Berita ยป Antisipasi Klaster Perkantoran, Balitkabi Gelar Rapid Test Covid-19

rapid4 rapid3
Rapid Test Covid-19 di Balitkabi, 21 September 2020

Perkantoran telah menjadi episentrum baru penyebaran virus corona di Indonesia. Terutama sejak kegiatan perkantoran kembali dibuka, penularan Covid-19 di lingkungan kerja dan perkantoran kian masif di berbagai tempat di tanah air. Guna mengantisipasi hal tersebut, Balitkabi telah melaksanakan Rapid Test (tes cepat) kepada seluruh pegawai pada Senin, 21 September 2020 mulai jam 08.30 sampai 12.00 WIB.

Pelaksanaan rapid test dilakukan secara serentak dengan penjadwalan terhadap 217 orang karyawan, termasuk ASN maupun non ASN Balitkabi. Hingga saat ini, Rapid test massal banyak dilakukan sebagai upaya mendukung pemerintah dalam memutus rantai penyebaran pandemi Covid-19 khususnya di perkantoran, dan sebagai upaya menjaga kesehatan dan keselamatan kerja bagi karyawan.

Pada pelaksanaan Rapid Test ini Balitkabi menggandeng R.S. Wafa Husada yang beralamat di Jln. Panglima Sudirman no. 99 A Kepanjen-Malang, yang saat ini telah ditetapkan sebagai salah satu rumah sakit rujukan Covid-19 di Malang. Kegiatan pemeriksaan karyawan berjalan tertib dan lancar dengan tetap menerapkan protokol kesehatan selama pelaksanaan. Protap kesehatan tersebut berupa pengukuran suhu tubuh sebelum masuk kantor, pengaturan jadwal para peserta Rapid Test guna menghindari penumpukan peserta, wajib menggunakan masker, penyediaan hand sanitizer, tempat tunggu dengan jarak lebih dari 1 meter serta akses ventilasi di ruang tunggu.

Indonesia resmi memberlakukan 3 (tiga) pemeriksaan Covid-19 yaitu Rapid Test, Serologi dan PCR-Test. Ketiganya dipergunakan untuk melacak orang yang terinfeksi virus SARS-CoV-2. Jenis pemeriksaan pertama adalah Rapid-Test, yang merupakan screening awal yang mudah dan cepat. Tes ini digunakan sebagai skrining medis awal pada kondisi tertentu atau darurat. Metode kedua adalah Serologi yang sebenarnya masuk dalam kategori Rapid Test, tetapi lebih akurat. Pemeriksaan ketiga adalah PCR-Test atau Swab Test. Pemeriksaan ini merupakan tindakan lanjutan untuk mendeteksi DNA virus setelah Rapid-Test atau Serologi.

Balitkabi menentukan pemeriksaan Serologi dengan metode ECLIA Anti-SARS-CoV-2 (Electrochemiluminescence Immuno Assay), yaitu pemeriksaan kadar antibodi terhadap Covid-19 menggunakan alat otomatis (autoanalyzer). Pemeriksaan metode ECLIA merupakan pemeriksaan semi kuantitatif untuk identifikasi individu dengan respon imun adaptif terhadap SARS-CoV-2 yang timbul akibat infeksi virus, termasuk individu yang tidak bergejala maupun telah sembuh. Penting untuk dipahami bahwa pemeriksaan serologi tidak mendeteksi virus itu sendiri, tetapi mendeteksi antibodi yang dibuat oleh sistem kekebalan tubuh.

Melansir informasi yang dibagikan Kementerian Kesehatan RI, hal yang harus dilakukan apabila hasil skrining awal reaktif adalah; melakukan isolasi mandiri di rumah apabila tidak ada gejala apapun. Tetapi apabila muncul gejala meliputi demam, batuk, tenggorokan gatal dan sesak napas yang memberat, maka harus segera menghubungi fasilitas layanan kesehatan guna pemeriksaan lebih lanjut.

Jika hasil skrining awal non reaktif, maka dihimbau untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan. Selain itu peserta juga diharapkan melakukan tes ulang 7-10 hari kemudian di fasilitas kesehatan terdekat.

rapid1 rapid2
Pelaksanaan Rapid Test Covid-19 untuk Karyawan Balitkabi

ELY