Berita » Pengawas Benih Prov Sumut Pelajari Teknik Produksi Benih Kabi

bpsb1

Dalam rangka peningkatan sumber daya manusia Pengawas Benih Tanaman (PBT) khususnya di bidang produksi benih aneka Kacang dan umbi, UPT Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB) IV, Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Utara melakukan kunjungan ke Balitkabi. Dalam sambutannya Ir. Roulina, ketua rombongan BPSB Medan menyebutkan bahwa pada tahun 2014 Provinsi Sumatera Utara ditargetkan menanam ubikayu seluas 5.000 ha. Dengan demikian diperlukan persiapan stek ubikayu yang bagus, sementara ketersediaan stek ubikayu baik jumlah maupun macam varietasnya di Provinsi Sumatera Utara sangat minim. Untuk itulah rombongan ini berkunjung ke Balitkabi dengan harapan agar mengetahui teknik produksi benih/stek kabi yang tepat khususnya komoditas ubikayu dan kacang tanah.

Rombongan sebanyak 15 orang terdiri dari PBT Kabupaten dan Provinsi Sumatera Utara, POKJA Tanaman Pangan, Tanaman Hortikultura, Pemasaran dan POKJA Laboratorium serta staf TU diterima oleh Ir. Sri Wahyuni Indiati, MS, perwakilan dari Balitkabi (23/10). Dalam sambutannya Bu Yuni menyampaikan bahwa Balitkabi sangat terbuka bagi siapapun yang ingin mengadopsi hasil-hasil penelitian Balitkabi. Ungkapan gembira disampaikan oleh ibu Roulina atas keterbukaan Balitkabi dalam mendiseminasikan hasil penelitian. Dalam pertemuan tersebut hadir Dr. Titik Sundari, MP sebagai pemateri teknik produksi stek ubikayu dan Ir. Joko Purnomo yang akan memaparkan materi teknik produksi benih kacang tanah.

Dalam paparan, Ibu Titik menjelaskan bahwa lahan yang digunakan untuk pertanaman ubikayu selain tanahnya gembur, rata, subur, tidak endemik hama atau penyakit, yang tidak kalah penting yaitu lahan bukan merupakan lahan bekas pertanaman ubikayu agar kemurniannya terjaga. Beberapa hal dalam persiapan stek ubikayu juga diuraikan oleh Beliau. Selanjutnya Pak Joko Purnomo menjelaskan Varietas Unggul Baru kacang tanah dan jadwal pelaksanaan rouging (membuang bentuk simpang) mulai fase vegetatif awal (7-10 hst) hingga panen.

Usai paparan materi, rombongan melakukan kunjungan ke Kebun Percobaan Kedalpayak, Unit Pengelolaan Benih Sumber (UPBS) dan berakhir ke sentra produksi ubikayu di Kalipare. “Selamat memproduksi benih/stek kabi, semoga kelangkaan benih segera teratasi”.

NC/Eriy