Berita » Antusiasme Petani Calon Penangkar Benih Kedelai di Klaten, Jawa Tengah

Benih bermutu masih menjadi kendala pada program peningkatan produksi kedelai dalam pencapaian swasembada. Untuk meningkatkan ketersediaan benih bermutu, pemerintah melalui Balitbangtan melakukan pembinaan penangkar/ calon penangkar benih.

BPTP Jawa Tengah pada DIPA 2015 melaksanakan program pembinaan calon penangkar kedelai di tiga desa, yaitu Desa Pakisan dan Desa Gombang, Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten, serta di Desa Pucangrejo, Kecamatan Gemuh, Kabupaten Kendal.

Kegiatan pembinaan penangkar di Kab Klaten dilaksanakan dengan menanam varietas Grobogan dan Anjasmoro. Pada lokasi yang sama dilakukan displai 10 varietas kedelai dari Balitkabi yaitu Grobogan, Argomulyo, Anjasmoro, Burangrang, Panderman (kelompok varietas biji besar), dan Gema, Wilis, Dering 1, Sinabung, serta Tanggamus (biji sedang).

Daya tumbuh tanaman display bagus. Saat ini tanaman berumur sekitar 7-8 minggu, memasuki pembentukan polong-pengisian biji, tergantung umur varietas. Tanaman hanya mendapatkan air pada saat tanam, namun pertumbuhan cukup bagus (Gambar 1).

Gambar 1. Keragaan 10 varietas unggul kedelai yang benihnya berasal dari UPBS Balitkabi.

Gambar 1. Keragaan 10 varietas unggul kedelai yang benihnya berasal dari UPBS Balitkabi.

Tanaman hanya mendapatkan air pada saat tanam, tapi pertumbuhan cukup bagus (Gambar 1). Tinggi tanaman Grobogan ± 50 cm, Argomulyo ± 60 cm, Dering 1 ± 70 cm, jumlah polong antara 20-35 polong. Masalah yang ditemui adalah kekeringan, hama lalat kacang atau jamur (belum teridentifikasi), hama penggerek polong, dan pengisap polong.

Kekeringan cukup berat, nampak pada sebagian tanaman sudah menunjukkan gejala kekeringan skor 3 hingga 4. Kekeringan ini kemungkinan berdampak pada ukuran biji varietas-varietas berukuran biji besar yang berumur sedang.

Petani di lokasi pengujian varietas memilih varietas Grobogan sebagai pilihan pertama diantara 10 varietas yang didisplaikan. Pada saat kunjungan pendampingan sekaligus dilakukan kegiatan sosialisasi kegiatan Mandiri Benih. Kegiatan sosialisasi dilaksanakan di Balai Desa Gombang, Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten, dihadiri oleh 39 petani dan calon penangkar, Kepala Desa, Kepala Dusun, PPL, narasumber dari BPTP Jateng dan Balitkabi Malang (Gambar 2).

Gambar 2. Kegiatan sosialisasi kegiatan Mandiri Benih di desa Gobang, kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten.

Gambar 2. Kegiatan sosialisasi kegiatan Mandiri Benih di desa Gobang, kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten.

Materi yang disampaikan oleh narasumber dari Balitkabi adalah Tanam Serempak Kedelai untuk Peningkatan Produksi, Varietas dan Teknik Produksi Benih Kedelai, Hama Penyakit Utama Kedelai dan Cara Pengendaliannya, maisng-masing disampaikan oleh Prof. Dr. Arief Harsono, Dr. Novita Nugrahaeni, dan Ir. Sri Wahyuni Indiati, MS.

Peserta Sosialisasi sangat antusias dengan materi yang disampaikan, karena kegiatan seperti ini baru pertama kali diikuti. Mereka berharap kegiatan ini dapat dilakukan secara kontinyu hingga mereka benar-benar paham teknik budidaya kedelai secara baik dan benar.

Dari kegiatan lapang yang telah dilakukan bersama-sama dengan BPTP mereka mendapat kesan pertanamannya menjadi lebih baik, dan mempunyai harapan untuk mendapatkan hasil biji lebih tinggi dibandingkan dengan yang telah mereka capai selama ini. Hasil biji yang biasa didapatkan adalah sekitar 1 t/ha.

Masalah yang dihadapi adalah kekeringan, penyakit “nglulusi”, yaitu tanaman mati pada umur muda (pada umur sekitar 2 minggu), serta keragaman hasil dari pertanaman yang ditanam pada saat tanam yang berbeda. Narasumber telah menerangkan kemungkinan-kemungkinan penyebabnya dan cara mengatasinya.

Pada kegiatan tersebut dibagikan buku Teknologi Budidaya Kedelai Spesifik Lokasi yang berisi materi: Teknologi Budidaya Kedelai, Pengenalan Varietas dan Teknologi Produksi Benih Kedelai, Identifikasi Penyakit Utama Kedelai dan Cara Pengendaliannya, Hama Kedelai dan Cara Pengendaliannya, serta Karakteristik Benih Kedelai dan Upaya Menghasilkan Benih Bermutu Tinggi.

NN