Berita » Areal Tanam Baru Kedelai di Langkat Sumut

Provinsi Sumatera Utara memiliki luas areal tanam kedelai di atas 10.000 ha per tahunnya atau termasuk 10 provinsi dengan areal kedelai terluas. Salah satu konstributor kedelai di Sumut adalah Kabupaten Langkat. Pada tahun 2014 diprediksikan luas areal panen di Langkat akan mencapai 983 ha dengan rata-rata produksi 1.60 t/ha. Kedelai di Langkat dibudidayakan di lahan sawah, tegal maupun di bawah tanaman perkebunan khususnya kelapa sawit dan karet.Pada tahun 2014, Kementerian Pertanian menetapkan perluasan areal tanam kedelai (PAT) yang tujuannya adalah meningkatkan produksi kedelai nasional. Provinsi Sumut juga menetapkan 2500 ha untuk PAT yang tersebar di Provinsi Sumut juga menetapkan 2500 ha untuk PAT yang tersebar di 4 kabupaten. Potensi dipenuhi melalui peningkatan IP, pemanfaatan lahan bera, lahan baru, pemanfataan, perkebunan, kehutanan, dan pengembangan lahan transmigrasi.

Salah satu perluasan areal tanam kedelai di LangkatPAT swadaya di Langkat ternyaa cukup luas dengan memanfaatkan lahan baru, peremajaan tanaman perkebunan maupun di bawah tanaman perkebunan. Sebagai contoh yang dilakukan Kelompok Bapak Bunyamin melakukan di Kecamatan Gebang dengan memanfaatkan lahan tepi pantai, yang menurutnya berpotensi dperluas untuk pengembangan kedelai hingga 200 ha. Pengembangan kedelai tersebut cukup bagus. Potensi PAT lainnya yang sudah dilakukan secara swadaya adalah perluasan secara swadaya lainnya adalah pemanfaatan lahan bekas tanaman tebu dan lahan di areal perkebunan sawit. Yang dilakukan Bapak Sartono beserta anggota kelompoknya saja mencapai 45 ha pada dengan perluasaan kedelai di lahan perkebunan tersebut.Observasi lapang yang dilakukan oleh peneliti Balitkabi (Dr. Andi Wijanarko, Ruly Krisdiana MS dan Muchlish Adie) pertumbuhan kedelai Anjasmoro di bawah lahan sawit muda cukup bagus. Penuturan Bapak Sartono, rata-rata produksi kedelai di lahan sawit di atas 2 t/ha. Tentu capaian produksi yang cukup bagus.

MMA/AW