Berita » Balitkabi Berpartisipasi pada Persiapan Agro Science Park Tapin dan Tanah Laut

Transfer inovasi teknologi pertanian ke petani hingga kini belum sepenuhnya sesuai dengan yang diharapkan, hal ini juga terjadi di hampir sebagian besar negara berkembang. Untuk mempercepat transfer inovasi teknologi tersebut, Badan Litbang Pertanian pada tahun 2015 akan membangun enam Agro Science Park (ASP) di tingkat provinsi, dan 10 Agro Techno Park (ATP) di tingkat kabupaten, yang ke depan diharapkan akan dikembangkan lebih lanjut di provinsi dan Kabupaten lain.

Kalimantan Selatan merupakan salah satu provinsi yang akan dibangun dua ATP masing-masing di Kabupaten Tapin dan Tanah Laut. Sehubungan dengan rencana pembangunan ATP tersebut, Kepala Badan Litbang Pertanian bersama pejabat Eselon II di antaranya Kepala BBSDLP, BB Mektan, Puslitbang Tanaman Pangan, PSEKP, dan BPTP Kalsel, serta beberapa peneliti pendamping ATP dari Balai Komoditas, di antaranya Balitkabi (diwakili Prof. Arief Harsono), Balitsereal, Balitjestro, Balithi, Balitnak, dan Balitvet, pada tanggal 1 April 2015 mengadakan audiensi dan kunjungan lapang ke calon lokasi ATP di Kabupaten Tapin bersama Bupati Tapin Drs. H. M. Arifin Arpan, MM, dan juga mengadakan audiensi dan kunjungan lapang ke Kabupaten Tanah laut bersama Bupati Tanah Laut H. Bambang Alamsyah, ST.

Kepala Badan Litbang Pertanian dengan Bupati Tapin (kiri) dan Bupati Tanah Laut (kanan)

Kepala Badan Litbang Pertanian dengan Bupati Tapin (kiri) dan Bupati Tanah Laut (kanan)

Prov Kalimantan Selatan BPTP Kalimantan Selatan telah membuat Predesign ATP di Kab. Tapin, dan telah dibahas bersama di BPTP Kalimantan Selatan pada 2 April 2015. Pembahasan dipimpin oleh Kapus PSEKP, diikuti oleh Kepala BPTP Kalimantan Selatan dan sejumlah peneliti pendamping ATP dari berbagai Balit Komoditas.

ATP akan dibangun di hamparan lahan seluas sekitar 100 ha, dengan komoditas utama padi, jagung, bawang merah, cabe, tanaman perkebunan, sapi, itik, dan ikan air tawar. Untuk rancang bangun, kaitannya dengan landscaping disarankan menggunakan jasa konsultan yang ahli di bidangnya.

Kunjungan Lapang Kepala Badan Litbang Pertanian bersama Bupati Tanah Laut ke lokasi calon ATP di Kabupaten Tanah Laut (kiri).

Kunjungan Lapang Kepala Badan Litbang Pertanian bersama Bupati Tanah Laut ke lokasi calon ATP di Kabupaten Tanah Laut (kiri).

Peneliti Balitkabi (Prof Dr Arief Harsono), Baitsereal dan BPTP Kalimantan Selatan saat kunjungan lapang di calon lokasi ATP Kabupaten Tapin (kanan). Di Kabupaten Tanah Laut, bidang pertanian menjadi fokus utama pembangunan di antaranya akan dilakukan: perlindungan lahan sawah (padi) untuk tidak beralih fungsi ke lahan perkebunan, pemanfaatan lahan-lahan terlantar dengan bekerjasama dengan petani dan stakeholder yang lain, rancang bangun tata kelola saluran air irigasi untuk pertanian 15-25 tahun ke depan, dan akan dibangun pelabuan di Kecamatan Jorong untuk mendukung pembangunan perekonomian di Tanah Laut.

Oleh karena itu Kabupaten Tanah Laut sangat welcome dan akan mendukung dengan sharing anggaran untuk membangun ATP di wilayahnya. Rencana revisi anggaran pun akan dilakukan untuk membangun infrastruktur utamanya dalam hal pembangunan jalan di wilayah yang akan dibangun ATP.

Pembahasan Predesign ATP Kabupaten Tapin di BPTP Kalimantan Selatan 2 April 2014 di Pimpin oleh Ka PSEKP Dr. Handewi.

Pembahasan Predesign ATP Kabupaten Tapin di BPTP Kalimantan Selatan 2 April 2014 di Pimpin oleh Ka PSEKP Dr. Handewi.

Bupati juga menyampaikan bahwa di Tanah laut terdapat pabrik tepung tapioka dengan kapasitas sangat besar (sekitar 30 ribu ton/hari) tetapi tidak berjalan karena minimnya pasokan bahan baku. Di Tanah Laut juga terdapat sekitar 5.000 ha sawah yang rawan genangan/banjir akibat aliran air dari kabupaten/daerah lain.

Sehubungan dengan hal itu Bupati minta kepada Kepala Badan Litbang Pertanian untuk dapat membantu penyediaan teknologi budidaya ubikayu yang produktif dan efisien rancang bangun tataguna air yang dapat digunakan hingga 15-25 tahun ke depan.

Untuk itu Kepala Badan Litbang Pertanian meminta kepada Balitkabi untuk menyiapkan teknologi budidaya ubikayu di Tanah Laut yang mampu menghasilkan umbi 60 t/ha, dan BB Mektan untuk menyiapkan design tataguna air sesuai dengan permintaan Bupati tersebut.

Prof A. Harsono/AW