof. Subandi dapat dijadikan teladan yang baik, semangat dan etos kerja yang tinggi Beliau dapat dijadikan cermin untuk mencapai kesuksesan kita semua,” ungkap Kepala Balitkabi.

subandi1

Pria kelahiran Magetan pada tanggal 8 Januari 1953 ini memiliki segudang prestasi yang cemerlang, karir sebagai fungsional peneliti selalu dicapai dalam kurun waktu 2 tahun. Puncaknya, Beliau dikukuhkan menjadi profesor riset pada tahun 2006. Selama kurun waktu 1999−2008 Beliau menempati posisi sebagai Kepala BPTP Sultra (1999−2001), Balitserealia (2001−2005), dan Balitkabi (2005−2008). Tidak hanya berkutat pada kegiatan penelitian namun Beliau juga aktif sebagai petani dan peternak.

Orasi yang disampaikan Prof. Subandi berjudul “Indonesia Berpenduduk Banyak: Penyediaan Karbohidrat dan Protein ke Depan”. Dalam orasinya, Prof. Subandi menyampaikan pemikirannya, bahwa untuk memenuhi kebutuhan pangan rakyat Indonesia yang jumlahnya banyak, khususnya bagi sumber karbohidrat dan protein, negara kita masih terus dituntut untuk bekerja keras. Meningkatkan produksi komoditas yang selama ini menjadi fokus program, tetap harus dilakukan, dan dibarengi dengan mengembangkan komoditas potensial lainnya yang masih hibernasi. Peran teknologi/inovasi maju serta penerapan sistem produksinya semakin penting, sehingga harus terus digali, didiseminasi, dan didaratkan pada lahan petani guna meningkatkan efisiensi usahatani, agar produk petani Indonesia mampu berkompetisi dengan produk luar negeri.

Sebelum mengakhiri orasinya, Prof. Subandi berpesan bahwa ada tiga prinsip yang harus dipegang teguh seorang peneliti, yaitu (1) Kerja keras dan jujur, (2) Dahulukan kewajiban daripada hak, dan (3) Kita harus menjunjung tinggi nilai ilmiah (mendahulukan analisis ilmiah) karena kita adalah komunitas peneliti.

Di mata para sahabat, Prof. Subandi dikenal sebagai seseorang yang memiliki karakter yang kuat dan tegas. Hal tersebut diungkapkan oleh Prof. Sudaryono, seorang rekan sekaligus sahabat karib sejak kuliah S1 hingga saat ini. Etos kerja dan semangat yang luar biasa patut ditiru generasi pemegang tongkat estafet selanjutnya. Pemikiran yang luas, lugas, kritis, ilmiah, tajam, dan komprehensif menjadi ciri Beliau selama bekerja sebagai seorang peneliti. Prof. Sudaryono berharap agar Prof. Subandi dapat terus berkontribusi untuk menyumbangkan ilmu pengetahuan demi kesejahteraan petani.

Di akhir acara, dilakukan pemberian tali asih dari Kepala Balitkabi, pejabat Eselon IV Balitkabi, Kelompok Peneliti, UPBS, Kebun Percobaan, Tim Biodetas, dan Tim Kepas. Terimakasih Prof. Subandi atas dedikasi, loyalitas dan teladan yang diberikan, terus berkarya untuk kemajuan pertanian Indonesia….

RTH/WR/KN