Berita » Balitkabi Ikuti Koordinasi Penyiapan Benih Sumber Akabi Tahun 2020

Pembukaan Rakor RKA-KL 2020 oleh Sesditjen Tanaman Pangan.Bali,22/9/2019

Pembukaan Rakor RKA-KL 2020 oleh Sesditjen Tanaman Pangan.Bali,22/9/2019

Dalam rangka peningkatan produksi tanaman pangan tahun 2020, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan melakukan rapat koordinasi penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian/Lembaga RKA-KL pagu alokasi anggaran TA 2020 yang dilaksanakan pada 22-25 September 2019 di Bali.

Rapat Koordinasi merupakan agenda tahunan yang dimaksudkan untuk menyusun dan membahas rancangan anggaran 2020 dengan fokus pada peningkatan produksi, produktivitas, dan mutu tanaman pangan 2020 yang salah satunya pada penyediaan benih. Beberapa strategi untuk peningkatan produksi diantaranya dengan pemberian bantuan benih, pergantian varietas, dan penggunaan benih lokal. Selain itu juga dengan pemanfaatan lahan rawa, lahan kering, perkebunan, pematang dan tumpang sari.

Rakor dibuka oleh Sesditjen Tanaman Pangan dihadiri seluruh Eselon II dan III lingkup Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Dinas Pertanian, BPSB, dan BBI seluruh Indonesia.

Hadir sebagai narasumber tentang “Rambu-rambu dan aplikasi RKA-KL 2020” dari DJA Kemenkeu. “Kebijakan Program dan Anggaran Biro Perencanaan” oleh Biro Perencanaan, “Titik-titik Kritis Pelaksanaan Anggaran” oleh Inspektorat Jenderal Kementerian Pertanian. “Kegiatan Serealia, Akabi, Perbenihan, Perlindungan Tanaman, dan Pengolahan Hasil dan Pemasaran Tanaman Pangan” masing-masing disampaikan oleh Direktur Serealia, Direktur Akabi, Direktur Perbenihan, Direktur Perlindungan Tanaman, dan Direktur PPHTP. Dari Balitkabi Ir. Trustinah, M.P menyampaikan materi “Persiapan Kebutuhan Benih untuk Bantuan Pemerintah Tahun 2020 Benih Kedelai, Kacang Tanah, Kacang Hijau, Ubi Kayu, dan Ubi Jalar.

Peserta Rakor Penyusunan RKA-KL TA 2020 Dirjen TP (kiri)  dan Penyampaian persiapan penyediaan benih sumber oleh Balitkabi (kanan)

Peserta Rakor Penyusunan RKA-KL TA 2020 Dirjen TP (kiri) dan Penyampaian persiapan penyediaan benih sumber oleh Balitkabi (kanan)

Program Direktorat Jenderal Tanaman Pangan tahun 2020 untuk budi daya kedelai meliputi : (a) Kedelai monokultur dan tumpang sari seluas 500.000 ha di 21 provinsi dengan kebutuhan benih 20.000 ton, (2) Pengembangan benih kedelai berbasis korporasi 1.000 ha di satu (1) provinsi, dua (2) kota, dengan kebutuhan benih 40-50 ton, (c) Pengembangan produsen benih kedelai 1.150 ha di satu provinsi, satu kota dengan kebutuhan benih 46 ton, dan (d) Perbanyakan benih sumber kedelai seluas 163 ha di 27 provinsi, 30 kota, membutuhkan benih 6 ton.

Program Direktorat Jenderal Tanaman Pangan tahun 2020 untuk budi daya tanaman pangan lain meliputi : (1.a) Kacang tanah seluas 30.000 ha di 23 provinsi, 119 kota, membutuhkan benih 3.600 ton, (1.b) Pengembangan benih kacang tanah berbasis korporasi 500 ha, (2.a) Kacang hijau seluas 20.000 ha di 17 provinsi, 85 kota, membutuhkan benih 500 ton, (2.b) Pengembangan benih kacang hijau berbasis korporasi 400 ha, (3) Ubi kayu 20.000 ha di 16 provinsi, 50 kota, dan (4) Ubi jalar 2.500 ha di 3 provinsi, 18 kota membutuhkan 28.000.000 stek.

Balitbangtan melalui UPBS Balitkabi memproduksi benih sumber untuk 5 komoditas utama (kedelai, kacang tanah, kacang hijau, ubi kayu, dan ubi jalar) kelas Benih Penjenis (BS/Breeder Seed) dan Benih Dasar (FS/Foundation Seed). Pada kesempatan ini disampaikan alur kelas benih akabi mulai dari BS, BD, BP/BP1/BP2, BR/BR1/BR2/BR3/BR4 dan tupoksi masing-masing institusi dalam memproduksi benih sumber tersebut. Selain itu juga disampaikan stok benih dan calon benih akabi saat ini serta ketersediaan benih akabi untuk tahun 2020.

Informasi distribusi benih hingga saat ini sangat diperlukan dalam rangka pemetaan kesiapan penyediaan benih untuk tahun 2020. Komunikasi antar institusi dan produsen benih sumber perlu dijalin lebih intensif sehingga benih sumber dapat tersedia tepat waktu. Desentralisasi produksi benih pada masing-masing propinsi dengan menggerakkan potensi UPBS BPTP Balitbangtan merupakan dukungan kuat dalam penyediaan dan mengefisienkan produksi benih.

Trsh