Berita » 2021: Momentum Aktualisasi Balitbangtan

Rakernas Pembangunan Pertanian 2021 yang dilaksanakan 11 Januari 2021 ditindaklanjuti oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian dengan menyelenggarakan Workshop Implementasi Pemanfaatan Inovasi dan Penyediaan Benih/Bibit Unggul, di Bogor 12 Januari 2021. Pada saat workshop tersebut, Menteri Pertanian, Dr. Syahrul Yasin Limpo, S.H., M.H., berkenan memberikan arahan kepada seluruh jajaran Balitbangtan, baik yang hadir secara luring maupun daring.

Kepala Balitbangtan, Dr. Ir. Fadjry Djufry M.Si, menyampaikan kehadiran Menteri Pertanian, di tengah-tengah warga Balitbangtan, saat ini, merupakan wujud perhatian Menteri Pertanian terhadap Balitbangtan. Seluruh komponen Balitbangtan harus menindaklanjuti arahan Presiden dan Menteri Pertanian saat Rakernas kemarin.

Mengawali arahannya, Menteri Pertanian SYL, menyampaikan, Indonesia memiliki kekayaan alam, geografisnya menguntungkan, posisinya berada di tengah-tengah khatulistiwa, sinar matahari melimpah, angin, air, tersedia, juga Indonesia adalah negara besar dengan penduduk sekitar 273 juta, artinya sumber daya manusia (SDM)-nya juga melimpah. “Kurang apa dengan Indonesia ?” tanya Mentan. “Sekali lagi, kelebihan Indonesia pada kekayaan alamnya, ditambah lagi, kita sudah sangat terbiasa dengan pertanian, kenapa kita kalah dengan negara lain ? Berarti, masalahnya ada pada sains, riset dan teknologi” tegasnya. Tiga hal ini ada di Balitbangtan.

Lebih lanjut, Menteri Pertanian menyampaikan bahwa pandemi Covid-19 saat ini merupakan masalah multi-dimensi, hampir semua sektor melemah, tetapi yang tidak bisa dipungkiri adalah manusia tetap membutuhkan makanan. Inilah memang yang membuat sektor pertanian tidak boleh berhenti. Tahun 2020, kita berjalan semua, penuh dengan akselerasi. Saatnya tahun 2021, menjadi momentum aktualisasi bagi Balitbangtan. Saatnya memperlihatkan eksistensi yang lebih kuat. Kedelai, kenapa disana bisa, mengapa disini (Indonesia) tidak bisa, segera selesaikan. Semua harus di-PAKSAKAN (Planning yang benar, Atensi yang besar, Knowledge, Skill, Action, dan Komitmen Atas dasar Negeri). Februari kondisikan, Maret jalan. Jangan kecil-kecil, rancang hulu-hilir. Hadirkan mindset litbang sebagai pejuang.

Mengakhiri arahannya, Menteri Pertanian, memperkuatnya lagi, “Kalian pasti mengerti, Litbang pasti bisa, eksekusi”

Arahan Menteri Pertanian, Dr. Syahrul Yasin Limpo, S.H., M.H. (Sumber Foto: FB Yuliantoro Baliadi)

Arahan Menteri Pertanian, Dr. Syahrul Yasin Limpo, S.H., M.H.
(Sumber Foto: FB Yuliantoro Baliadi)

Peserta workshop mengikuti arahan Mentan secara daring (Sumber Foto: FB Yuliantoro Baliadi)

Peserta workshop mengikuti arahan Mentan secara daring
(Sumber Foto: FB Yuliantoro Baliadi)

MMA