Berita » Peningkatan Peran Profesor Riset Kementan

Pembukaan workshop FKPR VII oleh Dr. Ir. Muhammad Syakir, Bogor, 8 Mei 2018.

Pembukaan workshop FKPR VII oleh Dr. Ir. Muhammad Syakir, Bogor, 8 Mei 2018.

Upaya meningkatkan peran Profesor Riset Kementerian Pertanian dikemas dalam Workshop VII FKPR (Forum Komunikasi Profesor Riset) Kementerian Pertanian yang dilaksanakan pada 8−9 Mei 2018, bertempat di Aula Puslitbang Perkebunan, Bogor. Tema yang diangkat pada workshop ini adalah “Peningkatan Peran Profesor Riset dalam Mewujudkan Pemberdayaan Pertanian Masa Depan yang Berkelanjutan”. Workshop diikuti oleh sekitar 70 orang, terdiri atas Profesor Riset yang masih aktif maupun yang telah purna tugas, dan beberapa Peneliti Ahli Utama. Workshop dibuka oleh Kepala Badan Litbang Kementan, Dr. Ir. Muhammad Syakir. Pembukaan dihadiri oleh beberapa Pejabat Eselon II, yakni: Sekretaris Badan Litbang (Dr. Ir. M. Prama Yufdi), Kepala Puslitbangbun (Dr. Ir. Fadjri Jufri), dan Kepala BB Pascapanen (Dr. Ir. Risfaheri).

Beberapa point penting yang disampaikan oleh Kepala Badan Litbang dalam arahannya adalah: (1) Makin hari penelitian dan hasil-hasilnya dirasakan makin penting, (2) Profesor Riset, baik yang sudah purna maupun yang masih aktif diharapkan sebagai pemikir-pemikir dalam membantu perumusan berbagai kebijakan Badan Litbang dan Kementan ke depan, termasuk antara lain mengenai seperti apa orientasi riset melalui pendekatan baru, (3) Profesor Riset diharapkan ikut mewarnai kemajuan riset Indonesia serta memberikan pemikiran baru terhadap arah riset Litbang, termasuk pemikiran terkait sumber pangan karbohidrat lain selain beras, dan pembumian program diversifikasi pangan serta implementasinya, (4) Untuk mencapai tujuan kedaulatan pangan dan kesejahteraan petani, diperlukan bukan hanya inovasi teknis, tetapi juga inovasi sosial, inovasi ekonomi, dan inovasi diseminasi, (5) Penekanan bahwa Profesor Riset tidak dapat dipisahkan dengan Badan Litbang dan sekaligus merupakan instrumen Kementan. Oleh karena itu, kita semua harus ikut mendukung secara aktif suksesnya Program-program Kementan, dan (6) Mendorong peneliti yang sudah memenuhi syarat untuk segera menyiapkan dan melakukan orasi Profesor Riset. Mengakhiri sambutannya, Kepala Badan Litbang berharap agar workshop kali ini mampu menghasilkan pemikiran-pemikiran konstruktif yang dikemas dalam bentuk policy brief, sebagai masukan dalam pembuatan konsep kebijakan bidang pertanian guna mempercepat terwujudnya kedaulatan pangan dan kesejahteraan petani.

Suasana workshop (kiri) dan Foto bersama peserta workshop dengan Kepala Badan Litbang Pertanian (kanan).

Suasana workshop (kiri) dan Foto bersama peserta workshop dengan Kepala Badan Litbang Pertanian (kanan).

Materi yang disampaikan pada hari pertama workshop adalah: (1) Analisis beban kerja Profesor Riset, oleh Prof. Dr. Elna Karmawati, (2) Strategi dan Kebijakan mendorong Transformasi Pertanian Tahun 2020−2024, oleh Prof. Dr. Pancar Simatupang, (3) Strategi Menyikapi PP. 11/2017 dan dinamika sistem pengembangan karir/profesionalisme dan kinerja peneliti, oleh Prof. Dr. Irsal Las, (4) Timbangan Ilmiah: Solusi Startegis terhadap Masalah RUU SISNAS IPTEK 2018, oleh Prof. Dr. Eman Aminullah, dan (5) Pembelajaran PT AIM dalam Pengembangan Inovasi Pertanian, oleh Prof. Dr. Ridwan Taher.

Agenda workshop hari kedua adalah presentasi bahan policy brief, dilaksanakan secara paralel di tiga ruangan. Pada kesempatan ini terhimpun 33 bahan Policy Brief, empat diantaranya dari Balitkabi yakni: (1) Tentang pengembangan kedelai di lahan kering masam Sumatera, oleh Prof. Dr. Sudaryono, (2) Tentang kacang tanah toleran kutu kebul, oleh Prof. Dr. Astanto Kasno, (3) Tentang agribisnis sayuran dan tanaman hias di perkotaan, oleh Prof. Dr. Arif Harsono, dan (4) Tentang model penangkaran benih kedelai berbasis komunitas, oleh Prof. Dr. Didik Harnowo.

DH