Berita » Diseminasi Pangan Olahan kepada Mahasiswa Manokwari

Selain kepada petani dan peternak, Balitkabi lewat Proyek ACIAR AH/2007/106, juga mendesiminasikan hasil penelitian aneka kacang dan umbi kepada mahasiswa dan dosen bidang pertanian. Pelatihan produk olahan ubijalar dan kedelai untuk 22 orang mahasiswa, dosen dan staf Fakultas Pertanian Universitas Negeri Papua (UNIPA), pada 5 November 2014 di Manokwari, bahkan juga diikuti Dharma Wanita UNIPA dan peneliti BPTP Papua Barat. Pelatihan serupa juga diberikan untuk 25 orang mahasiswa semester I, III, V, VII, staf dan dosen Sekolah Tinggi Penyuluh Pertanian (STTP) Manokwari pada 6 November 2014. Mahasiswa STTP Manokwari berasal dari empat provinsi: Maluku, Maluku Utara, Papua, dan Papua Barat. Mereka dilatih oleh Peneliti dan teknisi Lab Pangan Balitkabi, Ir. Erliana Ginting M.Sc., Suprapto S.P. dan Lina Kusumawati S.Si bersama pendamping dari oleh Tim ACIAR Project, Dr. Sukendra Mahalaya (Project Manager) dan Triono A. Syahputra MSi (perwakilan di Manokwari).

Mahasiswa, dosen/staf, dan Dharma Wanita UNIPA Manokwari saat praktik membuat es krim, mie, kue mangkok, dan brownies dari ubijalar
serta penyerahan sertifikat pelatihan oleh Dr. Sukendra Mahalaya kepada Ketua Dharma Wanita UNIPA.

Peserta diberi gambaran tentang skor pola pangan harapan (PPH) penduduk Indonesia yang belum mencapai ideal karena konsumsi jenis pangan yang belum beragam dan berimbang. Peningkatan konsumsi umbi-umbian dan kacang-kacangan memiliki peran penting untuk mencapai skor ideal tersebut. Ubijalar yang dominan dikonsumsi masyarakat Papua dan Papua Barat sebagai makanan pokok perlu terus dipertahankan dalam rangka diversifikasi pangan, namun diiringi dengan peningkatan konsumsi makanan sumber protein seperti kacang-kacangan dan ikan. Bentuk olahan ubijalar yang beragam dari yang biasa dikenal masyarakat (dibakar batu dan direbus) juga perlu disosialisasikan, terutama kepada generasi muda seperti mahasiswa dan calon penyuluh pertanian yang akan bertugas ke daerah-daerah pedalaman. Tidak lupa juga dijelaskan varietas-varietas unggul ubijalar dan kedelai yang dapat dipilih untuk dikembangkan di daerah mereka.

Mahasiswa STPP Manokwari praktik membuat tempe, cassava blanca, dan mie ubijalar.Stik dan kubus instan ubijalar serta beberapa kue kering dari tepung ubijalar disajikan untuk dicicipi oleh peserta. Selanjutnya olahan dari pasta ubijalar, seperti puding, onde-onde, kue mangkok, martabak manis, mie, selai, dan es krim, brownies dari tepung ubijalar serta susu dan tempe kedelai (varietas Anjasmoro) dipraktikkan dengan semangat oleh peserta, termasuk ibu-ibu Dharma Wanita. Banyaknya pertanyaan yang dilontarkan oleh peserta menggambarkan antusiasme mereka. Pertanyaan kreatif pun muncul dari mahasiswa STTP saat melihat praktik mie ubijalar: “Ibu, apakah mie juga bisa diolah dari jenis ubi-ubian lain, seperti ubikayu, keladi (kimpul) dan talas yang banyak terdapat di Papua?”. Kami jawab: “Tentu saja pastanya 50% bisa digunakan sebagai bahan campuran mie dengan kualitas yang relatif sama dengan mie ubijalar”.

Susu kedelai dan puding ubijalar ungu hasil praktik mahasiswa STPP Manokwari. Gayung pun bersambut, UNIPA akan mengadakan lomba kreativitas olahan ubijalar dalam rangka Dies Natalis UNIPA bulan Desember mendatang. Sementara STPP akan mewajibkan peserta yang ikut dalam pelatihan ini untuk menyusun materi penyuluhan olahan ubijalar atau kedelai dalam bentuk tulisan, paparan, dan praktik kepada mahasiswa lain yang belum mengikuti pelatihan ini sebagai salah satu syarat dalam kegiatan akademik mereka. Juga direncanakan untuk membuat olahan serta memasarkannya sebagai kegiatan wirausaha mahasiswa. Melihat antusias peserta, Dr. Sukendra Mahalaya menyerahkan peralatan yang digunakan dalam ToT ini (mixer, blender, dan gilingan mie) kepada Laboratorium STPP serta berencana mengadakan lomba antarmahasiswa secara berkelompok dengan hadiah berupa peralatan pengolahan sehingga dapat digunakan peserta pada saat praktik lapang di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP). Secara khusus Dr. Colin Cargill, Project Leader ACIAR AH/2007/106 memberikan apresiasi dan berterima kasih kepada Balitkabi yang telah berkontribusi dalam kegiatan ToT di dua lokasi (Wamena, Papua, dan Manokwari, Papua Barat) dengan total peserta mencapai 168 orang, suatu jumlah yang fantastis menurut beliau. Semoga peran serta Balitkabi ini bermanfaat bagi saudara-saudara kita yang berada di ujung Timur Indonesia.

E. Ginting /AW