Berita » BALITKABI HADIR DI ENIP 2011

sagit--2

Dr. M. Syakir, Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan (Pulitbangbun) selalu menyampaikan, pada tataran operasional di lapang, tidak ada single komoditas, namun harus terintegrasi dengan berbagai komoditas.  Pernyataan beliau itu ada benarnya. Buktinya, komoditas kabi, sejak Expo Nasional Inovasi Perkebunan (ENIP) I 2010 selalu hadir dan digelar di tengah-tengah komoditas perkebunan. Tak hanya itu, di kebun karet dan kebun sawit di Kabupaten Lampung Timur, kedelai dan ubikayu sudah diteliti oleh peneliti Balitkabi. Bahkan di Ngawi Jawa Timur, produksi kedelai di bawah tegakan jati muda mampu mencapai 2,0 t/ha. Pada ENIP (Expo Nasional Inovasi Perkebunan) 2011 yang bertemakan Inovasi Mendukung Peningkatan Nilai Tambah, Daya Saing, dan Ekspor Perkebunan, berlangsung di Kartika Expo, Balai Kartini, Jakarta, tanggal 14-16 Oktober 2011,   aneka tanaman kacang dan umbi, potensial ditanam di antara tanaman perkebunan. Kedelai sudah mulai berkembang, memanfaatkan ruang di antara tanaman perkebunan muda.  Pada pameran in-door di kluster Produk Spesial dan Pangan Subtitusi, kedelai toleran naungan ditampilkan. Keragaannya di antara kelapa sawit, karet, dipaparkan dalam bentuk poster, untuk memperjelas ketersediaan teknologinya di lapang. Galur kedelai toleran naungan, yang dirakit oleh Dr. Titik Sundari, pemulia Balitkabi, siap dilepas pada tahun 2012.  Siner­gisme tanaman perkebunan dan tanaman pangan akan semakin kuat, jelas Dr Titik. Dalam rangkaian ENIP II, dilakukan Seminar Nasional Pestisida Nabati IV, Balitkabi hadir dengan 10 peneliti, untuk memaparkan kemajuan pestisida nabati yang telah diteliti dan dihasilkan produknya di Balitkabi. Enam makalah disam­paikan pada Seminar Pestisida Nabati. Di antaranya, Efikasi insektisida nabati berbahan mimba pengendali kutu kebul dipresentasikan oleh Kurnia Paramita Sari, S.P. Mimba cukup efektif mengendalikan kutu kebul dan saat pengendalian mulai umur 2 MST (minggu setelah tanam) hingga berbunga; penjelasan Ibu Mita, peneliti yunior Balitkabi, penuh percaya diri. Saat presentasi Bu Mita didampingi oleh peneliti seniornya, Dr. Suharsono. Dr. Yusmani Prayogo, peneliti Balitkabi, yang telah malang melintang dengan cendawan entomopatogen; dan ikut hadir pada ENIP II; banyak berdiskusi dengan pelaku dunia usaha di berbagai sektor tanaman.  ”Langkah-langkah kerja­sama dan merancang penelitian bersama, telah dibicarakan dan akan ditindak­lanjuti”, lapor Pak Yusmani kepada Kepala Balitkabi. Semoga produk Balitkabi akan semakin dikenal dan dimanfaatkan oleh pengguna.

Dr. Titik memamerkan kedelai toleran naungan