Berita » Apresiasi Best Paper Peneliti Balitkabi pada Seminar Hasil Penelitian Pertanian IX di UGM

Pembukaan Seminar Nasional Hasil Penelitian Pertanian IX Faperta UGM, 21 Agustus 2019

Pembukaan Seminar Nasional Hasil Penelitian Pertanian IX Faperta UGM, 21 Agustus 2019

Publikasi penelitian yang baik menjadi penting sebagai langkah awal diseminasi hasil penelitian. Inovasi baru akan dikenal salah satunya melalui kegiatan seminar dan publikasi. Bagi para peneliti dan akademisi, kontribusi melalui penelitian menjadi benang merah yang mampu menghubungkan antara permasalahan pertanian, solusi, kebijakan pemerintah serta kondisi sosial ekonomi petani.

Dalam upaya berkontribusi terhadap pembangunan pertanian melalui hasil-hasil penelitian, telah diselenggarakan Seminar Nasional Hasil Penelitian Pertanian IX. Seminar yang menjadi agenda rutin tahunan Fakultas Pertanian UGM diselenggarakan pada Sabtu (21/9/2019) bertempat di Auditorium Hardjono Danoesastro, Fakultas Pertanian UGM. Tema yang diusung dalam seminar ini adalah “Pembangunan Pertanian Menuju Indonesia Maju dan Sejahtera”. Pada kegiatan tersebut dipresentasikan 201 makalah hasil penelitian. Balitkabi berpartisipasi dengan 12 makalah dan diwakili oleh Dr. A.A. Rahmianna; Ir. Erliana Ginting, M.Sc.; Ir. Suhartina, M.P.; Ir. Nila Prasetiaswati; Imam Sutrisno, SP.M.M.; Didik Sucahyono, S.P., M.Si; Joko Restuono, S.P.; Dian Adi AE, STP, M.Agr.Sc; Herdina Pratiwi, SP. M.P.; Rahmi Yulifianti, S.P.; Marida Santi IB, S.P., M.Agr.Sc.; Sri Wahyuningsih, S.P. dan Siti Mutmaidah, S.P. Pada kesempatan tersebut salah satu makalah dari Balitkabi yang berjudul “ Seleksi produksi pertama klon-klon ubi jalar berkadar gula tinggi” dengan penulis Joko Restuono, Febria Cahya I, dan Wiwit Rahajeng terpilih sebagai best paper dan direkomendasikan masuk Jurnal Vegetalika.

Pemaparan makalah dari peneliti Balitkabi (kiri), Peserta seminar Nasional Hasil Penelitian Pertanian IX (kanan)

Pemaparan makalah dari peneliti Balitkabi (kiri), Peserta seminar Nasional Hasil Penelitian Pertanian IX (kanan)

Dua pembicara kunci dalam Seminar tersebut adalah Husnain, S.P, M.P, M.Sc., Ph.D (Kepala Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian, Kementerian Pertanian) yang memaparkan materi tentang Optimalisasi sumberdaya pertanian untuk mewujudkan kedaulatan pangan nasional dan Dr. Jamhari, S.P., M.P,  (Dekan Fakultas Pertanian UGM) yang memaparkan materi tentang Perguruan tinggi, pertanian dan kedaulatan pangan.

Jamhari menyatakan bahwa, “Seminar yang diselenggarakan merupakan wadah bagi para peneliti dan akademisi untuk saling berbagi informasi terkini terkait bidang pertanian”. Lebih lanjut, ditegaskan dengan seminar diharapkan gap yang terjadi antara akademisi dan peneliti dapat dipangkas, sehingga penelitian-penelitian yang telah dilakukan mampu berkontribusi nyata bagi pertanian di Indonesia.

Sementara itu, Husnain dalam paparannya menjelaskan karakteristik lahan di Indonesia.  Husnain menjelaskan pulau Jawa yang luasnya hanya sekitar 6,76 persen dari Indonesia, harus menanggung beban sebagai penyedia utama kebutuhan pangan di Indonesia. Disampaikan meskipun Indonesia memiliki lahan pertanian yang luas, akan tetapi sebagian besar lahan tergolong lahan suboptimal. Pemanfaatan lahan suboptimal akan menjadi tumpuan harapan masa depan, namun demikian memerlukan inovasi teknologi untuk mengatasi kendala karakteristik dan tipologi lahan. Menurut Husnain, “Serasi (Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani) sebagai salah satu program Kementan dalam pengelolaan lahan suboptimal yang telah dikembangkan di Sumsel, Kalsel, dan Sulsel diharapkan mampu meningkatkan indeks dan produksi pertanian. Akhirnya mampu meningkatkan pendapatan masyarakat yang bermuara pada peningkatan kesejahteraan petani.”

Panitia Seminar dan Pembicara kunci (kiri), Sebagian wakil peserta seminar dari Balitkabi (kanan)

Panitia Seminar dan Pembicara kunci (kiri), Sebagian wakil peserta seminar dari Balitkabi (kanan)

SMD/DAAE