Berita » Balitbangtan Siap Luncurkan Calon Varietas Unggul Baru Kedelai dan Kacang Tanah

Varietas unggul baru merupakan komponen teknologi yang berkontribusi besar terhadap peningkatan produksi tanaman budi daya, termasuk kedelai dan kacang tanah. Untuk itu Balitbangtan Kementerian Pertanian melalui Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi mengikuti sidang pelepasan varietas kedelai dan kacang tanah yang diselenggarakan pada bulan Oktober 2020 di Bogor.

Dua proposal dari Balitkabi komoditas Kedelai dan kacang tanah bersama dengan delapan proposal lainnya (Jagung dari Balitsereal dan swasta serta kedelai dari PAIR-BATAN), dibahas oleh Tim Penilai dan Pelepas Varietas selama tiga hari lamanya. Tim Penilai dipimpin oleh Dr. Ir. Satoto, MS., didampingi delapan anggota Tim yaitu Dr. Ir. M. Muchlish Adie, MS., Drs. Lukman, Dr. Ir. Syahyuti, M.Si, Dr. Ir. Sobrizal, M.Sc., Wiji Astutiningsih, SP., MP., Ir. Winarno Tohir., Ir. Ayub Darmanto dan Ir. HME Achdijat Basari.

Pemulia kedelai yang diwakili oleh Dr. Gatut Wahyu Anggoro menyampaikan pengajuan usulan calon VUB kedelai berjudul “IBK/Argop-296-10, Grob/IAC-453-7 dan IBK/Argop-276-3, galur harapan kedelai toleran naungan potensi hasil tinggi berukuran biji besar. Disampaikan apabila galur-galur harapan yang diusulkan lebih baik dibandingkan varietas kedelai toleran naungan yang sudah ada. Galur galur harapan tersebut diperoleh melalui serangkaian proses pemuliaan yang cukup panjang mulai identifikasi tetua, pembentukan populasi bersegregasi, seleksi, pengujian hingga uji adaptasi. Harapannya dapat diperoleh VUB toleran naungan yang berbiji besar, potensial untuk dikembangkan di lahan yang ternaungi sehingga dapat meningkatkan produksi kedelai nasional.

Dua calon VUB yang direkomendasikan untuk dilepas adalah IBK/Argop-296-10 dan Grob/IAC-453-7 mempunyai keunggulan dibandingkan varietas toleran naungan yang telah dirilis sebelumnya yaitu Dena 1 dan Dena 2. Kedua calon VUB mempunyai potensi hasil rata-rata 3,42 ton/ha dan 3,43 ton/ha, rata-rata hasil masing-masing 2,25 dan 2,31 ton/ha. Karakter bobot biji tergolong berukuran besar dan lebih besar daripada varietas Dena 1 dan Dena 2. Klasifikasi ukuran biji berdasarkan bobot 100 biji dapat dikategorikan: kecil (< 10 g), sedang (10-14 g) dan besar (>14 g), kedua calon VUB kedelai tergolong biji besar dengan bobot 100 biji masing-masing sebesar 18,09 dan 18,55 gram. Nama yang diusulkan untuk kedua calon VUB kedelai yaitu Denasa 1 dan Denasa 2 merujuk pada karakter kedelai toleran naungan berbiji besar.

Tim pemulia kacang tanah yang diwakili oleh Ir. Joko Purnomo, M.S. memaparkan usulan calon VUB Kacang tanah dengan judul “GH2 dan GH10 galur harapan kacang tanah tinggi O/L, hasil tinggi dan tahan penyakit karat dan bercak daun. Seiring dengan kemajuan teknologi industri olahan akan memicu peningkatan kebutuhan kacang tanah segar. Hal ini terkendala masih terbatasnya VUB yang tahan terhadap kendala biotik (penyakit bercak/karat daun dan layu bakteri) selain lahan produktif yang semakin terbatas.

Dua calon VUB kacang tanah yang diusulkan GH2 memiliki rata-rata hasil 4,2 ton/ha dengan potensi hasil 4,9 ton/ha dan calon varietas GH10 memiliki rata-rata hasil 4,1 ton/ha dengan potensi hasil 4,5 ton/ha. Selain itu kedua calon VUB tersebut tahan terhadap penyakit karat dan bercak daun serta tahan penyakit layu bakteri. Kelebihan lainnya kedua calon VUB memiliki kandungan protein dan lemak cukup tinggi, serta daya adaptasi pada agroekosistem sawah dan tegal/lahan kering yang cukup baik. Oleh karena itu calon VUB kacang tanah GH2 dan GH10 diharapkan dapat segera dirilis sehingga dapat meningkatkan produktivitas, serta tahan penyakit karat dan bercak daun. Nama kedua calon VUB yang diusulkan masing masing KTM-75 dan KTM-64, KTM merupakan singkatan dari Kacang Tanah dari Malang.

Hasil kerja keras ini merupakan kerjasama dari tim pemulia kedelai yang terdiri dari : Dr. Gatut Wahyu AS, Dr. Titik Sundari, Ir. Suhartina, M.P., Dr. Novita Nugrahaeni dan Purwantoro, S.P. Demikian juga dengan tim pemulia kacang tanah yang dipimpin Ir. Joko Purnomo, M.S. yang semuanya didukung oleh Pusat Penelitian dan PengembanganTanaman Pangan.

Peluncuran VUB kedelai dan kacang tanah ini sangat dinantikan. Ke depan diharapkan VUB tersebut dapat berkembang dan dimanfaatkan oleh petani dan industri, meningkatkan produktivitas kedelai dan kacang tanah serta membawa kesejahteraan bagi petani dan pelaku industri.

sidang

Presentasi calon VUB kacang tanah oleh Ir. Joko Punomo, M.S.

sidang1

Presentasi calon VUB Kedelai oleh Dr. Gatut Wahyu AS

Suasana sidang pelepasan calon VUB

Suasana sidang pelepasan calon VUB

Tim penilai dan tim Balitkabi

Tim penilai dan tim Balitkabi

FCI, INA, NN, GWAS, JP