Berita » Balitbangtan Pacu Ekspor Ubi Jalar

Varietas Sari VUB Balitbangtan telah merambah pasar ekspor, oleh petani dan eksportir disebut Super Mukid

Varietas Sari VUB Balitbangtan telah merambah pasar ekspor, oleh petani dan eksportir disebut Super Mukid

Permintaan komoditas ubi jalar baik di pasar domestik maupun internasional semakin meningkat, seiring peningkatan jumlah penduduk dan kesadaran terhadap makanan yang mempunyai fungsi fisiologis bagi kesehatan tubuh. Posisi Indonesia sebagai salah satu negara pengekspor ubi jalar bersama USA, China, Belanda, Honduras, Italy dan Spanyol perlu terus dipertahankan. Hingga saat ini negara tujuan ekspor ubi jalar Indonesia adalah ke Jepang, Korea, Hongkong, Singapura dan Malaysia.

Salah satu kegiatan fasilitasi untuk mendorong investasi dan pengembangan ekspor ubi jalar diselenggarakan Direktorat Jenderal Tanaman Pangan pada tanggal 28-29 Oktober 2019 di Malang. Kegiatan ini dilakukan dalam rangka menetapkan langkah-langkah yang diperlukan untuk mendorong investasi dan pengembangan ekspor ubi jalar sehingga dapat meningkatkan daya saing ubi jalar di pasar dalam negeri maupun luar negeri.

Pertemuan dihadiri sekitar 100 undangan yang berasal dari Dinas Pertanian Kabupaten, Kota dan Provinsi, petani, pengusaha, eksportir, pengrajin produk olahan maupun Perguruan Tinggi. Narasumber yang dihadirkan antara lain: Bapak Putut (PT. Indowooyang), Bapak Kiran Rahal (KSIP Agro), Bapak M. Maulud (PT. We One Fresh,) dan Dr. Febria Cahya Indriani (Balitkabi).

Dr. Febria menyampaikan varietas unggul ubi jalar dan teknologinya (kiri), para peserta fasilitasi (kanan)

Dr. Febria menyampaikan varietas unggul ubi jalar dan teknologinya (kiri), para peserta fasilitasi (kanan)

Dari kiri ke kanan: Bapak Taryana (petani), Bapak Maulud (PT. We One Fresh), Ir. Gatut Sumbogodjati, M.M. (Direktur Pemasaran dan Pengolahan Hasil Tanaman Pangan), Dr. Febria, Ir. Trustinah, M.S., dan Joko Restuono, S.P. (peneliti Balitkabi)

Dari kiri ke kanan: Bapak Taryana (petani), Bapak Maulud (PT. We One Fresh), Ir. Gatut Sumbogodjati, M.M. (Direktur Pemasaran dan Pengolahan Hasil Tanaman Pangan), Dr. Febria, Ir. Trustinah, M.S., dan Joko Restuono, S.P. (peneliti Balitkabi)

Diskusi panel dipimpin oleh Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Tanaman Pangan, Ir. Gatut Sumbogodjati, M.M. Bapak Kiran salah satu eksportir ubi jalar menyampaikan beberapa karakter ubi jalar yang harus dipenuhi untuk ekspor seperti : bentuk umbi oblong (lonjong), rasa enak/manis, serta mempunyai kulit umbi halus dan tidak mudah rusak. Bapak Putut dari PT. Indowooyang menyampaikan ubi jalar AC putih yang banyak diinginkan pasar luar negeri, tetapi ketersediaan ubi jalar varietas tersebut sangat terbatas. Hal ini disebabkan rendahnya minat petani menanam varietas AC putih karena produktivitasnya rendah. Bapak Maulud dari PT. We One Fresh menyampaikan sulitnya memenuhi kuantitas, kualitas dan kontinuitas komoditas ubi jalar untuk memenuhi pasokan 1 – 2 ton umbi per minggu ke supermarket se Malang Raya.

Dr. Febria dari Balitkabi memaparkan karakteristik varietas unggul ubi jalar serta teknologi budi daya ubi jalar. Varietas unggul ubi jalar yang sudah diekspor misalnya varietas Sari atau “Super Mukid” menurut istilah petani dan eksportir. Varietas Sari mempunyai keunggulan selain umurnya genjah, rasanya enak, dan produktivitasnya tinggi. Rendahnya produktivitas ubi jalar di tingkat petani salah satunya disebabkan penggunaan stek yang terus-menerus sehingga produktivitasnya menurun. Disarankan oleh Febria, petani yang berminat dapat memesan stek VUB ubi jalar di UPBS Balitkabi. Disampaikan pula varietas Kidal dan Sawentar mempunyai karakter yang mirip dengan AC putih, dengan produktivitas yang tinggi, sehingga bisa dicoba mengembangkan dua varietas tersebut.

Serangan hama Cylas sangat menurunkan kualitas umbi yang akan terbawa hingga penyimpanan serta berakibat penolakan pasar. Salah satu pestisida nabati yang dikembangkan Balitkabi adalah Be-Bas untuk mengendalikan hama Cylas. Pada kesempatan ini beberapa petani dan pengusaha menyampaikan keinginannya untuk mengikuti Bimtek pestisida nabati di Balitkabi.

Sejalan dengan arah penelitian double track, ke depan perakitan varietas unggul diarahkan tidak hanya untuk pangan tetapi juga untuk industri, dengan kata lain perakitan varietas dilakukan sesuai dengan kebutuhan pengguna. Pada kesempatan ini juga dilakukan penandatanganan MoU produksi dan pemasaran ubi jalar antara eksportir PT. Indowooyang Cirebon dengan petani ubi jalar Kuningan dan Polbangtan Malang. Diharapkan Polbangtan dapat mencetak SDM unggul di era milenial yang menjadi bagian dari pelaku agribisnis ubi jalar.

MoU PT. Indowooyang dengan Polbangtan (kiri), Mahasiswa Polbangtan milenial Calon pelaku agribisnis ubi jalar(kanan)

MoU PT. Indowooyang dengan Polbangtan (kiri), Mahasiswa Polbangtan milenial Calon pelaku agribisnis ubi jalar(kanan)

Pada esok harinya, dilakukan panen ubi jalar bersama di lahan petani kemitraan PT. Indowooyang Cirebon, di Desa Sukoanyar Kecamatan Pakis Kabupaten Malang oleh Direktur Pengolahan dan Pemasaran (Ir. Gatut Sumbogodjati, M.M.) didampingi oleh Dinas Pertanian, Balitkabi, dan Muspika setempat serta Poktan Dewi Sri Desa Pandan Sari Lor. Acara selanjutnya kunjungan terbatas Ditjen Tanaman Pangan ke CV. Hortindo Agro Kencana Kab. Pasuruan sekaligus pelepasan ekspor ubi jalar pasta ke Jepang sebanyak satu kontainer.

Dengan adanya acara fasilitasi ini, terjadi sinkronisasi pelaku agribisnis ubi jalar tentang preferensi ubi jalar untuk pangan maupun industri, domestik maupun internasional. Kendala yang terkait teknologi dapat diadopsi dari Balitbangtan, kontinuitas pemenuhan ekspor dapat ditingkatkan melalui komunikasi antar pelaku agribisnis. Pada akhirnya ekspor ubi jalar dapat mendukung perekonomian nasional, menyejahterakan petani dan menyediakan lapangan kerja.

FCI