Profil » Sejarah

Sebagai sebuah lembaga penelitian, kiprah Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi (Balitkabi) telah dimulai sejak sebelum kemerdekaan melalui keberadaan kebun-kebun percobaan di berbagai daerah di Jawa Timur. Dengan berdirinya Lembaga Pusat Penelitian Pertanian (LP3) yang berpusat di Bogor, kebun-kebun percobaan tersebut diintegrasikan dalam LP3 Perwakilan Jawa Timur pada tahun 1968.

profil-balai

Gedung Balai Penelitian Tanaman Pangan Malang pada tahun 1984 (kiri), Gedung Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi Malang tahun 2017 (kanan)

Kronologi lahirnya Balitkabi adalah sebagai berikut :

Tahun Nama Instansi Komoditas
1968 Lembaga Pusat Penelitian Pertanian (LP3) Perwakilan Jawa Timur Padi, Palawija, Hortikultura
1980 Balai Penelitian Tanaman Pangan Malang (Balittan Malang)
SK Mentan No. 861/Kpts/Org/12/1980
Buah-buahan, sorghum, jagung, kacang-kacangan
1984 Balai Penelitian Tanaman Pangan Malang (Balittan Malang)
SK Mentan No. 613/Kpts/OT.210/8/1984
Padi, Palawija
1994 Balai Penelitian Tanaman Kacang-kacangan dan Umbi-umbian (Balitkabi).
SK Mentan No. 796/Kpts/OT.210/12/94
Kacang tanah, kedelai, kacang hijau, kacang tunggak, ubikayu, dan ubijalar, serta ubi dan kacang potensial
2013 Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi (Balitkabi)
Peraturan Menteri Pertanian No. 23/Permentan/OT.140/3/2013
Kacang tanah, kedelai, kacang hijau, kacang tunggak, ubikayu, dan ubijalar, serta ubi dan kacang potensial

Lembaga-lembaga penelitian tersebut terus berkembang sejalan dengan tuntutan perubahan lingkungan strategis. Pada tahun 1980, LP3 Perwakilan Jawa Timur bergabung dengan Cabang Penelitian Hortikultura Malang menjadi Balai Penelitian Tanaman Pangan (Balittan) Malang dengan mandat melaksanakan penelitian tanaman buah-buahan, sorghum, jagung, dan kacang-kacangan.

Pada tahun 1984, komoditas buah-buah menjadi mandat Sub-balai Penelitian Hortikultura Malang, sehingga mandat Balittan Malang terfokus pada tanaman pangan (padi dan palawija). Bersama Balittan-balittan lain lingkup LP3 kemudian berkembang menjadi Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan (Puslitbangtan) di Bogor dengan mandat nasional penelitian dan pengembangan tanaman pangan.

Sejak tanggal 13 Desember 1994 melalui SK Mentan No. 796/Kpts/OT.210/12/94 Balittan Malang berubah menjadi Balai Penelitian Tanaman Kacang-kacangan dan Umbi-umbian (Balitkabi). Mandat penelitian yang sebelumnya meliputi komoditas padi dan palawija, menjadi lebih terfokus pada tanaman kacang-kacangan dan umbi-umbian (kedelai, kacang tanah, kacang hijau, kacang tunggak, ubikayu, dan ubijalar, serta kacang dan ubi potensial).

Berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian No. 23/Permentan/OT.140/3/2013, nama Balai Penelitian Tanaman Kacang-kacangan dan Umbi-umbian berubah menjadi Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi dengan singkatan sama yaitu Balitkabi dengan mandat komoditas kedelai, kacang tanah, kacang hijau, ubikayu, dan ubijalar, serta kacang dan ubi potensial.

Balitkabi bertanggungjawab kepada Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan. Tahun 2014, Balitkabi ditetapkan sebagai Pusat Unggulan Iptek (PUI) Aneka Kacang dan Umbi oleh Kementerian Ristek Dikti dengan nomor SK 10/PU.IPTEK/XII/2014 berlaku dari tanggal 1 Januari 2015 hingga 31 Desember 2017. Dengan ditetapkannya Balitkabi sebagai PUI  maka Balitkabi menjadi lembaga rujukan Iptek dan sumber inovasi teknologi tanaman aneka kacang dan umbi.

Nama pejabat yang memimpin unit kerja dan nama instansi berdasarkan periode waktu:
No. Nama Pimpinan Instansi Periode
1 Soetantyo, B.Sc. LP3 Jawa Timur 1968–1969
2 R. Setya Achmadhy, B.Sc. LP3 Jawa Timur 1969–1975
3 Ir. Abdullah Prawirosamudro LP3 Jawa Timur 1976–1979
4 Dr. Aziz Azirin Asandhi LP3 Jawa Timur 1980–1981
5 Dr. Soetarjo Brotonegoro Balittan Malang 1981–1988
6 Dr. Sumarno Balittan Malang 1988–1995
7 Dr. Suyamto Balitkabi 1995–1998
8 Dr. Nasir Saleh Balitkabi 1998–2004
9 Dr. Yusdar Hilman Balitkabi 2004-2005
10 Prof. Dr. Subandi Balitkabi 2005–2008
11 Dr. I Made Jana Mejaya Balitkabi 2008–2009
12 Dr. M. Muchlish Adie Balitkabi 2009–2013
13 Dr. Didik Harnowo Balitkabi 2013–2016
14 Dr. Joko Susilo Utomo, M.P. Balitkabi 2017–sekarang