Berita ยป Balitkabi Berkolaborasi dengan AIP-PRISMA dan PT Syngenta Indonesia Kembangkan Kacang Tanah

aip

Pada tahun 2018, AIP-PRISMA (Australia-Indonesia Partnership for Promoting Rural Income Through Support for Markets In Agriculture) bekerjasama dengan PT Syngenta Indonesia mengembangkan usahatani kacang tanah di lima kabupaten di Jawa Timur, yakni Tuban, Magetan, Pasuruan, Trenggalek, dan Bangkalan (Madura) dalam bentuk cluster/komunitas tani. Tujuan utama adalah meningkatkan produktivitas kacang tanah, terutama bagi petani yang sudah biasa menanam kacang tanah di daerah tersebut melalui perbaikan budidaya, antara lain penggunaan varietas unggul, pengelolaan lahan dan pemupukan, pengendalian hama dan penyakit utama, penanganan pascapanen dan pengolahan serta mempertahankan mutu kacang tanah. Minat petani untuk terlibat dalam kegiatan dengan tagline Good Growth Plant ini cukup tinggi, namun produktivitas kacang tanah masih rendah. Oleh karena itu, target awal yang ingin dicapai adalah produksi 10 ton untuk satu cluster petani.

Masalah utama yang dihadapi adalah pengendalian hama dan penyakit kacang tanah oleh petani yang kalah cepat dengan outbreak/ledakan hama dan penyakit di lapangan sehingga perlu pemahaman yang memadai untuk menerapkan Integrated Pest Management (IPM) dengan mempertimbangkan aspek ekonomis, keamanan, dan kelestarian lingkungan.

Salah satu cara untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan mengadakan pelatihan. Pelatihan bertujuan untuk: (1) Meningkatkan wawasan para peserta mengenai jenis hama dan penyakit serta pengelolaan pengendaliannya, (2) Meningkatkan pengetahuan para peserta mengenai teknik pengelolaan fase pascapanen, dan (3) Setelah pelatihan diharapkan para peserta terampil dalam pengendalian hama dan penyakit, serta pengelolaan pascapanen komoditas kacang tanah.

Pada pelatihan tersebut, tiga staf peneliti Balitkabi dan dua orang staf PT Kacang Garuda, Pati pada tanggal 9 Februari 2018 diundang sebagai narasumber pada kegiatan pelatihan (ToT) tersebut di Surabaya yang diikuti oleh 25 orang staf PT Syngenta Indonesia dan tiga orang staf PRISMA yang akan bertugas mendampingi petani di lokasi masing-masing. Pengenalan varietas, teknik budidaya dan pengendalian penyakit pada kacang tanah dipaparkan oleh Ir. Sumartini, M.S., sedangkan pengenalan jenis-jenis hama dan cara pengendalian dari masing-masing hama dipaparkan oleh Dr. Yusmani Prayogo.

Pentingnya penanganan pascapanen yang tepat, terutama pengeringan dan penyimpanan serta sortasi bahan baku untuk pengendalian kontaminasi aflatoksin pada biji kacang tanah mendukung keamanan pangan serta jenis olahan kacang tanah disampaikan oleh Ir. Erliana Ginting, M.Sc. Sementara standar mutu kacang dalam bentuk polong segar dan biji, metode pengambilan sampel dan pengamatan mutu serta penentuan harga yang diterapkan oleh PT Kacang Garuda dijelaskan dengan rinci oleh Sutriman dan Fathoni.

Menurut Nur Hidayat dari PT Syngenta Indonesia, langkah berikutnya setelah pelatihan ini adalah membuat buku saku petunjuk teknis di lapangan untuk pendamping dan petani, pelatihan dan edukasi (learning centre), pelaksanaan penanaman dan pengelolaan kacang tanah sesuai dengan petunjuk teknis tersebut, expo/FFD, kunjungan ke PT Garuda Food di Pati dan evaluasi. Kegiatan yang diberi nama Spider Model Kacang Tanah 2018 ini akan bersinergi dengan semua stake holder yang terlibat, termasuk penebas/pengepul, industri, dan dinas terkait. Semoga kekurangan bahan baku kacang polong segar sebesar 5.000 ton per tahun yang diungkapkan PT Kacang Garuda dapat dipasok dari petani binaan kegiatan ini.

aip1

Spider Model Pengembangan Kacang Tanah 2018 yang melibatkan semua stake holder kacang tanah.

SM/EG/YP