Berita ยป Antisipasi Musim Kemarau

1-aaabalittas_meeting

Tanaman semusim, baik pangan maupun perkebunan, memang rentan terhadap perubahan musim dan ketidakpastian musim. Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat (Balittas) melakukan diskusi strategi teknologi menghadapi musim kemarau 2013 yang dilaksanakan di Aula Jatropa Balittas, Selasa 19 Maret 2013. Diskusi dihadiri oleh pemerhati dan pemangku kepentingan yang relevan dengan tanaman pemanis dan serat. Kepala Balitkabi juga hadir pada diskusi tersebut.

Diskusi yang bertemakan Teknologi adaptasi menghadapi musim kemarau 2013 untuk tanaman pemanis, serat, tembakau, dan minyak atsiri, mengetengahkan dua makalah utama yaitu (1) Prakiraan musim kemarau 2013 di Indonesia (oleh BMKG Pusat) dan (2) Pemanfaatan informasi dan prakiraan iklim untuk penyusunan kalender tanam dan pola tanam (Balitklimat) serta disajikan makalah oleh PTPN X tentang pengalaman PTPN X menghadapi anomali iklim pada tanaman tebu dan tembakan. APTRI menyampaikan pengalaman petani tebu menghadapi anomali iklim, serta Balittas menyajikan Teknologi adaptif menghadapi anomali iklim pada tanaman pemanis, serat, tembakau, dan minyak industri.

Menurut Kapuslitbang Tanaman Perkebunan, pemahaman terhadap awal musim kemarau dan musim penghujan penting untuk diketahui, khususnya oleh pelaku yang bergerak ditanaman semusim, seperti tebu, tembakau, kapas, untuk merencanakan aplikasi teknologi budidaya serta untuk merencanakan produksi dan mutu hasil. Mengingat pentingnya pemahaman tersebut, menurut Kepala Balittas, Dr. Mastur diskusi akan dilakukan dua kali dalam setahun, yakni pada bulan Maret (awal kemarau) dan September (awal penghujan).

Diskusi seperti ini sebetualnya juga sangat penting untuk aneka kabi. Beberapa komoditas kacang-kacangan dan ubijalar, tidak hanya rentan terhadap anomali iklim, khususnya kekeringan, juga beberapa komoditas juga rentan terhadap serangan hama penyakit, yang sedikit banyak juga berkorelasi dengan musim. Diskusi serupa, berpotensi dilakukan di Balitkabi.

MMA