Berita » Balitkabi berperan dalam Workshop Teknologi Budidaya Kedelai Provinsi Banten

serang

Balitkabi menjadi salah satu narasumber dalam kegiatan Workshop Penerapan Teknologi Budidaya Kedelai dan Evaluasi Program Seribu Desa Mandiri Benih (SDMB). Acara tersebut diprakarsai oleh Pemerintah Provinsi Banten melalui Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Banten, dan diselenggarakan pada hari Rabu-Kamis 30−31 Maret 2016 di Serang Banten. Peserta pelatihan terdiri dari petani calon penangkar benih dan PPL se-Provinsi Banten dengan jumlah sekitar 60 Orang. Acara secara resmi dibuka oleh Kepala Distanak Provinsi Banten Ir. H. Agus M. Tauchid S, MSi.

Dalam sambutannya, Kepala Distanak Provinsi Banten memberikan apresiasi yang besar kepada peserta baik petani maupun PPL karena di tangan merekalah semua program pertanian yang diluncurkan oleh pemerintah dapat berjalan sesuai harapan pemerintah yakni mencapai swasembada padi, jagung, dan kedelai. Khususnya terhadap komoditas kedelai di Provinsi Banten, peran petani penangkar kedelai masih sangat kecil yaitu sekitar 3%, hal ini disebabkan karena minat petani untuk menanam kedelai masih rendah. Meskipun demikian wilayah Banten cukup potensial untuk pengembangan komoditas kedelai terutama di Kab. Lebak, Pandeglang, Serang, Kota Serang serta Tangerang Selatan. Sejalan dengan program Seribu Desa Mandiri Benih (SDMB) di kawasan Provinsi Banten maka diharapkan dapat menumbuhkan minat petani untuk mengusahakan kedelai dengan menyelesaikan problem pengadaan benih kedelai bermutu yang hingga saat ini masih menjadi kendala tercapainya swasembada kedelai.

Balitkabi mendapatkan tugas untuk menjadi narasumber dengan materi “Penerapan Teknologi Budidaya Kedelai Spesifik Lokasi” yang disampaikan oleh Dr. Runik Dyah Purwaningrahayu. Materi yang disampaikan deskripsi mengenai varietas-varietas terbaru yang dihasilkan oleh Balitkabi dalam menjawab tantangan beragam kendala spesik lokasi (cekaman air, kemasaman tanah, cekaman garam/salinitas, dan naungan) yang ada di Provinsi Banten, serta teknologi budidaya kedelai pada berbagai agroekosistem seperti: lahan kering, lahan sawah, lahan pasang surut, lahan masam dan lahan salin. Peserta terlihat sangat antusias dengan banyaknya pertanyaan yang dilontarkan diantaranya tentang varietas unggul kedelai, langkah-langkah mengantisipasi cekaman lingkungan, pemupukan, inokulasi, pasca panen hingga perbenihan. Peserta pelatihan juga sangat berharap dapat memperoleh benih varietas kedelai terutama: Dering, Gema, Demas, dan Dena, karena sesuai dengan agroekosistem spesifik lokasi di Banten yang bervariasi mulai dari jenis tanah masam, lahan kering, lahan perhutani serta lahan salin. Para peserta juga berharap ada demplot varietas baru di Banten agar petani berminat untuk mengusahakan kedelai di lahan pertanian mereka.

Pada workshop ini juga dilakukan pembahasan pelaksanaan Program dan Kegiatan Pengelolaan Produksi Budidaya Aneka Kacang dan Umbi, Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan PAT-PIP Kedelai tahun 2015, Teknologi Produksi Benih Kedelai serta Langkah Percepatan Pelaksanaan Kegiatan Pengelolaan Produksi Aneka Kacang dan Umbi Tahun 2016. Acara berakhir pada hari Kamis 31 Maret 2016 dan ditutup secara resmi oleh Kabid. Produksi Tanaman Pangan, Ir. Sobirin.


Dr. Runik Dyah Purwaningrahayu sedang memaparkan materi (kiri) dan peserta worksop (kanan).

RDP