Berita » Akreditasi KP Genteng, Penambahan Ruang Lingkup ISO 9001:2015 Balitkabi

berita_22-ags_a

Ir. Lawu Joko Santoso menyampaikan materi penerapan ISO 9001:2015 di hadapan peserta sosialisasi.

Salah satu pemanfaatan anggaran SMARTD yang diterima oleh Badan Litbang Pertanian (Balitbangtan) adalah untuk kegiatan Revitalisasi Kebun Percobaan dan Laboratorium. Berkaitan dengan hal tersebut maka Balitbangtan menuntut satker-satker di bawahnya untuk menambah ruang lingkup ISO 9001:2015 khususnya untuk Kebun Percobaan (KP).

Balitkabi merupakan salah satu dari 12 Satker yang mendapat amanat menambah ruang lingkup ISO 9001:2015 untuk Kebun Percobaan. Menindaklanjuti tuntutan tersebut, Balitkabi mengajukan KP Genteng untuk menambah ruang lingkup. Sebelumnya ISO Balitkabi mencakup 4 ruang lingkup, yaitu Sub Bagian Tata Usaha, Seksi Pelayanan Teknis, Seksi Jasa Penelitian, dan Kelompok Peneliti.  Bertempat di Aula Balitkabi, pada tanggal 21 Agustus 2018, Ir. Lawu Joko Santoso mensosialisasikan tentang hal tersebut.

Pada presentasinya, Ir. Lawu Joko Santoso menyampaikan dengan diterapkannya ISO 9001:2015, maka diharapkan KP. Genteng dapat memperoleh manfaat antara lain:

  1. Jaminan mutu yang terorganisasi, sistematik dan efektif,
  2. Meningkatkan image KP Genteng serta daya saing,
  3. Meningkatkan kesadaran mutu dalam organisasi,
  4. Ada pengakuan formal terhadap eksistensi organisasi,
  5. Menjadi metode untuk reformasi birokrasi dan pencapaian target rencana strategis,
  6. Menambah kepercayaan organisasi dalam memberikan pelayanan, dan
  7. Meningkatkan mutu pelayanan terus menerus secara berkesinambungan dengan senantiasa melakukan perubahan/inovasi.

berita_22-ags_b

Tujuan Penerapan ISO 9001:2015 di KP adalah: memberikan panduan dalam pengelolaan kebun percobaan agar dilakukan sesuai dengan ketentuan dan memberikan pelayanan terbaik bagi pemangku kepentingan sesuai dengan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001 : 2015, dengan ruang lingkup: semua aktivitas pengelolaan KP Genteng dalam mendukung kegiatan penelitian dan pengembangan, koleksi plasma nutfah dan sumber daya genetik, perbanyakan benih sumber aneka kacang dan umbi (Akabi) maupun untuk fungsi lainnya (pengelolaan sumber daya yang meliputi tenaga kerja, sarana dan prasarana serta anggaran, penyiapan rencana kerja, mengusulkan rencana pengadaan sarana dan prasarana ataupun penghapusan barang milik negara, dan penyiapan laporan secara berkala).

WR