Berita » Balitkabi Hasilkan Lima Paten Olahan Aneka Umbi

Tiwul instan, salah satu produk olahan berbahan baku ubi kayu yang telah dipatenkan.

Tiwul instan, salah satu produk olahan berbahan baku ubi kayu yang telah dipatenkan.

Sebagai lembaga riset yang bernaung di bawah Balitbangtan dan pusat unggulan iptek (PUI) aneka kacang dan umbi, Balitkabi dituntut untuk menghasilkan produk unggulan sebagai bagian dari scientific recognition yang diakui di tingkat nasional maupun internasional. Di samping varietas unggul dan karya tulis ilmiah, paten merupakan produk riset yang berkontribusi terhadap pemeringkatan suatu lembaga riset di tingkat dunia. Capaian jumlah paten, yakni invensi yang bernilai kekayaan intelektual juga menjadi salah satu indikator percepatan penciptaan teknologi yang diwujudkan dalam bentuk inovasi. Sampai dengan Juli 2018, Balitbangtan telah menghasilkan 153 paten di bidang pertanian, tertinggi di Indonesia.

Lima paten sederhana produk olahan aneka umbi dari Balitkabi termasuk di antara 153 paten tersebut yang terbit sertifikatnya pada tahun 2017 untuk “Komposisi Mie Ubi jalar” (IDP 000043493) dan “Formula dan proses pembuatan roti manis kimpul” (IDP000046881), serta tahun 2018 untuk “Formula dan proses pembuatan tiwul instan” (IDP000049705), “Komposisi es krim ubi jalar’ (IDS000001761), dan “Komposisi nugget kimpul” (IDS000001774). Inventor kelima invensi tersebut adalah staf peneliti dan teknisi dari Laboratorium Kimia dan Teknologi Pangan Balitkabi, yakni Ir. Erliana Ginting, M.Sc., Ir. Joko Susilo Utomo, M.P., PhD, Rahmi Yulifianti, STP, Dian Adi Anggraeni Elisabeth, STP, M.Agr.Sc., dan Suprapto, S.P. Satu produk lagi, yakni “Formula dan pembuatan jus ubi jalar orange dan ungu ” masih dalam proses penerbitan patennya di Ditjen Kekayaan Intelektual Kemenhumham.

Di antara enam produk tersebut, dua diantaranya, yakni es krim dan jus ubi jalar telah diproduksi secara komersial oleh inkubator bisnis (Inkubis), yakni pelaku bisnis skala UKM yang dimediasi oleh Balai Pengelola Alih Teknologi Pertanian (BPATP) Bogor dan didampingi secara teknis oleh inventornya. Menurut Detin Khoeretin, Inkubis asal Ciamis, Jawa Barat, respon pasar terhadap kedua produk tersebut cukup baik, bahkan saat ini sudah melayani permintaan dari luar kota Ciamis. Es krim dan jus ubi jalar juga laris manis saat dijual pada berbagai kesempatan pameran, diantaranya agro inovasi fair, hari pangan sedunia, dan lain-lain. Produk tiwul, mie ubi jalar, roti manis dan nugget kimpul juga cukup disukai pada saat disajikan di berbagai event pameran, gelar teknologi, dan pelatihan/bimtek produk olahan akabi sehingga diharapkan ke depan ada pelaku usaha makanan yang berniat untuk mengembangkannya secara komersial.

Inventor Ir. Erliana Ginting M,Sc. dan Detin Khoeretin, Inkubator bisnis es krim dan jus ubi jalar.

Inventor Ir. Erliana Ginting M,Sc. dan Detin Khoeretin, Inkubator bisnis es krim dan jus ubi jalar.

Mie ubi jalar ungu (kiri), roti manis kimpul (tengah), dan nugget kimpul (kanan).

Mie ubi jalar ungu (kiri), roti manis kimpul (tengah), dan nugget kimpul (kanan).

EG