Berita » Balitkabi Jajaki Peluang Kerjasama Produksi Benih Kacang Hijau

“Selain kedelai dan kacang tanah, kacang hijau memiliki peran cukup penting sebagai sumber protein, bahan baku industri pangan dan pakan,” tutur Dr. Rudi Iswanto selaku pemulia kacang hijau Balitkabi. Produksi kacang hijau cenderung terus menurun, dan untuk memenuhi kebutuhan, Indonesia harus impor dengan rata-rata sebesar 92.639 ton/tahun. Pulau Jawa merupakan penghasil utama kacang hijau di Indonesia, dan memiliki kontribusi 61% terhadap produksi kacang hijau nasional. Sebaran daerah produksi kacang hijau adalah Nangro Aceh Darusalam, Sumatera Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Utara dan Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. Total kontribusi daerah tersebut adalah 90% terhadap produksi kacang hijau nasional dan 70% berasal dari lahan sawah.

Dr. Rudi menyatakan kacang hijau dengan karakteristik umur genjah, hasil tinggi, dan relatif toleran kekeringan sangat potensial dikembangkan baik di lahan sawah maupun di lahan kering. Di lahan sawah biasanya kacang hijau ditanam setelah padi pada musim kemarau, sedangkan di lahan kering, kacang hijau ditanam sesudah padi gogo atau jagung. Peran kacang hijau sebagai komponen pola tanam ini cukup penting, dan menempati posisi akhir dari suatu pola tanam sehingga sifat umur genjah dan tahan kekeringan adalah utama. Pada daerah-daerah dengan keterbatasan tenaga kerja, maka varietas kacang hijau yang memiliki karakteristik masak serempak, umur genjah dan hasil tinggi menjadi sangat penting. “Hal paling menarik adalah bahwa kacang hijau memiliki harga jual relatif tinggi dan stabil sehingga cukup menjanjikan untuk dibudidayakan,” ungkap Dr. Rudi.

Permasalahan yang ada saat ini adalah pemanfaatan dan ketersediaan benih bermutu masih rendah, sehingga upaya peningkatan produktivitas dengan memanfaatkan benih bermutu menjadi sangat penting. Oleh karena itu untuk menjamin ketersediaan benih maka produksi benih harus lebih ditingkatkan. Bertolak dari hal tersebut maka dilakukan penjajakan kerjasama produksi benih antara Balitbangtan dengan PT EWINDO dengan inisiasi oleh PRISMA pada tanggal 2 Maret 2017, bertempat di kantor PT EWINDO Purwakarta. Hadir pada acara tersebut perwakilan dari Balai Pengelola Alih Teknologi Pertanian (BPATP) yaitu Dr. Toto Sutater dan Ir. Istriningsih, M.S., Haryo Radianto, S.IP, M.Si dari Puslitbangtan, dan Dr. Rudi Iswanto dari Balitkabi.

PT EWINDO sebagai produsen benih tanaman hortikultura yang sudah memiliki rantai pemasaran yang cukup bagus dan telah menyandang sertifikat ISTA, merasa tertantang dan tertarik untuk ikut menyebar luaskan kacang hijau, mengingat prospek budidaya kacang hijau yang sangat bagus. Sebagai tindak lanjut dari pertemuan yang dilakukan akan disusun sebuah Nota Kesepahaman produksi benih kacang hijau, yang akan dikelola oleh Puslitbangtan dan BPATP. Apabila dalam kegiatan kerjasama produksi benih tersebut dirasa menjanjikan maka akan ditingkatkan menjadi perjanjian lisensi. Sebaga langkah awal dalam waktu dekat akan dilakukan pelatihan perbenihan kepada staf PT EWINDO dan petani binaannya di Tuban.

ewindo

Suasana pertemuan antara PT EWINDO, PRISMA, Puslitbangtan, BPATP dan Balitkabi.

RI