Berita » Argomulyo diminati Petani Bantul

bantul

Balitbangtan terus memperkuat produk inovasinya dan memperderasnya secara masif di lapang sehingga inovasi yang telah dihasilkan sesegera mungkin diadopsi oleh pengguna Temu Lapang PTT dan Produksi Benih Kedelai yang dilakukan oleh BPTP DIY di Desa Caturharjo, Pandak, Bantul pada 20 Agustus 2014 memeragakan display varietas, pengembangan SLPTT dan produksi benih kedelai. Temu lapang dihadiri oleh Jajaran Dinas Pertanian DIY, Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Bantul, pengrajin berbahan baku kedelai, penyuluh dan petani. Dr. Gatut Wahyu AS dan Dr. Muchlish Adie, peneliti Balitkabi hadir dan bertindak sebagai narasumber pada temu lapang tersebut. Temu lapang diawali oleh panen display varietas dilanjutkan penyampaian nara sumber dan diskusi. Kepala BPTP DIY, Dr. Sudarmaji, menyampaikan bahwa BPTP berkewajiban menyediakan teknologi spesifik lokasi. Kabupaten Bantul sebagai salah satu sentra produksi kedelai di DIY harus terus diperkuat dan tahun 2015 akan dimulai program Gerakan PTT Kedelai. Drs. Partogi Dame Pakpahan, MSi (Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Bantul), mengawali paparannya, merasa miris melihat produk susu kedelai di gerai-gerai yang ternyata bukan made-in Indonesia. Menggerakkan produksi pertanian harus mensinerjikan musim, saprodi, tanah, iklim, air, dan kebijakan. Dinas Pertanian harus menjadi pengayom petani dan kantor menjadi rumah petani. Jika petani datang dengan cemberut maka pulangnya harus tersenyum, jika petani datang dengan tersenyum maka pulangnya harus tertawa.

Panen dan temu lapang kedelai di Bantul Program BPTP DIY di Caturharjo terdiri dari SLPTT kedelai seluas 10 ha dan produksi benih seluas 60 ha. Display varietas kedelai terdiri dari varietas Argomulyo, Anjasmoro, Grobogan, Kaba, Burangrang, dan Gema. Hasil ubinan menunjukkan bahwa Kaba mampu berproduksi tertinggi antara 2,51–2,53 t/ha diikuti oleh Anjasmoro 2,16–2,29 t/ha. Uji preferensi varietas yang dilakukan oleh peneliti BPTP DIY menunjukkan bahwa varietas Argomulyo yang paling diminati. Pak Wardono sebagai ketua kelompok tani Tani Harjo, memberikan apresiasi kepada peneliti Balitbangtan yang terus-menerus memberikan pendampingan dan memperkenalkan inovasi terbaru. Apresiasi yang sama juga disampaikan oleh Bapak Partogi. Satu lagi inovasi Balitbangtan diminati oleh pengguna.

MMA