Berita » Balitkabi kembali “Kehilangan” Dua Profesor Risetnya

profDua Profesor Riset Balitkabi tahun ini memasuki masa purna tugas, dengan masa pengabdian lebih dari 40 tahun, keduanya telah banyak menyumbangkan karya. Keduanya adalah Prof. Dr. Ir. Astanto Kasno, MS yang merupakan Breeder handal terutama untuk komoditas kacang tanah dan Prof. Dr. Ir. Sudaryono pakar ilmu tanah komoditas Akabi.

Bertempat di Aula Balitkabi, pada Kamis 19 Juli 2018 diselenggarakan Orasi Purna Tugas yang dihadiri oleh seluruh ASN Balitkabi, Profesor Riset Balitkabi yang masih aktif, ASN Balitkabi yang telah purna tugas, DWP Balitkabi, dan undangan dari UPT Kementan di Malang. Orasi purna tugas disampaikan dengan harapan agar ilmu dan pengalaman mereka dapat memotivasi generasi penerus untuk melanjutkan perjuangan.

Dr. Ir. Yuliantoro Baliadi selaku Kepala Balitkabi dalam sambutannya menyampaikan bahwa ini merupakan momen yang sangat berharga bagi Balitkabi dengan skala bintang lima. “Ini merupakan orasi dari guru-guru yang sangat luar biasa, semoga bisa jadi motivasi bagi peneliti muda,” kata Yuliantoro. Terimakasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada kedua profesor atas pengabdian dan karya yang telah dihasilkan. “Semoga dapat memberikan kemanfaatan dan keberkahan untuk Balitkabi sekarang dan ke depan,” ujar Yuliantoro.

Prof. Astanto Kasno yang telah merakit puluhan inovasi teknologi berupa varietas unggul baru kacang tanah, kacang hijau, dan kacang tunggak, serta ratusan publikasi, menyampaikan orasi yang berjudul “Kacang Tanah Tanaman Multi Guna”. Beliau menyampaikan tentang perkembangan kacang tanah di Indonesia, keunggulan khusus VUB, peran VUB, pemanfaatan sumber daya genetik lokal, dan introduksi dalam perakitan VUB, peluang pengembangan kacang tanah ke depan, dan kendala serta saran mengatasinya.

Sedangkan Prof. Sudaryono yang juga telah menghasilkan banyak inovasi teknologi terkait kesuburan lahan dan variannya, serta ratusan publikasi, menyampaikan orasi dengan judul “Dinamika Pembangunan Pertanian Tanaman Pangan di Indonesia, Masa Lalu (Old), Sekarang (Now), dan Masa Depan (Future)”. Beberapa poin penting yang bisa disimpulkan dari orasinya antara lain: (1) Dinamika perkembangan pertanian tanaman pangan di Indonesia adalah sangat tinggi, (2) Inovasi teknologi sangat diperlukan untuk memajukan pertanian, (3) Inovasi pertanian pangan meningkatkan produksi pangan, (4) Inovasi dan kemajuan pertanian perlu diwaspadai dan diantisipasi dampak negatif yang ditimbulkannya, (5) Pertanian modern masa depan memerlukan program dan kebijakan yang harus bersifat arif dan bijaksana. Menutup orasinya Prof. Sudaryono mengemukakan dua rekomendasi kebijakan, yaitu: (1) Kebijakan pembangunan pertanian berbasis kawasan dengan penetapan komoditas pangan sebagai inti agribisnis perlu mendapat perhatian yang serius dan (2) Penyusunan kisi-kisi atau lini-lini agribisnis komoditas pangan harus bersifat holistik mulai dari hulu sampai ke hilir yang akhirnya akan mewujudkan model agribisnis komoditas lengkap, sinergis, dan berkelanjutan.

prof1

Mewakili peneliti Balitkabi menyampaikan kesan-kesan, Dr. A.A. Rahmianna mengungkapkan bahwa diakui atau tidak, para peneliti bisa terus meningkatkan kinerjanya tidak lepas dari bimbingan Prof. Astanto Kasno dan Prof. Sudaryono. Sikap kerja keras, fokus, dan loyal dari kedua profesor patut dicontoh oleh generasi penerus Balitkabi. Prof. Titis Adisarwanto, Prof. Nasir Saleh, Prof. Subandi, dan Prof. Marwoto ,para purna tugas profesor riset Balitkabi, juga turut menyampaikan kesan-kesannya. Beliau-beliau menyampaikan bahwa Prof. Astanto Kasno dan Prof. Sudaryono merupakan sosok-sosok yang sangat komitmen dengan pekerjaan dan selalu tepat waktu. Mereka juga berpesan, purna tugas berarti bukan selesai mengabdi, masih banyak jalan lain untuk terus berkarya. Penyampaian kesan-kesan ditutup oleh Prof. Sumarno dengan menyampaikan kepada semua ASN yang masih aktif untuk ambil contoh teladan dari kedua profesor, yaitu kerja, keras, dedikasi, dan komitmen tinggi. Jangan sedih ditinggalkan senior, tapi gantikan dengan karya yang lebih baik. Acara orasi purna tugas diakhiri dengan pemberian tali asih dari Manajemen Balitkabi, pejabat Eselon IV Balitkabi, Kelompok Peneliti, dan Kebun Percobaan dilanjutkan dengan ramah tamah.

Terimakasih Prof. Astanto Kasno dan Prof. Sudaryono atas semua teladan, kerja keras, dedikasi, dan loyalitas yang telah diberikan. Selamat kembali ke keluarga dan hobi lama, teruslah berkarya untuk memajukan pertanian di Indonesia…

WR