Berita ยป Amak Kamandanu Calon Produsen Benih Kedelai

Sosok Amak Kamandanu petani di lahan kering di Desa Pemokong, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, merupakan salah seorang penerima benih kedelai dari Menteri Pertanian saat pencanangan gerakan tanam kedelai nasional di Aceh Timur Desember 2012. Kab Lombok Timur mendapat 250 kg dari 2 ton yang dialokasikan di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Kamandanu salah seorang yang menerima benih 50 kg varietas Anjasmoro dan ditanam di lahan kering pada lahan seluas 1 ha. Kegigihannya tampak dari suksesnya mengelola lahan kering yang sebelumnya seperti semak belukar menjadi lahan kering produktif. Dengan bimbingan penyuluh Dinas Pertanian dan BPTP serta mendapat bimbingan peneliti pendamping Balitkabi berhasil mendapatkan hasil kedelai sebanyak 2,6 t/ha, paling tinggi di antara lima orang penerima bantuan benih di Lombok Timur. Total hasil produksi benih di Lombok sebanyak kurang lebih 8 ton dari luasan 5 ha, dan telah terdistribusikan untuk kebutuhan benih kedelai di lahan sawah di daerah Lombok Timur. Dari hasil ini yang paling menarik adalah harga benih dapat mencapai Rp 25.000 per kg dan itu benih hasil sawah Kamandanu. Kisaran harga benih kedelai adalah 8.000 hingga 25.000 rupiah per kilogram. Strategi Kamandanu jitu. Sebagian benih disisihkan untuk ditanam di lahan sawah di tepi pantai, di tengah-tengah lahan bero. Kondisi pertanaman cukup baik dan sekarang menginjak stadia fase pengisian polong. Hasil ini nanti sebagian akan dijadikan benih di lahan kering masa tanam Novenber-Desember. Dari pola penanaman kedelai ini Kamandanu telah melaksanakan sistem pengadaan benih mandiri melalui Sistem Jalur Benih Antara Lapang antar Musim (JABALSIM). Kendala yang dihadapi petani calon produsen benih adalah kekurangan modal, peralatan untuk produksi benih tidak dimiliki, penguasaan teknologi benih dan sertifikasi yang masih perlu ditingkatkan. Tuan Guru H Lalu Hamdani pengasuh Pondok Pesantren Darul Quran juga sebagai Ketua Kelompok Tani Demi Kawan menyatakan siap untuk menjadi penangkar dan mohon bimbingan Dinas Pertanian dan Badan Litbang Pertanian melalui pendampingan teknologi produksi benih. Kamandanu sedang diwawancari penyuluh BPTP NTB dan Kamandanu sedang aksi di pertanaman kedelainya di lahan sawahnya

Lahan bero di samping lahan milik Kamandanu, yang ditanami kedelai generasi kedua dari bantuan Menteri Pertanian yang dipersiapkan untuk benih di lahan
kering pada musim hujan mendatang (JABALSIM). Kamandanu dan penyuluh dirangkul Prof. Dr. Marwoto dan didampingi Ir. H. Nor Inggah penyuluh BPTP.

Prof Marwoto/AW.