Berita » Balitkabi Hadiri FFD Kacang Tanah di Magetan

Acara panen bersama kacang tanah di Desa Pragak, Kec. Parang, Magetan.

Acara panen bersama kacang tanah di Desa Pragak, Kec. Parang, Magetan.

Acara Farm Field Day (FFD) merupakan bagian dari kegiatan Temu Lapang “Evaluasi Pelaksanaan Pengembangan Areal Tanam Kacang Tanah dalam Rangka Kegiatan Ekstensifikasi dan Diversifikasi Aneka Tanaman Kacang dan Umbi TA 2018”. Kegiatan dilaksanakan di Dukuh Puhrangcang, Desa Pragak, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan. Kegiatan percontohan dilaksanakan pada lahan seluas 1 ha pada Kelompok Tani Mekar Sari Desa Pragak. Acara dihadiri oleh 25 anggota kelompok tani, staf Dinas Pertanian Kab. Magetan, Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur, dan Aparat Desa setempat. Sebagai narasumber adalah Diperta Magetan, Diperta Prov. Jawa Timur, Balitkabi, dan Balai Proteksi Tanaman Prov. Jawa Timur.

Acara panen dilaksanakan pada areal percontohan. Hasil panen kacang tanah sekitar 4,49 t/ha polong kering atau setara dengan 2,7 t/ha ose. Acara dilanjutkan dengan temu wicara yang didahului pembukaan, doa, sambutan Diperta Magetan, laporan kelompok tani sebagai pelaksana demplot, evaluasi dari narasumber Balitkabi dan Balai Proteksi.

Sambutan dari Diperta Magetan disampaikan oleh Bapak Muh. Salim. Dalam sambutannya disampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari program pengembangan aneka kacang dan umbi dari Diperta Provinsi TA 2018. Sasaran utama adalah perluasan areal tanam kacang tanah dan peningkatan produksi. Dipilihnya Desa Pragak sebagai lokasi kegiatan karena merupakan salah satu sentra kacang tanah di Kab. Magetan.

Ketua Kelompok Tani Mekar Sari, Bapak Subari, menyampaikan bahwa luas areal kacang tanah di Desa Pragak adalah 200 ha dengan produksi 450 ton atau rata-rata produktivitas 2,25 t/ha. Lahan pertanian merupakan lahan sawah tadah hujan beririgasi pompa dengan pola tanam padi-padi-palawija. Palawija yang banyak ditanam adalah jagung dan kacang tanah. Varietas kacang tanah yang banyak ditanam adalah Varietas Lokal Parang dan Varietas Tuban.

Keragaan tanaman kacang tanah pada lahan demplot seluas 1 ha.

Keragaan tanaman kacang tanah pada lahan demplot seluas 1 ha.

Ir. Abdullah Taufiq, M.P. selaku narasumber dari Balitkabi menyampaikan bahwa jarak tanam yang digunakan petani terlalu rapat (20 cm x 20 cm) sehingga menyebabkan pembentukan polong kurang maksimal, serta penyakit karat dan bercak daun cukup tinggi karena sinar matahari terhalang masuk hingga ke tanah, selain itu kelembaban iklim mikro juga tinggi. “Ke depan, kami sarankan gunakan jarak tanam 40 cm x 10–15 cm, 1 tanaman/rumpun,” kata Taufiq.

Pemberian pupuk N dengan dosis agak tinggi dan pengairan terlalu banyak menyebabkan umur panen menjadi panjang. Taufiq menyarankan dosis pupuk ZA dikurangi menjadi 50 kg/ha, pengairan cukup 5–6 kali yaitu diberikan pada fase-fase kritis (perkecambahan, pembungaan, pembentukan polong, perkembangan dan pengisian polong, serta saat panen).

Petani kacang tanah di Magetan menentukan saat panen berdasarkan daun rontok. Hal tersebut kurang tepat menurut Taufiq, sehingga disampaikan bahwa cara menentukan waktu panen yang benar adalah berdasarkan kemasakan polong yaitu bila warna kulit polong bagian dalam sudah terlihat kehitaman.

Pola tanam tumpangsari antara kacang tanah dengan jagung dengan jarak jagung baris ganda 20 cm x 20 cm juga disampaikan untuk mengantisipasi gejolak harga. Bila harga jagung mahal dan kacang tanah jatuh atau sebaliknya, maka petani masih berpeluang mendapatkan keuntungan yang tetap tinggi. Harga kacang tanah saat ini (panen raya) Rp 3500‒4000/kg basah dan jagung Rp 4000‒4500/kg.

AT