Berita » Balitkabi Ikuti Upacara Peringatan Hari Krida Pertanian ke 48 Secara Virtual

Menteri Pertanian RI Dr. Syahrul Yasin Limpo membacakan sambutan peringatan Hari Krida Pertanian ke 48, 22 Juni 2020

Menteri Pertanian RI Dr. Syahrul Yasin Limpo membacakan sambutan peringatan
Hari Krida Pertanian ke 48, 22 Juni 2020

Kementerian Pertanian melaksanakan Upacara Peringatan Hari Krida Pertanian ke 48 secara virtual pada Selasa, 23 Juni 2020. Upacara diikuti oleh Sekretaris Jenderal Kementan, Eselon 1 dan 2 Kementan, Perwakilan dan seluruh pegawai Kementan secara virtual dari seluruh pelosok tanah air. Seluruh staf Balitkabi dengan khidmat turut serta mengikuti upacara tersebut bertempat di Aula Balitkabi. Dalam sambutannya Menteri Pertanian Dr. Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengajak para petani dan masyarakat untuk membangun optimisme sektor pertanian. Beliau juga menyampaikan bahwa pandemi Covid-19 yang telah melanda dunia turut berdampak pada ketahanan pangan global. Untuk itu, peningkatan produksi menjadi sebuah kewajiban dalam menghadapi tatanan kehidupan baru atau new normal.

“Saya mengajak para petani dan masyarakat untuk membangun optimisme sektor pertanian, hal ini penting agar masyarakat sadar pangan tidak boleh terhenti berproduksi” kata Mentan SYL. Pangan menjadi prioritas bagi negara, karena 267 juta rakyat akan terus butuh makan. Sektor lain penting, namun pangan paling utama, apalagi di masa pandemi seperti sekarang ini, kita membutuhkan pangan sehat, pangan yang cukup dengan gizi yang seimbang. Pandemi COVID-19 yang telah melanda dunia tidak hanya berdampak pada sektor kesehatan, tapi juga sosial-ekonomi. Dimensi sosial dan ekonomi masyarakat pun turut bersinggungan dengan ketahanan pangan. Untuk itu, peningkatan produksi menjadi sebuah kewajiban dalam menghadapi tatanan kehidupan baru atau new normal.

Lebih lanjut Mentan SYL menyampaikan jika negara hadir meningkatkan produksi nasional berbasis pertanian rakyat dan keberpihakan pada petani kecil. Program berpihak pada petani harus diperkuat. Kementan telah mengalokasikan bantuan benih/bibit, program padat karya, stabilisasi stok dan harga pangan, serta distribusi dan transportasi pangan. Selain itu, pemerintah juga telah menyiapkan skema bantuan untuk petani, baik KUR maupun asuransi pertanian. Semangat ini, menjadi momentum bergesernya pola pertanian tradisional menjadi pola pertanian modern, di mana inovasi dan teknologi akan menjadi panglimanya. Pertanian tidak boleh lagi dilakukan dengan cara-cara lama dan berpola tradisional, namun harus berubah menjadi lebih modern. Teknologi dan inovasi harus semakin digiatkan untuk meningkatkan produktivitas, pelibatan generasi muda dan start up, efisiensi tenaga kerja, dan perluasan pasar bagi industri serta bertumbuhnya ekspor.

Mentan SYL juga menyampaikan rasa syukur karena ketahanan pangan nasional Indonesia saat ini terjaga dengan baik. Produktivitas sejumlah komoditas strategis tidak menunjukkan perlambatan, di akhir Juni 2020, stok beras nasional diperkirakan mencapai 7,49 juta ton. Antisipasi kemarau panjang juga dilakukan dengan mendorong percepatan tanam padi untuk musim 5,6 juta hektar pada musim tanam kedua di 33 provinsi.

Mengakhiri sambutannya Mentan menyampaikan rasa terima kasih kepada para petani pejuang pangan yang tanpa lelah bekerja untuk pangan, menjaga makanan kita cukup. Akhirnya kita harus terus bersama dan gotong royong menjaga pangan Indonesia. Perjuangan masih panjang, dan petani akan selalu hadir sebagai pahlawan bagi bangsa ini.

upacara upacara2
 Suasana upacara Peringatan Hari Krida Pertanian ke 48 secara virtual