Berita » Ahli Pangan dari Universitas Queensland Australia dan Universitas Widya Mandala Surabaya sampaikan Perkembangan Terbaru Penelitian Pengolahan Pangan di Balitkabi

Dalam rangka berbagi pengetahuan baru antarpeneliti, PUI Balitkabi mendapat kunjungan tamu dari Universitas Queensland Australia dan Universitas Widya Mandala Surabaya. Presentasi dilaksanakan di Aula Balitkabi yang dihadiri oleh seluruh peneliti dan teknisi.

Presentasi diawali dengan sambutan kepala Balai yang diwakili oleh Dr. Suharsono dan presentasi dimoderatori oleh Ir. Yudi Widodo, M.S.

Peneliti dari Universitas Queensland, Peter Sopade, Ph.D. menyampaikan informasi perkembangan penelitian pengolahan khususnya kajian glikemik. Dalam presentasinya dia menjelaskan bahwa beras, jagung, singkong, pisang, ubijalar, kentang adalah komoditas paling populer di Indonesia sebagai sumber karbohidrat.

Pemanfaatan produk tersebut dalam pengolahan sederhana maupun dunia industri diketahui berpengaruh pada tingkat pencernaan pati dan keseimbangan kadar glukosa darah pada tubuh manusia.

Ketidakseimbangan kadar glukosa dalam darah menjadi awal timbulnya penyakit diabetes dan penyebab penyakit lainnya. Oleh karena itu perlu teknologi pangan untuk memperlambat tingkat ketercernakan pati sehingga konsumsi karbohidrat tetap dapat mengurangi peningkatan kadar glukosa dalam darah.

Salah satu teknologi yang dapat mengurangi peningkatan kadar gula darah adalah fermentasi. Makanan yang terfermentasi diketahui menghasilkan makanan dengan indek glikemik rendah.

Ahli pangan dari Universitas Widya Mandala Surabaya, Indah Epriliati Ph.D. menyampaikan bahwa faktor penting dalam menyediakan bahan pangan berkelanjutan adalah menjaga kualitas hasil panen dari petani hingga ke konsumen.

Kualitas hasil panen yang terjaga hingga sampai pada konsumen akan menyebabkan nilai ekonomis produk pertanian tetap tinggi sehingga akan memberikan keuntungan lebih pada petani. Oleh karena itu, kajian tentang teknologi pascapanen sangat dibutuhkan.

Salah satu teknologi yang sudah beliau lakukan adalah memberikan perlakuan kapur pada ubijalar untuk menjaga agar kualitas ubijalar tetap segar dan dapat bertahan dalam waktu yang lama. Setelah ubijalar dipanen, ubijalar dikemas dalam plastik dan kapur aktif dengan ukuran tertentu dimasukkan ke dalam kemasan.

Pemberian kapur dalam kemasan ditujukan untuk menjaga kelembaban lingkungan mikro ubijalar tetap rendah sehingga kualitas ubijalar tetap terjaga sampai ke konsumen.

15-11-6

Sutrisno