Berita » Balitkabi “Dipinang” Unibraw untuk Kerjasama Penelitian Kembangkan Komoditas Porang

berita_25_jul_18aEmpat peneliti komoditas porang dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Porang Indonesia (P4I) milik Universitas Brawijaya berkunjung ke Balitkabi pada Selasa 24 Juli 2018. Tujuan kunjungan adalah untuk mengajak Balitkabi, yang merupakan salah satu UPT Balitbangtan dengan mandat penelitian aneka umbi, untuk mengembangkan komoditas porang lebih mendalam.

Kunjungan diterima langsung oleh Dr. Yuliantoro Baliadi selaku Kepala Balitkabi, Koordinator Program Dr. Andy Wijanarko, Kasi Jaslit Bambang Sri Koentjoro, M.Kom., serta beberapa peneliti seperti Dr. Joko Susilo Utomo, Prof. Sudaryono, Dr. Febria Cahya Indriani, Sriwahyuningsih, S.P., dan Dr. Kartika Noerwijati.

Rodiyati Azrianingsih, S.Si., M.Sc., Ph.D., mewakili rombongan menyampaikan bahwa P4I telah dirintis mulai tahun 2011 yang meneliti porang mulai dari penanganan plasmanutfah, genetik, budi daya, pembibitan hingga pengolahan. Hingga saat ini permintaan porang terus meningkat tajam dan tidak dapat terpenuhi. Negara-negara yang banyak membutuhkan porang diantaranya adalah Jepang, China, Korea Selatan, dan Taiwan. P4I juga sedang mempersiapkan diri untuk meraih predikat Pusat Unggulan Iptek (PUI) dari Kemenristek Dikti.

“Dalam mengembangkan tanaman porang, masih banyak kendala yang dijumpai,” kata Rodiyati. Kendala tersebut diantaranya adalah: (1) Budi daya porang masih alami, (2) Belum banyak teknologi yang dikembangkan, (3) Kekurangan bibit, (4) Serangan hama dan penyakit yang menyebabkan penurunan kualitas umbi, (5) Petani kesulitan membedakan antara suweg, porang, dan iles-iles, (6) Kesulitan dalam pembuatan chip karena membutuhkan mesin yang besar, dan (7) Porang memiliki kandungan kalsium oksalat yang menyebabkan rasa gatal. Dengan melihat kendala yang ada pada tanaman porang, Rodiyati berharap bisa berkolaborasi dengan Balitkabi dalam mengembangkan tanaman porang, karena memiliki manfaat yang luar biasa.

berita_25_jul_18b

Menanggapi apa yang sudah disampaikan, Kepala Balitkabi menyampaikan bahwa pada prinsipnya Balitkabi sangat terbuka untuk melakukan kerjasama ini. “Ada tiga syarat dalam kerjasama penelitian”, kata Yuliantoro. Pertama adalah dapat mempercepat output yang telah ditetapkan, kedua kerjasama harus memberi manfaat, dan terakhir adalah sharing dana. Pada tahap pertama ini Balitkabi akan mengikuti arah penelitian yang sudah ditetapkan, namun ke depannya Balitkabi akan melakukan penelitian yang lebih mengarah ke pemanfaatan porang sebagai bahan pangan sesuai dengan tupoksinya.

“Kerjasama ini bukan yang pertama kita lakukan dengan Unibraw, namun merupakan kelanjutan dari kerjasama sebelumnya yang sudah cukup lama”, ujar Yuliantoro. Setelah pertemuan ini, diharapkan untuk segera melakukan pendaftaran tanaman porang yang memiliki potensi hasil dan kandungan glukomanan ke PVT.

Baik Balitkabi maupun P4I berharap bahwa kerjasama penelitian ini akan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi banyak orang.

KN