Berita » Aktualisasi Fungsi KP

Selain fungsi utamanya sebagai tempat melakukan penelitian dan pengkajian, kebun percobaan (KP) juga berperan sebagai sumber informasi teknologi. Balitkabi yang memiliki 5 kebun percobaan selalu memrogramkan temulapang dan temuwicara di kebun percobaan.

Tanggal 23 Mei 2015 bertempat di KP Ngale dilakukan temulapang dan temuwicara bertemakan Penguatan KP Ngale sebagai sumber informasi teknologi aneka kacang dan umbi.Peragaan teknologi di lapang terdiri dari 12 varietas dan calon varietas kedelai, 9 varietas dan calon varietas kacang hijau kacang hijau dan 8 varietas kacang tunggak produksi FS dari 5 varietas kedelai seluas 8 ha, serta empat penelitian kedelai.

Visitor plot memeragakan varietas dan calon varietas terbaru dari Balitbangtan.Temu lapang dihadiri oleh 253 peserta terdiri dari Danramil dan Babinsa dari 17 kecamatan yang ada di Ngawi, petani, penyuluh, wanita tani, jajaran Muspika Kecamatan Paron, jajaran Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Ngawi, Komandan Kodim Kabupaten Ngawi, BPTP Jawa Timur, dan jajaran Balitkabi (peneliti dan staf KP).

Agenda temu lapang adalah kunjungan lapang dan temu wicara.Keragaan tanaman di lapang adalah bagus, dan peserta temu lapang khususnya dari Danramil dan Babinsa aktif melakukan diskusi dan melakukan observasi di lapang dengan peneliti.

Tidak sedikit peserta temulapang yang baru pertama kali melihat dan mengenal beragam varietas aneka kacang dan umbi, bahkan pengunjung mencabut tanaman kedelai yang dianggap baik, didiskusikan dan direka-reka pengembangannya yang paling cocok dan menduga berapa hasil kedelai yang akan diperoleh. Kacang hijau menarik karena umurnya yang pendek dan terdapat varietas yang masak serempak. Kacang tunggak yang diperagakan di lapang, sempat ditanyakan kegunaannya.

Kunjungan ke visitor plot di KP Ngale

Kunjungan ke visitor plot di KP Ngale

Peserta temu lapang, serius memahami peragaan visitor plot Kepala Ketahanan Pangan Kabupaten Ngawi menyampaikan bahwa pengenalan teknologi baru merupakan bagian integral dari proses pembinaan penyuluh yang nantinya akan berinterkasi dengan petani.

Peserta temu lapang, serius memahami peragaan visitor plot Kepala Ketahanan Pangan Kabupaten Ngawi menyampaikan bahwa pengenalan teknologi baru merupakan bagian integral dari proses pembinaan penyuluh yang nantinya akan berinterkasi dengan petani.

Karenanya KP sebagai sumber informasi adalah sangat tepat. Demikian juga Komandan Kodam Kabupaten Ngawi menyampaikan apresiasi karena Babinsa mendapatkan pembelajaran dan pengetahuan di lapang yang sangat berharga. Teknologi baru juga dapat langsung dilihat dan didiskusikan dengan peneliti.

25-5-15c

Pembukaan dan peserta temulapang di KP Ngale Temuwicara yang dipandu oleh Kepala Ketahanan Pangan Ngawi disampaikan oleh peserta temulapang tentang peluang petani menanam kedelai pada MK2 sangat tinggi karena musim kering dan solar mahal untuk biaya menanam padi, masalah yang timbul adalah benih sulit didapat, sehingga diharapkan Balitkabi melalui KP Ngale dapat membantu mengatasi sulitnya mendapatkan benih kedelai, masih diperlukan pemahaman untuk mengenal pengelolaan tanaman kedelai serta hama maupun penyakit pada kedelai maupun padi, khususnya dari jajaran Babinsa, bahkan dimintakan konfirmasi tentang rhizobium, pengaruh lampu, upaya agar hasil kedelai menjadi 2 t/ha dsbnya.

Babinsa dari Paron, yang mewakili peserta, menyampaikan ketersanjungannya diundang pada temulapang dan temuwicara di KP Ngale, karena Babinsa juga bertugas mengawal swasembada PJK. Temulapang dianggap penting sebagai media berkomunikasi dengan peneliti dan mendapatkan informasi terkini tentang komoditas aneka kacang dan umbi. Sukses Balitkabi…..

MMA/AW