Berita » Angin Segar dari Revitalisasi Komisi Teknologi

Komisi Teknologi Pertanian di Jawa Timur dinilai mati suri sejak tahun 2002, kata Kepala Biro Administrasi dan Perekonomian Pemprov Jatim, Dr. Ir. Jumadi, MMT. Hal tersebut disampaikan saat memberikan arahan/ sambutan saat pembukaan acara “Revitalisasi Komisi Teknologi Pertanian Dalam Mendukung Agroindustri Primer Jawa Timur”, di Surabaya, 28 April 2016 (Gambar).

Acara ini dihadiri sekitar 150 peserta dari Bappeda Kabupaten dan Dinas/Instansi terkait se Jawa Timur. Nara sumber pada acara ini adalah Kepala BPTP Jawa Timur, Kepala Balitkabi Malang, Kepala Balitjestro Tlekung, Kepala Lolit Sapi Potong Grati, Profesor Riset Dr. Subiyakto dari Balittas Malang, dan Dr. Ir. Maheno Sri W., MS. dari Fakultas Perikanan Universitas Brawijaya Malang.

Lebih lanjut Kepala Biro menjelaskan bahwa kontribusi sektor pertanian untuk PDRB Jawa Timur sekitar 14%. Beliau sangat berharap agar mulai saat ini kita semua berfikir dan berupaya bagaimana peran sektor pertanian di Jawa Timur meningkat. Upaya peningkatan nilai tambah komoditas harus terus dilakukan.

Di sinilah teknologi sangat diperlukan. Kita harus bersyukur bahwa lima UPT Litbang Kementerian Pertanian (sebagai sumber teknologi pertanian) ada di Jawa Timur. Mari kita melakukan ‘resources accounting’ untuk komoditas pertanian unggulan kita sehingga kita tahu peran teknologi untuk mengangkat komoditas tersebut menjadi bernilai tambah semakin tinggi di Jawa Timur.

Ke depan kita perlu menghidupkan dan memfasilitasi lagi Komisi Teknologi Pertanian di Jawa Timur agar berbagai teknologi yang telah dihasilkan dapat secara cepat diadopsi/dimanfaatkan oleh masyarakat di Jawa Timur dalam rangka meningkatkan kesejahteraan mereka. Bappeda, baik di Provinsi maupun di Kabupaten/Kota memiliki peran penting terkait dengan hal ini, tambah Dr. Jumadi.

Kepala Balitkabi pada acara ini menyampaikan berbagai teknologi akabi yang telah dihasilkan lima tahun terakhir, yang mungkin dapat diadopsi di Jawa Timur dalam rangka percepatan peningkatan nilai tambah komoditas dan kesejahteraan masyarakat, khususnya petani.

Gambar. Kepala Balitkabi Dr. Didik Harnowo menjadi salah satu nara sumber pada acara “Revitalisasi Komisi Teknologi Pertanian”. Surabaya, 28 April 2016.

Gambar. Kepala Balitkabi Dr. Didik Harnowo menjadi salah satu nara sumber pada acara “Revitalisasi Komisi Teknologi Pertanian”. Surabaya, 28 April 2016.

DH