Berita » Balitkabi Angkat Hasil Penelitian Kacang Tanah pada Konferensi Mikologi International

Dua peneliti Balitkabi, Ir. Erliana Ginting, M.Sc., dan Dr. A.A. Rahmianna, mengangkat hasil penelitian kacang tanah pada konferensi mikologi international di Yogyakarta. Pertemuan ilmiah bertajuk International Conference on Mycological Aspects of Food and Feed Safety diselenggarakan di Yogyakarta, 27-28 Juni 2013 atas kerjasama Fakultas Teknologi Pertanian, UGM dengan CEMycoS (Centre of Excellent on Mycotoxin Studies) dan ILSI Southeast Asia Region. Pada kesempatan tersebut, Dr. A.A. Rahmianna menjadi narasumber dengan materi ”Drough tolerant and A. flavus infection resistant variety (Litbang Garuda5) as one of technology innovation to control aflatoxin contamination: An effort to support processed-peanut industry in Indonesia”. Ir. Erliana Ginting M.Sc. dalam sidang paralel menyampaikan makalah berjudul ”Infection of A. flavus and physical quality of peanuts collected from farmers, local markets, and processors: A study case in Banjarnegara District, Central Java”.Konferensi diikuti oleh 162 orang peserta, terdiri dari para pakar/ahli di bidangnya, dosen dan mahasiswa dari berbagai peguruan tinggi dalam dan luar negeri, perusahaan, peneliti litbang kementerian, LIPI, pakar internasional. Konferensi membahas 36 makalah disampaikan secara oral dan sisanya 34 makalah dalam bentuk poster. Topik yang disampaikan cukup beragam, meliputi jenis dan keberadaan mikotoksin serta dampaknya terhadap kesehatan, mycotoxin risk assessment, regulasi ambang batas mikotoksin, metode analisis terkini dan teknik samplingnya, metode dan mekanisme reduksi mikotoksin baik secara fisik, kimia maupun biologis, biodiversity kapang dan kontaminasi mikotoksin pada berbagai komoditas pangan dan pakan (kacang tanah, jagung, gaplek, beras, sorgum, kecap, susu, kakao, kopi), serta pengendalian kontaminasi mikotoksin melalui kegiatan pra-dan pasca-panen yang tepat. Respon dan apresiasi peserta terhadap kedua makalah yang disampaikan dari Balitkabi cukup baik. Telah tersedianya varietas kacang tanah toleran kekeringan dan infeksi A. flavus sebagai upaya pencegahan awal kontaminasi aflatoksin di lapangan juga mendapat penekanan ulang pada penyampaian closing remarks oleh Dr. Geoffry Smith, Director of ILSI Southeast Asia Region, sponsor utama dari kegiatan konference ini. Secara umum, saling tukar informasi melalui kegiatan ini sangat bermanfaat untuk menambah wawasan dan network peneliti Balitkabi.


Prof. Dr. Endang S. Rahayu sebagai ketua panitia menyampaikan sambutannya (kiri) dan Mrs. Xing Jie
mempresentasikan teknik analisis mikotoksin terkini dengan Ultra Fast Mass Spectrometry (kanan).
Foto bersama peserta conference di depan Balairung Kantor Pusat UGM (kiri) dan Dr. A.A. Rahmianna bersama Dr. Geoffry Smith
(Director of ILSI Southeast Asia Region) dan Dr. R.C.N. Rachaputi dari University of Queensland, Australia (kanan).

Ir. Erliana Ginting MSc sedang menyampaikan paparannya mengenai infeksi A. flavus pada kacang tanah (kiri) dan
kedua peneliti Balitkabi yang berpartisipasi dalam conference tsb (kanan).

Erli/AW