Berita » Balitkabi Ajukan PIRT Produk Olahan Aneka Umbi

Setiap kali Balitkabi mengikuti pameran dan sosialisasi produk olahan berbasis aneka umbi, pengunjung merasa tidak puas hanya mencicipi produk yang dipamerkan, maunya mereka juga membeli oleh-oleh untuk dibawa pulang. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut sekaligus membuka peluang untuk memproduksi dan menjual produk olahan aneka umbi di pasaran, maka diperlukan sertifikati Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT). PIRT sebagai ijin edar produk tersebut yang telah memenuhi standar kelayakan dari segi bahan baku dan bahan tambahan, proses dan fasilitas produksi, hygiene, dan sanitasi. Sertifikat ini diberikan kepada usaha makanan skala rumah tangga yang daya tahan simpan produknya lebih dari tujuh hari dan memiliki risiko kerusakan rendah. Produk-produk yang tingkat risikonya tinggi, seperti yang mengandung susu, daging hewani, ikan dan makanan beku harus mendapat ijin edar dari BPOM. Untuk itu, bulan Maret lalu, Balitkabi melalui KPRI Manggala Bhakti mengajukan PIRT ke Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang sebagai instansi yang berwenang untuk mengeluarkan sertifikat PIRT. Dua merek yang diajukan yang masing-masing terdiri atas 5 produk, yakni ILETRI-Food untuk tiwul instan dan cake tape (bahan baku tepung ubikayu), kue kering canana coffee (tepung ganyong), kue kering semprit (pati garut), pangsit goreng mbote (pasta kimpul). Merek kedua adalah Sweet-Cass untuk produk kue kering bola-bola cassava dari tepung ubikayu, stick mocaf (tepung mocaf), stik ubijalar (pasta ubijalar), kue kering lidah kucing dan kue kering sweet potato chocochips (tepung ubijalar). Selain mengisi formulir pendaftaran PIRT, penanggungjawab usaha makanan tersebut wajib mengikuti penyuluhan dari Dinkes dan Disperindag Kabupaten Malang. Penyuluhan yang dilaksanakan tanggal 14 April 2014, diikuti oleh Ir. Erliana Ginting, MSc. dan Rahmi Yulifianti, STP. Tahap terakhir adalah survei oleh staf Dinkes Kabupaten Malang untuk melihat lokasi produksi, tata letak dan proses produksi serta hygiene dan sanitasi tempat produksi yang dilaksanakan tanggal 23 April 2014 di Laboratorium Teknologi Pangan, Balitkabi. Hasil survei menunjukkan bahwa produk olahan dari dua merek tersebut telah memenuhi standar untuk mendapatkan sertifikat ataupun nomor PIRT dan sertifikat tersebut akan diserahkan sebulan kemudian. Nomor PIRT tersebut selanjutnya akan dicantumkan dalam kemasan produk olahan aneka umbi yang rencananya akan dibuat lebih menarik dengan konsultasi dan pemesanan ke Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Propinsi Jawa Timur. Semoga dengan proses ijin edar (No. PIRT) tersebut, produk olahan berbahan baku lokal aneka umbi dapat semakin dikenal dan disukai masyarakat sekaligus mendukung diversifikasi pangan dan meningkatkan citranya.

Survei kelayakan PIRT oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Malang di Laboratorium Teknologi Pengolahan Balitkabi

Beberapa produk olahan aneka umbi yang diusulkan untuk mendapatkan ijin PIRT dari Dinas Kesehatan Kabupaten Malang.

Rahmi dan Erli/AW