Berita » Balitkabi Ikuti The 5th ISWEM 2019 di Banjarbaru

Suman J George, Ph.D salah satu keynote speech dari Research Fellow UWA, Australia

Suman J George, Ph.D salah satu keynote speech dari Research Fellow UWA, Australia

Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat menyelenggarakan ISWEM “ The 5th International Symposium on Wetland Environemental Management” di Banjarbaru pada tanggal 5-7 Nopember 2019. Kegiatan seminar internasional ini mengusung tema “Managing Marginal Lands and Climate Change for Sustainable Development”.

Latar belakang digelarnya seminar ini adalah lahan marginal di Indonesia cukup luas sekitar 157.246.565 hektar, baru sekitar 58,4% (91.904.640 hektar) yang dimanfaatkan untuk budi daya pertanian. Lahan pasang surut, di Kalimantan Selatan termasuk lahan potensial untuk pertanian dengan berbagai kendala kesuburan (salinitas, kemasaman, bahan organik tanah). Untuk itu dengan seminar ini diharapkan dapat mengatasi berbagai kendala pemanfaatan lahan marginal untuk sektor pertanian.

Acara diikuti sekitar 540 peserta yang terdiri dari dosen Fakultas Pertanian dari Perguruan Tinggi di Indonesia, Peneliti dari Balitbangtan dan BATAN, Pimpinan Daerah beserta SKPD Kalsel, praktisi dari perusahaan pupuk maupun pestisida kimia, para pengambil kebijakan (stake holder) maupun mahasiswa.

Simposium menghadirkan tujuh pembicara utama yaitu; (1) Nazir Foead (Head of Peat Restoration Agency) “Peatland restoration in Indonesia”, (2) Prof. Dr. Anhar Riza Antariksawan (Head of National Nuclear Energy Agency) “The Nuclear to support national sustainable development: Batan R&D activities”, (3) Dr. Muhammad Zamman (International Atomic Energy Agency), (4) Suman J. George, Ph.D., (Research Fellow UWA) “Need of the Hour: Tandem GHG MRV with implementation of climate-smart mitigation projects in agriculture,” (5) Prof. Dr. Wathinee Suanpaga (Department of Silviculture, Faculty of Forestry, Kasetsart University) “Experience in post mining restoration in Thailand”, (6) Dr. Irdika Mansur, M.For.Sc. (Centre Director Southeast Asian regional Centre for Tropical Biology) “Floating garden as an environmentally friendly utilization of wetlands”, (7) Ahmed E Abasaeed (Chemical Engineering Department, King Saud University, Saudi Arabia “Combating global warming and climate change via carbon dioxide reforming of methane”.

Makalah penunjang yang dipresentasikan secara oral berjumlah 93 dari berbagai perguruan tinggi meliputi: Saga University (Japan), Universitas Palangkaraya, Universitas Syah Kuala (Banda Aceh), Universitas Lambung Mangkurat, dan Universitas Tanjung Pura. Sedangkan makalah dari lembaga riset meliputi: Balai Pengkajian Kalimantan Selatan, Balai Penelitian Lahan Rawa, Pusat Klimatologi, Meteorologi dan Geofisika, Lembaga Pusat Asesmen Teknologi Pertanian, Global Green Growth Institute (GGGI), dan Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi (Balitkabi).

Dua peneliti Balitkabi ikut berkontribusi dalam simposium internasional tersebut yaitu Dr. Yusmani P. dan Ir. Sumartini, M.S. dengan menyampaikan hasil rakitan komponen teknologi pengelolaan lahan suboptimal (pasang surut) yang berjudul “Integrated Crop Management to Minimize Scab Disease and Tuber Borer on Sweetpotato in Tidal lands”.

Disarikan oleh Yusmani untuk menyusun rakitan teknologi budi daya ubi jalar di lahan pasang surut menjadi inovasi teknologi pengelolaan yang berkelanjutan, dibutuhkan waktu selama lima tahun. Di lokasi penelitian lahan pasang surut tipe C, Desa Rohan Raya, Kecamatan Wanaraya, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, dengan inovasi teknologi budi daya ubi jalar yang dikembangkan mampu meningkatkan hasil ubi jalar VUB Sari hingga 25 t/ha sementara hasil di tingkat petani dengan varietas lokal hanya sekitar 15 t/ha. Hal ini disebabkan varietas Lokal tersebut rasanya enak namun tidak tahan terhadap hama penggerek umbi yang disebabkan oleh kumbang Cylas formicarius dan penyakit scab yang disebabkan oleh cendawan Sphaceloma batatas.

Pemakalah dari Balitkabi: Dr. Yusmani P. dan Ir. Sumartini, M.S.

Pemakalah dari Balitkabi: Dr. Yusmani P. dan Ir. Sumartini, M.S.

Peserta Simposium berfoto bersama dengan keynote speech dan pemakalah/peserta

Peserta Simposium berfoto bersama dengan keynote speech dan pemakalah/peserta

Inovasi rakitan teknologi budi daya ubi jalar di lahan pasang surut dapat diadopsi untuk lahan-lahan pasang surut lainnya di Indonesia. Semoga sumbangan teknologi ini dapat bermanfaat untuk mendukung sistem pertanian berkelanjutan dalam memenuhi kebutuhan pangan maupun tercapainya Indonesia sebagai lumbung pangan.
YP