Info Teknologi » Devon 1: Calon Varietas Kedelai mengandung Isoflavon Tinggi

Di tingkat internasional, komoditas kedelai mengalami reposisi, tidak semata-mata ditempatkan sebagai bahan pangan, namun telah diposisikan sebagai bahan pangan menyehatkan dan menjadi sumber pangan fungsional (functional food) yang sangat prospektif.

Badan POM mendefinisikan pangan fungsional sebagai pangan yang secara alamiah maupun telah melalui proses mengandung satu atau lebih senyawa yang berdasarkan kajian-kajian ilmiah dianggap mempunyai fungsi-fungsi fisiologis tertentu yang bermanfaat bagi kesehatan manusia, serta dikonsumsi sebagaimana layaknya makanan atau minuman, mempunyai karakteristik sensori berupa penampakan, warna, tekstur dan cita rasa yang dapat diterima oleh konsumen.

Selain itu tidak memberikan kontra indikasi dan tidak memberi efek samping terhadap metabolisme zat gizi lainnya pada jumlah penggunaan yang dianjurkan. Biji kedelai potensial sebagai sumber isoflavon. Isoflavon dalam biji kedelai dapat berbentuk senyawa aglikon (aglycone) dan glukosid (glucoside).

Senyawa aglikon utama terdiri dari genistein, daidzein, dan glysitein, sedangkan daidzin, genistin dan glycetin merupakan bagian utama dari senyawa glukosid. Genistin merupakan isoflavon utama pada kedelai yaitu mencapai 75% dari total isoflavon, namun genistin, daidzin, dan glysitin mempunyai aktivitas fisiologis kecil.

Kegiatan perakitan varietas kedelai kaya isoflavon yang dilakukan di Balitkabi diperoleh sejumlah galur harapan berdaya hasil tinggi dan mengandung isoflavon tinggi. Salah satunya adalah galur K x IAC 100-997-1035. Uji adaptasi yang dilakukan di delapan sentra produksi menunjukkan bahwa hasil biji K x IAC 100-997-1035 mencapai 2,75 t/ha, lebih tinggi dibandingkan hasil biji dari varietas Wilis (2,63 t/ha) maupun Anjasmoro (2,64 t/ha).

Pengukuran kandungan isoflavon yang dilakukan di Department of Functional Crop Legume and Oil Crop Research Division, National Institute of Crop Science (NICS), di Miryang, Korea Selatan pada bulan Februari 2013. Diperoleh galur K X IAC 100-997-1035 dengan kandungan isoflavon total sebesar 2219,74 µg/g, yang lebih tinggi dibandingkan dengan kandungan isoflavon dari varietas Wilis (1853,79 µg/g) maupun Anjasmoro (1487,60 µg/g).

Karakter agronomik dari galur harapan K X IAC 100-997-1035 adalah berumur masak sedang (83 hari) dan ukuran bijinya tergolong besar yaitu 15,33 g/100 biji. Selain itu, galur tersebut tahan penyakit karat, agak tahan hama pengisap polong, namun peka hama ulat grayak. Galur harapan K X IAC 100-997-1035 telah disidangkan dihadapan Tim Penilai dan Pelepas Varietas Tanaman Pangan dan disetujui sebagai varietas unggul dan diusulkan namanya adalah Devon 1 (Gambar).

Gambar. Bentuk tanaman, polong, dan biji kedelai Devon 1.

Gambar. Bentuk tanaman, polong, dan biji kedelai Devon 1.

M. Muchlish Adie