Berita » Wamentan: Balitkabi Harus High Profile dan Maksimalkan Show Window

Di samping mendorong peneliti meningkatkan peran diseminasi secara lebih gaul dan high profile, Balitkabi perlu mengoptimalkan show windows teknologi secara lengkap. Lokasi show window harus di depan sehingga jika petani bertanya jawabannya sudah ada di situ secara lengkap baik tanamannya, bijinya atau umbinya.Demikian disampaikan oleh Wakil Menteri Pertanian, Dr Rusman Heriawan, saat memberikan pengarahan di Aula Balitkabi, Selasa (1/10). Peneliti yang selama ini lebih bersahaja, bekerja tekun, dan bicaranya dibatasi, sudah saatnya berubah, tampil beda, lebih gaul dan high profile. Wamentan khawatir bahwa jika berhadapan dengan petani, seorang prof tidak dipercaya oleh petani karena kebersahajaannya. Karena itu peneliti harus tampil lebih menarik dan meyakinkan dari sisi penampilannya.

Menangkap penjelasan oleh Prof Marwoto dan Ir Erliana Ginting sebelumnya, Dr Rusman menilai, bahwa teknologi dan inovasi sudah banyak dihasilkan oleh Balitkabi, masalahnya ada pada komunikasi. Oleh karena itu Wamentan meminta Balitkabi mengoptimalkan komunikasi. Salah satunya yang harus ada adalah show windows di depan kantor. Materi yang ada di show window tidak untuk dijual tetapi untuk penyuluhan. Show window sangat penting tidak hanya untuk menarik perhatian, tetapi jika petani bertanya jawabannya dapat diperoleh di show window tersebut. Syukur ada profesor yang menjaga, sehingga hasil penelitian dapat dikomunikasikan dengan masyarakat. “Balitkabi harus show-up untuk transfer knowledge atau inovasi kepada masyarakat. Syukur yang menjaga adalah peneliti yang cantik agar banyak yang mampir bertanya”, gurau Wamentan.Tentang temuan teknologi/inovasi baik itu varietas, teknologi, produk pangan, Wamentan mengapresiasi. Untuk dikomersialkan, urutannya memang inovasi lebih dulu, lalu ditunjukkan ke masyarakat. Namun kemudian harus ditindaklanjuti untuk skala lebih luas bekerjasama dengan industri, sehingga hasil penelitian dari Balitkabi dapat dimanfaatkan secara lebih luas. Pak Wamentan bercerita, sering mendampingi Presiden. Presiden bilang bahwa pada banyak pameran beliau sering menikmati bermacam-macam produk pangan olahan hasil inovasi di berbagai wilayah di Indonesia. Beliau menikmatinya. “Namun usai pameran, produk tersebut tidak ada di pasaran”, tutur pak Wamentan. Saatnya kini Balitkabi high profile dan menggalang kerjasama dengan industri. Untuk varietas dan perbenihan, Balitkabi perlu fokus. Tidak perlu semua varietas ditanam, namun fokus pada varietas yang disukai oleh petani, dan diperbanyak dalam skala besar. “Kalau perlu Balitkabi sewa lahan khusus untuk produksi benih yang disukai pasar”, tandas Wamentan yang juga mengajak semuanya untuk berjuang bersama-sama.
Selain staf Balitkabi, pengarahan Wamentan juga dihadiri oleh wakil-wakil BPTP, Balitjestro, LolitSapo, Balittas, STTP, Balai Pelatihan Pertanian Batu, bahkan Kapolsek pun oleh Wamentan dipersilakan mengikutinya. Hadir mendampingi Wamentan Kapus Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian.Usai pengarahan Wamentan dan rombongan meninjau UPBS dan fasilitas di Balitkabi. Rabu pagi (2/10), Wamentan meninjau lokasi Rencana Tempat Penyelenggaraan Penas 2014 di Stadion Kanjuruhan, di Kepanjen Kab Malang.
AW