Berita » Hadirnya “Ramli” di BuDeNoPi

Predator C. septempunctata di lahan Budenopi.

Predator C. septempunctata di lahan Budenopi.

Budenopi yaitu budi daya kedelai no pestisida kimia, dikemas dalam salah satu kegiatan Gelar Lapang Inovasi Pertanian (GLIP) yang dikembangkan oleh Badan Litbang Pertanian melalui Balitkabi. Tujuan Budenopi adalah mendiseminasikan teknologi yang dihasilkan Balitkabi dan produksi calon benih kedelai berkualitas dan bersertifikat. Luas lahan Budenopi 15 hektar di Desa Kedungasri, Kecamatan Tegaldlimo, Kabupaten Banyuwangi melibatkan 48 petani kedelai.

Budenopi merupakan teknologi budi daya kedelai yang mengandalkan efikasi biopestisida sebagai ujung tombak dalam menekan perkembangan organisme pengganggu tanaman (OPT) di lapangan. Biopestisida yang digunakan untuk menekan hama penyakit memiliki keunggulan antara lain: OPT sasaran lebih spesifik, mudah dikembangbiakkan secara massal oleh pengguna, memiliki efikasi cukup tinggi, tidak dapat meracuni ternak, binatang piaraan, manusia, dan tidak mencemari lingkungan sehingga lebih dikenal dengan Ramli (Ramah Lingkungan).

Biopestisida yang dikembangkan di kegiatan Budenopi meliputi: (1) Trichol 8 yaitu cendawan antagonis yang mengandung konidia cendawan Trichoderma harzianum berfungsi untuk menekan penyakit tular tanah Rhizoctonia solani dan Sclerotium rolfsii, (2) SBM yaitu serbuk biji mimba yang mengandung senyawa metabolit azadirachtin berfungsi sebagai penolak serangga, menurunkan nafsu makan maupun menurunkan fertilitas serangga, (3) Virgra yaitu virus entomopatogen yang dapat membunuh larva serangga dari ordo Lepidoptera meliputi ulat grayak (Spodoptera litura), ulat penggulung daun (Lamprosema indicata), ulat jengkal (Chrysodeixis chalcites) dan larva penggerek polong (Etiella zinckenella), (4) BeBas yaitu biopestisida yang mengandung konidia cendawan entomopatogen Beauveria bassiana berfungsi untuk membunuh berbagai jenis hama dari ordo Lepidoptera, Homoptera, Hemiptera, Coleoptera, Diptera dan Orthoptera yang menyerang tanaman kedelai, dan (5) Eugenol dari minyak cengkeh yang dapat menekan perkembangan penyakit karat daun (Phakopsora pachyrhizi), downy mildew (Peronospora manshurica), serta powdery mildew (Microsphaera diffusa).

Tabel 1. Kelimpahan musuh alami predator C. septempunctata, P. fuscipes, dan O. javanus tiap 10 rumpun tanaman kedelai Budenopi dan eksisting.

 No  Jenis Predator Kelimpahan predator pada umur 42 hari setelah tanam (ekor)
 Eksisting  Budenopi
 1  C. septempunctata  0  11
 2  P. fuscipes 2  19
 3  O. javanus 0  6

Ramli di Budenopi ditandai dengan kelimpahan dan kelangsungan hidup musuh alami dari kelompok predator yang diamati dari 10 rumpun tanaman contoh. Kelimpahan predator meliputi; Coccinella septempunctata (11 ekor), Paederus fuscipes (19 ekor), dan Oxyopes javanus (6 ekor). Sedangkan pada teknologi eksisting, ketiga jenis predator tersebut populasinya sangat rendah akibat terbunuh aplikasi insektisida kimia yang dilakukan oleh petani secara terjadwal (Tabel 1). Ketiga jenis predator tersebut di atas mempunyai potensi cukup tinggi dalam mempredasi telur maupun larva/nimfa hama utama kedelai seperti ulat grayak (Spodoptera litura), ulat penggulung daun (Lamprosema indicata), kutu kebul (Bemisia tabaci), pengisap polong (Riptortus linearis, Nezara viridula, Piezodorus hybneri), dan penggerek polong (Etiella zinckenella) berkisar 3−5 ekor tiap hari.

Keunggulan dari teknologi Budenopi selain ramah lingkungan, juga keragaan tanaman lebih baik, dan populasi hama lebih rendah jika dibandingkan dengan teknologi eksisting, karena seluruh agens biopestisida yang digunakan di Budenopi tidak dapat menyebabkan resistensi maupun resurgensi sehingga peledakan hama (out break) sulit terjadi.

Dengan diseminasi teknologi Budenopi di Kabupaten Banyuwangi ini diharapkan teknologi tersebut dapat berkembang di beberapa sentra-sentra produksi kedelai di Indonesia untuk menekan ketergantungan petani terhadap pestisida kimia.

Keragaan tanaman kedelai teknologi eksisting (kiri) dan teknologi Budenopi (kanan).

Keragaan tanaman kedelai teknologi eksisting (kiri) dan teknologi Budenopi (kanan).

YP