Berita » Balitkabi dukung Workshop Adopsi dan Penyebaran Varietas Unggul Ubi Kayu

Pada tanggal 17 Maret 2015 bertempat di hotel Santika Bogor diselenggarakan workshop “Strengthening Impact Assesment in CGIAR (SIAC)” yang diselenggarakan oleh CIAT. Acara ini dihadiri oleh perwakilan dari Balitkabi, BPPT Slusuban, Masyarakat Singkong Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Universitas Pajajaran, Universitas Jember, Cargill Indonesia, Pusat Analisis Sosek dan Kebijakan Pertanian Bogor, Institut Pertanian Bogor, CIAT Vietnam, dan CIP Bogor.

Peneliti Balitkabi yang hadir adalah Prof. Nasir Saleh, Dr. Sholihin, Ir. Erliana Ginting, dan Dr. Kartika Noerwijati. Worshop ini didasari atas fakta bahwa telah banyak varietas unggul ubi kayu yang telah dilepas, namun sejauh ini sebaran varietas unggul tersebut belum terdokumentasi dengan baik.

Acara dibuka oleh Dr. Didik Harnowo mewakili Bapak Kapuslitbang Tanaman Pangan Bogor. Dr. Didik mengemukakan antara lain : Puslitbang Tanaman Pangan sangat mendukung tujuan workshop yakni untuk menguatkan data base adopsi dan sebaran varietas unggul ubi kayu di Indonesia, dan data base mengenai adopsi penggunaan varietas unggul sangat penting bagi penyusunan kebijakan terkait riset.

Lima paper dipresentasikan pada workshop ini, yaitu :

  1. Dr. Mike Assfaw dari CIAT tentang “Empat Pilar terkait dengn tujuan worshop”
  2. Dr. Achmad Subagyo tentang “MOCAF (Modified Cassava Flour)”
  3. Dr. Sholihin tentang “Varietal release in Indonesia”
  4. Dr. Suwarto tentang “Seed system and capacity of national research program of Cassava”, dan
  5. Dr. Kartika Noerwijati tentang “Adoption and diffusion of cassava varietas in Indonesia”.

Pada akhir workshop ditentukan prioritas penelitian ubi kayu di Indonesia yaitu :

  1. Memperbaiki kerangka kebijakan untuk penyediaan bibit ubi kayu (distribusi dan regulasi bibit)
  2. Memperbaiki kesuburan tanah (unsure mikro dan pupuk organik)
  3. Produktivitas dan kadar pati tinggi
  4. Umur genjah (6 – 8 months)
  5. Memperbaiki masa simpan umbi setelah dipanen (secara genetik)
  6. Memperbaiki teknologi produksi dan distribusi bibit ubi kayu di tingkat petani
  7. Penelitian mengenai kebijakan pangan dan pertanian yang berkaitan dengan ubi kayu
  8. Mendukung petani kecil dalam intensifikasi budidaya ubi kayu dengan mempertimbangkan keterlibatan wanita tani
  9. Memperkuat kelembagaan dan kelompok tani dalam kegiatan pengolahan dan pemasaran, dan
  10. Penerapan mekanisasi dalam pembukaan lahan baru.
Dr. Didik Harnowo menyampaikan sambutan mewakili Kapuslitbang TP (kiri) dan menerima cinderamata dari Dr. Mike Assfaw, selaku wakil CIAT pada workshop SIAC di Bogor (kanan)

Dr. Didik Harnowo menyampaikan sambutan mewakili Kapuslitbang TP (kiri) dan menerima cinderamata dari Dr. Mike Assfaw, selaku wakil CIAT pada workshop SIAC di Bogor (kanan)

Foto bersama seluruh peserta workshop

Foto bersama seluruh peserta workshop

KN/EG