Berita » Balitkabi Demonstrasikan Produk Unggulan di Kemenristekdikti pada Press Conferrence Public Expose Produk Hortikultura dan Produk Pangan Unggulan

Dua peneliti, Dian Adi Anggraeni Elisabeth dan Sutrisno, promosikan produk unggulan Balitkabi di acara Press Release Public Expose Produk Hortikultura dan Produk Pangan Unggulan.

Acara tersebut diselenggarakan oleh Direktorat Jendral Kelembagaan Kemenristekdikti dan dilaksanakan di Ruang Press Conference Gedung D KemneristekDikti pada hari Kamis 24 November 2016.

25-11-162

Acara dipimpin langsung oleh Kepala Direktorat Jendral Kelembagaan Kemenristekdikti dan dihadiri oleh puluhan awak media nasional seperti Kompas, Detikcom, BaliTV, JawaPost, Trubus dll. Selain Balitkabi, acara press release juga menghadirkan pusat unggulan iptek lain seperti PUI BB Padi Kemtan, PUI BB Pascapanen Kemtan, PUI hortikultura tropika IPB.

Dalam presentasinya, peneliti Balitkabi menyampaikan bahwa saat ini Balitkabi memiliki berbagai produk unggulan yang siap dimanfaatkan oleh pengguna atau konsumen. Salah satu produk yang saat ini sedang populer adalah kedelai Varietas Detam 1 dan Devon 1.

Kedelai Detam 1 memiliki Keunggulan yang sangat menarik berupa kandungan protein cukup tinggi hingga 45% sedangkan Varietas kedelai Devon 1 memiliki kandungan isoflavon tinggi hingga 2220 µg/g. Varietas Devon 1 ini merupakan varietas kedelai pertama yang diketahui memiliki kandungan isoflavon tinggi.

Isoflavon merupakan senyawa metabolit sekunder yang sangat bermanfaat bagi kesehatan manusia. Senyawa ini berperan sebagai antioksidan dalam menangkal radikal bebas yang masuk kedalam tubuh manusia. Dengan mengkonsumsi makanan berisoflavon tinggi, resiko penyakit kanker, penuaan, osteophorosis, dan penyakit kolesterol dapat dicegah atau dikurangi.

Selain menunjukkan produk varietas unggulan, Peneliti Balitkabi juga menjelaskan tentang kegiatan hilirisasi produk. Hilirisasi produk dilakukan dengan cara memberikan pelatihan kepada masyarakat untuk meningkatkan kreativitas dan nilai jual hasil panen aneka kacang dan umbi.

Pelatihan sudah diberikan kepada masyarakat di seluruh wilayah di Indonesia baik mereka datang langsung untuk belajar atau Balitkabi diundang ke daerah mereka. Beberapa produk hilir aneka kacang dan umbi telah dikembangkan bersama dengan industri kecil dan menengah. Misalnya kedelai hitam telah digunakan untuk bahan baku kecap salah satu industri menengah di kabupaten Probolinggo.

Sutrisno