Berita » Balitkabi Berpartisipasi dalam Baseline Survei TTP Di Tanah Laut Kalsel

Di Indonesia, transfer inovasi teknologi hasil penelitian pertanian ke petani masih perlu dipercepat agar hasilnya segera dapat dirasakan petani. Untuk mempercepat transfer inovasi tersebut, Balitbangtan pada tahun 2015 akan membangun Taman Teknologi Pertanian (TTP) yang salah satunya berada di Kabupaten Tanah Laut Provinsi Kalimantan Selatan.

Terkait dengan hal tersebut, pada tanggal 6‒8 April 2015 Balitbangtan dikoordinir oleh Puslitbang Horti melakukan Baseline Survei di calon lokasi akan dibangunnya TTP di Kabupaten Tanah Laut, yakni di Desa Telaga dan Batelai Kecamatan Takisung.

Survei dilakukan dengan metode PRA oleh peneliti dari berbagai Balai Komoditas, diantaranya peneliti dari Balitjestro, Balithi, Balitnak, Balitbo, dan Balitkabi. Tim PRA dibagi menjadi dua kelompok, yakni satu kelompok melakukan PRA di Desa Batelai, dan satu kelompok melakukan PRA di Desa Telaga.

Pada kesempatan tersebut, Balitkabi yang diwakili oleh Prof. Dr. Arief Harsono, tergabung pada Tim yang melakukan PRA di Desa Telaga. PRA dilakukan dengan melakukan FGD dengan Kepala Desa, Kelompok Tani, dan Tokoh Desa Telaga dengan melakukan wawancara dan survei lapang untuk menggali potensi, masalah, dan solusi ke depan yang dapat dilakukan dalam rangka membangun TTP di daerah tersebut (Gambar 1).

Gambar 1. Kegiatan FGD dan survei di lapangan Tim PRA Balitbangtan dengan perangkat desa dan kelompok tani di Desa Telaga, Kecamatan Takisung Kabupaten Tanah Laut.

Gambar 1. Kegiatan FGD dan survei di lapangan Tim PRA Balitbangtan dengan perangkat desa dan kelompok tani di Desa Telaga, Kecamatan Takisung Kabupaten Tanah Laut.

Hasil PRA menunjukkan bahwa jenis lahan di Desa Telaga sebagian besar adalah sawah beririgasi semi teknis. Topografi desa tergolong relatif datar, berketinggian antara 10‒200 m dari permukaan laut dengan kemiringan 5‒30%, berjenis tanah Podsolik Merah Kuning, dengan sumber pengairan dari sumber air pegunungan dan curah hujan. Di desa ini terdapat tiga embung, dengan coverage lahan sawah seluas 595 ha, IP 200 seluas 30% dan sisanya 70% ber IP 100, selebihnya berupa lahan kering/tegalan, dan perkebunan yang sebagian besar berupa kebun sawit dan karet. Oleh karena itu, dengan perbaikan tataguna air dan pola tanam, diharapkan masyarakat di desa ini akan mampu meningkatkan IP pertanamannya.

Tabel 1. Penggunaan lahan di Desa Telaga, Kabupaten Tanah Laut.

Tabel 1. Penggunaan lahan di Desa Telaga, Kabupaten Tanah Laut.

Gambar 2. Peta penggunaan lahan di Desa Telaga Kecamatan Takisung.

Gambar 2. Peta penggunaan lahan di Desa Telaga Kecamatan Takisung.

Komoditas yang selama ini menjadi andalan masyarakat dan potensial dapat dikembangkan diantaranya adalah padi sawah, padi rawa, ubikayu, jagung manis, sawit, karet, jeruk siam banjar, kacang panjang, cabe, terong, bayam anggrek, sapi, ayam ras, dan itik.

Masalah yang dihadapi petani dalam pengembangan usahatani yang utama adalah masalah penyediaan alsintan berupa alat olah tanah, tanam, panen dan prosesing hasil panen, tata guna air, penyediaan bibit unggul, inovasi teknologi baru dan lemahnya posisi petani dalam hal pemasaran hasil.

Tindak lanjut dari PRA ini, Tim Balitbangtan yang dikoordinir oleh Puslitbang Horti akan segera menyusun rancang bangun TTP Kabupaten Tanah Laut di Desa Telaga dan Batelai Kecamatan Takisung.

AH