Berita » Balitkabi kembali Gelar Salah Satu Teknologi Andalannya, BIO-DETAS

ramanUpaya pencapaian swasembada kedelai terus dilakukan diantaranya melalui perluasan areal tanam (2,0 juta ha) dan peningkatan produktivitas (1,70 t/ha). Untuk perluasan areal panen kedelai, Indonesia memiliki lahan sawah tadah hujan seluas 3,7 juta ha, dan 161 ribu ha di antaranya berada di Provinsi Lampung. Produktivitas kedelai di Lampung masih rendah, yakni 1,16 t/ha di bawah produktivitas kedelai nasional yang mencapai 1,57 t/ha. Ketersediaan air yang terbatas, kemasaman tanah, dan kondisi kekurangan hara sering menjadi kendala untuk mencapai produktivitas kedelai yang tinggi. Untuk mengatasi kendala tersebut, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) merekomendasikan penggunaan varietas adaptif, kapur (dolomit) hingga kejenuhan Al sekitar 20%, dan pupuk hayati Agrisoy 200 g/50 kg benih, serta pupuk organik 800‒1000 kg/ha sebagai penutup lubang tanam dan dicapai hasil biji kedelai 2,0‒2,4 t/ha yang selanjutnya disebut sebagai teknologi BIO-DETAS.

Pada musim tanam 2018 tepatnya 13 Agustus 2018, Balitbangtan melalui Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi (Balitkabi) bekerjasama dengan BPTP Lampung melakukan Gelar Teknologi BIO-DETAS di Desa Rejo Binangun, Kecamatan Raman Utara, Kabupaten Lampung Timur.

Teknologi BIO-DETAS di lahan masam ditekankan pada penggunaan pupuk hayati Agrisoy berbahan baku Rhizobium, pupuk organik, dan aplikasi kapur pertanian. Gelar teknologi budi daya ini bertujuan untuk: (1) Mengembangkan inovasi teknologi BIO-DETAS di sawah tadah hujan bereaksi masam yang mampu menghasilkan kedelai 2,0‒2,5 t/ha menggunakan varietas Anjasmoro, dan (2) Memperkenalkan beberapa varietas unggul baru (VUB) kedelai (Dega 1, Demas 1, dan Argomulyo) pada petani agar VUB tersebut segera dapat berkembang di masyarakat. Expected output kegiatan budi daya BIO-DETAS ini adalah menghasilkan benih kedelai berlabel. Varietas Dega 1 telah mencuri hati para petani di Rejo Biangun karena begitu pendeknya umur varietas ini (71 hari). Sehingga hasil panen sudah dipesan para petani untuk ditanam pada musim tanam tahun depan.

Dalam rangka memperkenalkan dan menyebarluaskan kegiatan BIO-DETAS, maka pada tanggal 13 Agustus 2018 diadakan Temu Lapang “Teknologi Budi Daya Kedelai di lahan Sawah Tadah Hujan (BIO-DETAS) Mendukung Swasembada Kedelai”. Acara tersebut dihadiri oleh Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Lampung, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Lampung Timur, Camat Raman Utara, Danramil Raman Utara, BPSB, Humas BPTP Lampun, peneliti Balitkabi, Penyuluh, dan Kelompok Tani.

raman1

Kepala Balitbangtan diwakili oleh Dr. Yuliantoro Baliadi selaku Kepala Balitkabi menyatakan bahwa Balitbangtan menyambut baik terselenggaranya kegiatan BIO-DETAS. Kegiatan ini merupakan kegiatan yang produktif dan efisien dari segi waktu, tenaga, dan biaya, berorientasi output nyata di lapangan guna mendukung program swasembada kedelai yang dicanangkan tercapai tahun 2019/2020. Hasil kegiatan ini diharapkan dapat dimanfaatkan untuk pemenuhan kebutuhan benih bagi areal tanam seluas 2,0 juta hektar pada tahun 2019. Untuk itu pertanaman ini perlu ditindaklanjuti supaya hasilnya dapat menjadi benih yang berkualitas.

WR/KN