Laporan Tahunan » 2015

laptah-15Ketersediaan sumber daya genetik (SDG) sebagai sumber gen sifat atau karakter untuk kegiatan pemuliaan tanaman sangatlah penting. Pelestarian, pengkayaan, pencirian dan penilaian bahan genetik dari suatu SDG diperlukan guna menopang kegiatan pemuliaan berkelanjutan dalam menghasilkan varietas unggul. Dalam sistem pertanian bioindustri, pertanian harus berorientasi pada produk pertanian yang aman, berkualitas, menjadi sumber energi terbarukan, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat utamanya pelaku usaha pertanian.

Dalam lima tahun terakhir, Balitkabi telah menghasilkan sejumlah varietas unggul baru yang berkarakter khusus dan memiliki keunggulan tertentu. Kedelai varietas Dena 1 dan Dena 2 sesuai untuk tumpangsari dan toleran naungan, Demas 1 toleran lahan masam, Devon 1 kedelai kaya isoflavon; kacang tanah varietas Talam 2 dan Talam 3 yang toleran kondisi lahan masam, varietas Hypoma 3 tahan bercak dan karat daun, Tala 1 dan Tala 2 toleran penyakit layu bakteri R. solanacearum; kacang hijau varietas Vima 2 berumur genjah toleran hama thrips dan Vima 3 umur genjah sesuai untuk kecambah; ubi kayu varietas UK 1 Agritan yang berumur genjah dan dapat dipanen muda; serta ubi jalar varietas Beta 3 dengan kadar betakaroten dan bahan kering tinggi.

Selain varietas, juga telah menghasilkan pupuk hayati penambat nitrogen AgriSoy untuk kedelai dan AgriNut untuk kacang tanah. Selain pupuk hayati, Balitkabi telah pula menghasilkan Vir-Gra WP yaitu biopestisida berbahan aktif isolat JTM 97 C yang berasal dari agens hayati Spodoptera litura Nuclear Polyhedrosis Virus (SlNPV), yang efektif untuk mengendalikan hama ulat grayak pada tanaman kedelai.

Balitkabi juga telah menghasilkan Bio-Lec yaitu biopestisida yang diformulasi dalam bentuk tepung berbahan aktif konidia cendawan entomopagen Lecanicillium lecanii. Produk ini dapat membunuh berbagai jenis hama kedelai terutama pengisap polong (kepik coklat) Riptortus linearis pada semua stadia hidup kepik coklat ini, mulai dari telur hingga imago. Dengan aplikasi Bio-Lec akan menggagalkan penetasan telur kepik coklat hingga 80%.

Berbagai teknologi baru yang diperoleh dari penelitian di atas terus didiseminasikan untuk dapat bermanfaat bagi pengguna. Penyaluran informasi menggunakan beragam saluran komunikasi yang dapat digunakan secara simultan dan terpadu. Sistem diseminasi melalui beragam cara dan media serta dengan memanfaatkan keunggulan masing-masing saluran diharapkan dapat memberikan dampak diseminasi yang kuat. Selain itu dengan peragaan melalui GP-PTT dan UPSUS diharapkan akan mempercepat diseminasi hasil penelitian kepada pengguna.