Berita » 10 Instruksi Kepala Balitbangtan

  1. Perhatikan 3 pernyataan Mentan yang mencirikan pertanian berkelanjutan (a) siasati iklim dan siasati masa tanam, (b) musim hujan dan musim kemarau tidak mudah dikendalikan karena merupakan karunia Tuhan YME, (c) pertanian tanaman pangan (semusim) sangat dinamis maka semua regulasi agar menyesuaikan. Karena itu kita harus memahami kembali konsep dan operasionalisasi pertanian lestari (sustainable agriculture) yang memandang dan menggerakkan pertanian bagian dari sistem alam. Empat ciri pertanian modern yang disinergikan dengan local wisdom perlu diimplementasikan
  2. Dengan perubahan iklim yang sangat nyata di lapangan, maka Balitbangtan harus menjadi frontier, leader, dan champion dalam menggerakkan precision farming. Definisi precision farming silakan dicari, intinya kita harus memahami data lengkap.
  3. Kerjasama Kementan dan TNI AD adalah kerjasama formal. Tugas kita adalah melakukan penyesuaian di lapangan dalam rangka optimalisasi sumberdaya agar meniminimalkan konflik dan memaksimalkan hasil.
  4. Dalam menjalankan kerjasama Kementan dan TNI AD jangan lupa menggerakkan fungsi utama Dinas Provinsi, BKP, Bakorluh, bersama-sama dengan organisasi TNI di masing-masing level.
  5. UPSUS swasembada tetap menjadi prioritas sesuai arahan Mentan. Namun demikian kita harus menjalankan tugas utama seperti diuraikan dalam DIPA masing-masing.
  6. Tahun 2016 Balitbangtan mendapatkan alokasi dana yang sangat besar (3.3 T), tolong jalankan reformasi program, cara-cara baru meneliti dan mengembangkan pertanian dalam konteks litkajibangrap, lakukan benchmarking dengan lembaga penelitian internasional yang maju.
  7. Kembangkan konsep excelent corporate government (ECG) dan Balitbangtan (idealnya kita memikirkan ECG level Kementan, dengan mempromosikan pada pertemuan Eselon I).
  8. Tahun 2015–2019 agar mengawal SMATD dan TSP-TTP (TSTP). Kebun Percobaan peru disiapkan notifikasi. Tahun 2016, manajemennya digerakkan lagi (kuantitatif manajemen).
  9. Dilihat kembali sistem informasi yang dimiliki Balitbangtan dan konsep pengembangannya. Sebagai embrio terdapat 4 subsistem (subsistem informasi manajemen di sekretariat, publikasi ilmiah di PUSTAKA, informasi geospasial di BBSDLP, dan subsistem informasi di setiap Puslitbang/Balai Besar agar dibentuk Tim dengan susunan, Ketua; Sesba, Waka: Ka PUSTAKA, WAKA2: Ka BBSDLP. Konsep yang saat ini perlu disiapkan BIG DATA: high volume
  10. Kapus/Ka BB pada periode 2015/2016 memiliki tugas untuk menaikkan kelas masing-masing balainya dengan penguatan: (a) inovasi, (b) publikasi ilmiah (nasional/internasional), (c) HKI, (d) kerjasama lisensi, (e) kerjasama layanan laboratorium terakreditasi (ISO), dan (f) layanan kerjasama pengembangan inovasi. Kriteria naik kelas agar para Kapus/KaBB merumuskannya dengan Ketua: Kapuslitbangbun, Waka: Ka BB Pascapanen, dan Ka BPATP.