Berita » Badan Litbang Melatih Petugas dan Penangkar Benih Kedelai Provinsi Aceh

Tahun 2014 dengan program Perluasan Areal Tanam (PAT) kedelai dari Kementerian Pertanian dan jaminan harga Rp 7.500,- per kg dari Kementerian Perdagangan maka kedelai mulai bangkit kembali di Provinsi Aceh dan luasan areal meningkat menjadi 70% dari tahun 2013. Salah satu kendala dalam peningkatan produksi kedelai adalah ketersediaan benih bermutu. Alur benih kedelai bersertifikat dari BS – FS – SS – ES sering bermasalah dan macet tidak sampai pada ES, yang akibatnya persediaan benih bermutu/bersertifikat di tingkat petani tidak mencukupi. Akibatnya petani menggunakan benih asalan atau benih sendiri yang kualitasnya tidak dapat dipertanggungjawabkan, dan akhirnya produktivitas aktual jauh dari potensi genetiknya. Oleh karena, peningkatan kinerja kelembagaan perbenihan diperlukan peningkatan pengetahuan, keterampilan petugas untuk memproduksi benih sumber kedelai. Berdasarkan hal tersebut, Badan Litbang Pertanian dan Puslitbangtan dengan pelaksana Balitkabi menyelenggarakan “Pelatihan Produksi Benih Sumber Kedelai bagi Penangkar dan Petugas Perbenihan” di BPTP Aceh pada tanggal 25-27 Nopember 2014.


Kepala Balitkabi didampingi oleh Kepala BPTP Aceh dan Kepala Diperta Aceh membuka acara secara resmi (kiri) Pemaparan materi oleh Dr. Muchlish Adie (kanan)
Pelatihan Produksi Benih Kedelai diikuti oleh 34 orang peserta yang terdiri dari Petugas Balai Benih Induk 17 orang, 7 orang dari Kelompok Tani, dan 10 orang penangkar dari sentra produksi kedelai di provinsi Nangroe Aceh Darussalam. Materi yang akan dibahas meliputi: (1) Budidaya Kedelai melalui Pendekatan PTT, (2) Varietas Unggul Kedelai di Indonesia, (3) Teknik Produksi Benih Kedelai, (4) Teknik Prosesing dan Penyimpanan Benih Kedelai, (5) Identifikasi Penyakit Utama Kedelai dan Cara Pengendaliannya, (6) Hama Kedelai dan Cara Pengendaliannya, (7) Teknik Budidaya Kedelai di Berbagai Agroekologi, (8) Pengelolaan Benih Sumber Kedelai di UPBS, dan (9) Dasar Pemuliaan Tanaman untuk Merakit Varietas Unggul. Selain itu juga dilakukan praktik seleksi/roguing, pemurnian benih dan prosesing benih kedelai. Waktu yang digunakan meliputi 50% teori dan 50% praktik. Acara dimulai dengan pembacaan kitab suci AL-Quran dan dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Sambutan dan ucapan selamat datang di BPTP Aceh kepada para pesertadisampaikan oleh Kepala BPTP Aceh, Ir. Basri A. Bakar, MSi. Dilanjutkan dengan sambutan Kepala Balitkabi, Dr. Didik Harnowo, yang sekaligus membuka acara secara resmi Pelatihan Produksi Benih Sumber Kedelai. Selanjutnya sambutan dan paparan materi Program Pengembangan Kedelai di Provinsi Aceh yang disampaikan oleh Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Aceh, Bapak Lukman Yusuf, MSi. Materi selanjutnya disampaikan oleh Prof. Marwoto tentang Budidaya Kedelai melalui Pendekatan PTT, yang dilanjutkan dengan materi Pengenalan VUB dan Teknik Pemurnian Benih Sumber Kedelai yang disampaikan oleh Dr. Muchlish Adie. Selain pemaparan materi oleh para narasumber, juga dilakukan pre-test kepada para peserta.


Pemaparan materi oleh
Prof. Marwoto (kiri), Peserta pelatihan beserta panitia dari Balitkabi dan BPTP Aceh (kanan)

A. Krisnawati/AW