Berita » Aneka Kacang dan Umbi, Komoditas Harapan Indonesia Menuju Lumbung Pangan Dunia

Dr. Yuliantoro Baliadi (Plh. Kepala Balitkabi), Dr. Joko Susilo Utomo, Prof. Dr. Made Jana Mejaya dan Dr. M. Muchlish Adie pada tasyakuran memperingati HUT Kemerdekaan ke- 75 RI di Balitkabi

Dr. Yuliantoro Baliadi (Plh. Kepala Balitkabi), Dr. Joko Susilo Utomo, Prof. Dr. Made Jana Mejaya dan Dr. M. Muchlish Adie pada tasyakuran memperingati HUT Kemerdekaan ke- 75 RI di Balitkabi

Komoditas aneka kacang dan umbi mempunyai peran yang luar biasa ke depan, dan pada seabad Indonesia Merdeka di tahun 2045, Indonesia akan menjadi lumbung pangan dunia, dengan komoditas aneka kacang dan umbi! Itulah optimisme Plh. Kepala Balitkabi. Dr. Yuliantoro Baliadi pada saat acara tasyakuran memperingati HUT Kemerdekaan ke-75 RI, pada 17 Agustus 2020 di Aula Balitkabi.

Pandemi Covid-19 menjadi momentum kembalinya bangsa Indonesia untuk kembali ke pangan lokal. Aneka kacang dan umbi menjadi sumber karbohidrat, protein, vitamin dan mineral yang akan menyehatkan bangsa ini, apalagi diperlukan imunitas tinggi untuk menghadapi ancaman virus berbahaya seperti Covid-19.

Indonesia yang mendapat julukan mega pasifik, mega biodiversitas sudah saatnya bangun, menjaga ketahanan pangan sendiri. Inilah saatnya aneka kacang dan umbi menjamin ketahanan pangan kita. Diperlukan tangan-tangan terampil, pemikir-pemikir handal mengedepankan investasi membangun aneka produk dari komoditas akabi, bahkan meningkatkan pengetahuan dan peran wanita dan ibu-ibu untuk menggiring generasi muda mencintai pangan lokal. Demikian disampaikan Yuliantoro dalam acara tasyakuran memperingati HUT Kemerdekaan ke-75 RI di Balitkabi itu.

Keunggulan gizi aneka kacang dan umbi disampaikan oleh peneliti pasca panen Ir. Erliana Ginting, M.Sc. Pangan lokal yang berkonotasi inferior, misalnya ubi kayu adalah makanan orang miskin sudah saatnya diluruskan kata Erliana. Menurut Erliana, dalam ubi kayu selain sebagai sumber karbohidrat, nilai utama bahan pangan ini adalah kandungan serat, yang sangat baik untuk pencernaan, mengandung komponen fungsional seperti pencegah kanker usus, menurunkan absorbsi lemak serta memiliki Indeks Glikemik rendah yang baik untuk penderita Diabetes dan obesitas. Selain itu juga aneka kacang, merupakan sumber asam folat pencegah stunting, bahkan tempe dijuluki sebagai the golden soybean karena tingginya kadar folat.

Bahkan menurut Prof. Dr. Made Jana Mejaya, kata-kata lokal jangan dipakai lagi, lebih baik diubah menjadi pangan sehat atau pangan fungsional sehingga masyarakat lebih tertarik untuk memilih makanan dari aneka kacang dan umbi yang dirproduksi sendiri oleh para petani negeri ini. Hal ini senada dengan yang dikemukakan pemulia kedelai Dr. M.Muchlish Adie, diperlukan upaya khusus untuk menyuarakan nilai yang terkandung di ubi kayu misalnya, serta perlunya penderasan informasi kepada masyarakat tentang kandungan gizi yang tinggi pada aneka kacang yang dapat diperoleh dengan harga sangat terjangkau.

Dipandu oleh Dr. Joko Susilo Utomo, serta ditutup dengan doa oleh Ir. Suyamto acara tasyakuran HUT Kemerdekaan–ke 75 RI, diakhiri dengan pemotongan tumpeng oleh Prof. Dr. Made Jana Mejaya. Selamat HUT ke-75 Kemerdekaan Republik Indonesia. Indonesia Maju!.

tasyakur2 tasyakur3
 Dr. Yuliantoro Baliadi dan Ir. Erliana Ginting pada tasyakuran memperingati HUT Kemerdekaan ke- 75 RI di Balitkabi
tasyakur4 tasyakur5
 Prof. Made Jana Mejaya dan Dr. M. Muchlish Adie pada tasyakuran memperingati HUT Kemerdekaan ke- 75 RI di Balitkabi
tasyakur6 tasyakur7
Suasana tasyakuran HUT Kemerdekaan ke- 75 RI di Balitkabi dan Kabid PE. Dr. Andy Wijanarko ikut menghadiri acara tasyakuran

RDP