Berita » Balitkabi Kembangkan Teknologi Biodetas

Dalam rangka diseminasi teknologi budidaya kedelai, Badan Litbang Pertanian melalui Balitkabi bekerja sama dengan BPTP Sulawesi Selatan pada Sabtu, 15 Juli 2017 melaksanakan Gelar Teknologi BIODETAS (Budidaya Kedelai pada Lahan Sawah Tadah Hujan Berbasis Pupuk Hayati dan Biopestisida). Teknologi BIODETAS menekankan pada penggunaan pupuk hayati Agrisoy dengan bahan baku bakteri penambat nitrogen Rhizobium, Biopestisida VirGra, dan Be-Bas. Lokasi yang dipilih adalah di Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Acara temu lapang yang bertemakan “Teknologi Biodetas Mendukung Upaya Pencapaian Swasembada Kedelai” dibuka oleh Kepala Badan Litbang Pertanian Dr. M. Syakir.

biodetas

Hadir pula pada acara temu lapang Direktur Jenderal Tanaman Pangan Dr. Ir. Sumardjo Gatot Irianto, M.S. DAA serta Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan Dr. Andriko Noto Susanto, S.P., M.P. Petani sekitar yang tergabung ke dalam kelompok tani, mahasiswa, jajaran dinas pertanian, kecamatan, TNI, Polri, serta penyuluh dari Yayasan Kalla juga ikut berpartisipasi dalam acara temu lapang.

biodetas1

Temu lapang menampilkan Varietas Anjasmoro, Argomulyo, Dega 1, Deja 1, Deja 2, Dering 1, dan Dena 1. Selain itu ditampilkan pula demplot untuk perbandingan teknologi budidaya eksisting, Biodetas, dan budidaya High Input.

Kepala Badan Litbang Pertanian Dr. M. Syakir menyampaikan bahwa  Balitbangtan sangat mendukung pengembangan kedelai di lahan suboptimal. “Varietas kedelai yang didorong Balitbangtan adalah varietas yang memiliki adaptasi terhadap lahan suboptimal, tahan kekeringan, dan tahan naungan serta input teknologi yang mendorong potensi genetik varietas tersebut”, kata Dr. Syakir.

 

AS