Profil ┬╗ Laboratorium

Keberadaan laboratorium sangat penting dan strategis dalam meningkatkan dan menunjang kegiatan penelitian. Balitkabi memiliki 10 laboratorium yang didukung oleh tenaga laboran yang handal, tiga laboratorium diantaranya telah terakreditasi KAN ( Lab. Tanah dan Tanaman, Lab. Kimia dan Teknologi Pangan, dan Lab. Uji Mutu Benih). Jaminan mutu dan pengakuan akreditasi/sertifikasi hanya dapat dicapai apabila laboratorium dapat menerapkan Good Laboratory Practices (GLP) dan Quality Management System (QMS) dalam melaksanakan semua kegiatannya. GLP dan QMS tersebut dapat dilaksanakan melalui implementasi sistem akreditasi/sertifikasi dengan dasar acuan ISO/IEC 17025:2005 (GLP) dan ISO 9001: 2008 (QMS).

Layanan Labolatorium dilakukan pada jam dinas, yaitu hari Senin s.d. Kamis, pukul 8.30-15.30, istirahat pukul 12.00-13.00, sedangkan untuk hari Jum’at, pukul 8.30-15.30, istirahat pukul 11.30-12.30.

Layanan Laboratorium yang telah terakreditasi dapat diunduh disini.

CONTACT PERSON: Retna Sulastri, S.Si.

TELEPON: (0341) 801468 Ext. 110

MOBILE: +62 85233260498

Laboratorium Sentral

Laboratorium sentral merupakan laboratorium badan litbang kementrian pertanian yang ditempatkan di Balitkabi. Laboratorium sentral dilengkapi dengan alat berteknologi tinggi diantaranya UHPLC (Ultra High Performance Liquid Chromatography) complete system, GCMS (Gas Chromatography Mass Spectrometry) complete system, water purification, centifuge, analytical balance 5 digits, ultrasonic cleaner dan micropipet set of five.

lab-sentral

Bangunan Laboratorium Sentral Balitkabi

sentral

UHPLC Complete System (kiri) – GCMS Complete System (kanan)

Laboratorium Tanah dan Tanaman (Terakreditasi)

Laboratorium Tanah dan Tanaman Balitkabi telah terakreditasi KAN (LP-518-IDN) sejak 25 Mei 2011. Laboratorium ini memberikan layanan jasa analisis baik untuk internal maupun masyarakat umum. Layanan jasa analisis yang termasuk ruang lingkup akreditasi, yaitu: analisis kadar air tanah, pH H2O dan pH KCl, N Total Kjehdal, P tersedia (Olsen/Bray), dan P dan K-potensial (HCl 25%). Selain itu, Laboratorium Tanah dan Tanaman juga memberikan layanan jasa analisis di luar lingkup akreditasi, yaitu analisis jaringan tanaman, analisis Al-dd/H-dd, analisis pupuk organik, analisis pupuk anorganik dan analisis air.

tanah

Atomic Absorption Spectroscopy (AAS) (kiri) – Centrifuge (kanan)

Laboratorium Kimia dan Teknologi Pangan (Terakreditasi)

Laboratorium Kimia dan Teknologi Pangan Balitkabi utamanya ditujukan untuk mendukung pelepasan varietas aneka kacang dan umbi. Laboratorium Kimia Pangan telah terakreditasi KAN (LP-518-IDN) sejak 25 Mei 2011. Layanan jasa di laboratorium yang termasuk ruang lingkup akreditasi adalah analisis kadar air, kadar abu, kadar lemak, dan kadar protein. Layanan jasa di luar lingkup akreditasi adalah analisis serat, pH, viskositas, total asam, gula reduksi, pati, amilosa dan HCN. Selain itu, juga melakukan kegiatan pengolahan calon varietas dan varietas unggul aneka kacang dan umbi untuk menjadi berbagai produk pangan yang sesuai untuk promosi/sosialisasi dalam rangka mempercepat adopsi oleh petani dan pemanfaatan oleh industri pangan.

pangan-a

Soxtex system (kiri), Destilasi (kanan)

pangan-b

Oven (kiri), Muffle Furnace (kanan)

Laboratorium Uji Mutu Benih (Terakreditasi)

Laboratorium Uji Mutu Benih telah terakreditasi KAN (LP-518-IDN) sejak 25 Mei 2011. Laboratorium ini memberikan layanan jasa analisis kadar air, kemurnian benih, dan daya berkecambah untuk komoditas kedelai, kacang tanah dan kacang hijau berdasarkan metode ISTA (International Seed Testing Association).

benih

Seed germinator (kiri) – Pengukuran kadar air (kanan)

Laboratorium Plasma Nutfah dan Pemuliaan

Laboratorium pemuliaan dan plasma nutfah merupakan laboratorium utama yang menunjang kegiatan pemuliaan dan plasma nutfah aneka kacang dan umbi. Untuk mendukung penelitian pemuliaan ke arah molekuler, saat ini sedang dipersiapkan laboratorium biologi molekular. Laboratorium pemuliaan dan plasma nutfah memiliki fasilitas empat cold storage dan dua ruangan berpendingin khusus untuk menyimpan koleksi plasma nutfah aneka kacang serta untuk menyimpan materi genetik pemulia.

pnp-a

Koleksi plasma nutfah kacang hijau (kiri) – koleksi plasma nutfah kedelai (kanan)

pnp-b

PCR (kiri) – Gel Doc Imager (kanan)

