Berita » Balitkabi Berperan dalam “Workshop Penerapan Teknologi Budidaya Kedelai”

Balitkabi menjadi salah satu narasumber dalam kegiatan Workshop Penerapan Teknologi Budidaya Kedelai dalam rangka pemantapan pelaksanaan kegiatan Pengembangan Kedelai intensifikasi dan PAT Kedelai tahun 2016 di Jawa Timur yang diprakarsai oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Pertanian Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang diadakan di Kota Batu pada 3 Agustus 2016. Peserta pelatihan terdiri dari Kepala Seksi Dinas Pertanian dari 27 Kabupaten di Jawa Timur, Petugas Lapang/POPT serta kelompok tani yang berjumlah sekitar 69 orang.

Pelatihan telah dimulai pada 2 Agustus 2016 yang dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pertanian Prov. Jawa Timur. Dengan pelatihan ini diharapkan petugas dapat mendorong minat petani untuk menanam kedelai sehingga program percepatan swasembada kedelai dapat dicapai serta meningkatkan peran petani penangkar benih kedelai atau calon penangkar benih kedelai dalam memenuhi kebutuhan benih kedelai bermutu tinggi paling tidak di wilayah Jawa Timur.

Perluasan areal tanam kedelai yang dapat diupayakan untuk lokasi Jawa Timur berada agroekologi sawah dan lahan kering. Berkaitan dengan hal ini Balitkabi menyampaikan materi “Teknologi Budidaya Spesifik Lokasi di Jawa Timur” yang diwakili oleh Dr. Runik Dyah Purwaningrahayu pada hari kedua pelatihan tanggal 3 Agustus 2016.

Dalam kesempatan ini dipaparkan beragam varietas kedelai terbaru yang dihasilkan oleh Balitkabi dalam menjawab tantangan beragam kendala spesik lokasi (cekaman air baik kekeringan maupun jenuh air, kemasaman tanah, cekaman garam/salinitas, dan naungan) yang berada di wilayah Prov.

Jawa Timur, serta teknologi budidaya kedelai pada berbagai agroekosistem seperti: lahan kering, lahan sawah, lahan salin, lahan dengan pH tinggi/alkalin, lahan dibawah tegakan pohon, tumpangsari, dan tumpang sisip. Materi pelatihan pasca panen kedelai disampaikan oleh Ir. Erlliana Ginting, M.Sc. tentang “Penanganan Pasca panen dan Pengolahan Hasil Komoditas Kedelai”.

Kegiatan pasca panen memiliki peran penting dalam menghasilkan kedelai berkualitas tinggi yang akan digunakan dalam aneka olahan makanan berbahan baku kedelai. Disampaikan pula karakteristik kimia maupun organoleptik penting dari berbagai jenis varietas kedelai serta beragam produk olahan menggunakan kedelai.

Ditekankan juga bahwa mutu kedelai lokal jauh baik dari segi kimiawi pangan dan cita rasa dibandingkan kedelai impor. Peserta antusias dengan timbulnya banyak pertanyaan seperti fisiologi pembungaan kedelai, penggunaan pupuk organik/anorganik, hubungan hara dengan kadar kimia biji kedelai.

8-8-16(2)

RDP