Laboratorium Mikrobiologi Tanah

Laboratorium mikrobiologi tanah banyak melakukan penelitian yang menunjang teknologi budidaya tanaman aneka kacang dan umbi. Kegiatan penelitian terutama dilakukan pada bakteri-bakteri yang menguntungkan tanah seperti bakteri pelarut P dan bakteri penambat N, membuat inokulan bakteri rhizobium dan pelarut P untuk tanaman aneka kacang. Bakteri menguntungkan tanah yang telah dihasilkan antara lain: inokulan bakteri penambat N (rhizobium) dan inokulan bakteri pelarut P (Pseudomonas sp, Basilus sp).

mikrobiologi-tanah

Horizontal shaker (kiri) -Electrical conductifity (EC/Ph) meter dan haemacytometer (kanan)

Laboratorium Entomologi

Laboratorium entomologi merupakan laboratorium yang menunjang seluruh kegiatan proteksi tanaman terhadap hama aneka kacang dan umbi. Kegiatan utama di laboratorium entomologi antara lain rearing hama utama aneka kacang dan umbi, pembuatan pestisida nabati dan agen hayati. Kegiatan rearing dilakukan terutama pada hama utama kedelai (Spodoptera litura, Riptortus linearis, Nezara viridula), hama kacang hijau (Maruca testulalis), hama ubijalar (cylas, penggulung daun, dan ulat keket), hama ubi kayu (tungau merah Tetranicus urticae). Pembuatan pestisida nabati dilakukan dengan bahan dasar dari daun dan biji mimba, minyak cengkeh, biji mahoni, daun sirsak, biji dan daun srikaya. Pembuatan agen hayati seperti Spodoptera litura Polyhidrosis virus (SlNPV) JTM97c yang dapat digunakan sebagai agens hayati ulat grayak, dan dapat juga mematikan ulat penggulung daun, ulat jengkal dan hama penggerek polong. Agen hayati NPV bisa digunakan ke hama tanaman lain ordo Lepidoptera seperti hama kubis. Agen hayati cendawan entomopatogen L. lecanii Zimm (Bio-Lec) yang berpotensi mengendalikan hama pengisap polong kedelai R. linearis.

Rearing hama (kiri) – koleksi isolat dan virus (kanan)

Laboratorium Mikologi

Laboratorium mikologi merupakan laboratorium yang menunjang kegiatan penelitian penyakit aneka kacang dan umbi, terutama yang disebabkan oleh cendawan. Laboratorium ini memiliki peralatan antara lain mikroskop stereo, mikroskop binokuler, laminair air flow, dan lain sebagainya. Laboratorium mikologi melaksanakan penelitian penyakit layu terutama yang disebabkan oleh Rhizoctonia dan S.rolfsii pada tanaman kedelai, kacang hijau, dan kacang tanah, penyakit bercak daun (Cercospora) pada tanaman kedelai, kacang hijau, kacang tanah dan ubi jalar, penyakit karat pada kedelai dan kacang tanah, serta penyakit kudis pada ubijalar.

mikologi

Identifikasi cendawan di daun dengan mikroskop stereo (kiri) – Inokulasi cendawan di Laminair Flow (kanan)

Laboratorium Bakteriologi

Laboratorium bakteriologi menunjang kegiatan penelitian organisme penggangu tanaman yang disebabkan bakteri. Kegiatan di laboratorium bakteriologi diantaranya adalah penelitian bakteri yang menginfeksi tanaman kedelai (penyakit pustul), menginfeksi tanaman kacang tanah (Ralstonia solanacearum), menginfeksi ubikayu (Xanthomonas campestris pv. Manihotis), penyakit CBB. Selain meneliti bakteri yang menginfeksi tanaman, juga melakukan penelitian terhadap bakteri yang berguna sebagai agen pengendali hayati, misalnya bakteri Pseudomonas fluorescens (Pf) yang dapat digunakan untuk mengendalikan penyakit yang disebabkan oleh patogen tular tanah dari jenis jamur Rhizoctonia, S.rolfsii, Fusarium, Aspergillus, dan lain-lain.

bakteriologi

Proses isolasi bakteri (kiri) – proses pengocokan bakteri (kanan)

Laboratorium Mekanisasi Pertanian

Laboratorium Mekanisasi Pertanian Balitkabi (LMP-Balitkabi) merupakan salah satu laboratorium yang mendukung kegiatan penelitian mekanisasi pertanian komoditas aneka kacang dan umbi, dalam perspektif pengembangan Sistem Pertanian Bioindustri berbasis Tanaman Pangan. LMP-Balitkabi memiliki sarana: (1) Laboratorium Sistem Dinamik (LSD), (2) Laboratorium Sifaf Fisik dan Panas (LSFP), dan (3) Bengkel Rekayasa Alsintan yang tepat guna (BRAT). Dari tiga sarana tersebut LSD dan LSFP relatif baru dikembangkan sejalan dengan semakin kompleknya sistem produksi pangan nasional yang perlu penelitian dengan pendekatan sistem (System approach). LSD dapat dijadikan wahana sinergis yang efektif bagi para peneliti dalam melakukan penelitian yang membutuhkan pendekatan dari multi-disiplin ilmu. LSFP merupakan sarana pengukuran sifat fisik dan panas komoditi aneka kacang dan umbi, yang sangat berguna dalam proses rekayasa alsintan dan optimasi kinerja alsintan. Sementara itu, BRAT merupakan sarana untuk rekayasa/modifikasi Alsintan yang tepat guna dalam optimasi dan pengembangan Sistem Penjualan Jasa Alsintan (SIPUJA) dan optimasi kinerja Alsintan Pascapanen benih kedelai. Beberapa hasil penelitian yang telah dilakukan di LMP-Balitkabi telah berhasil mendapatkan paten sederhana: Alat pemipil jagung, Mesin Pemipil Jagung, Pengering Cepat Kacang Tanah, Pengering Cepat Kedelai Brangkasan, dan Grader Benih Kedelai Tipe Saringan Getar Lubang Lonjong.