Berita ยป Balitkabi Lakukan Karakterisasi Tanaman Porang di Madiun

Penanda kluster sampel tanaman porang di Desa Klangon, Kec.Saradan, Kab. Madiun

Penanda kluster sampel tanaman porang di Desa Klangon, Kec.Saradan, Kab. Madiun

Tanaman porang (Amorphopallus muelleri BI.) saat ini tengah ramai menjadi perbincangan. Banyak pihak yang tertarik untuk membudidayakan tanaman ini karena peluang ekspornya yang menggiurkan. Beragam manfaat dan khasiat umbi porang baik untuk industri pangan maupun obat-obatan menjadikan tanaman yang biasanya tumbuh liar sekarang mulai dibudidayakan secara internsif.

Tim peneliti Balitkabi yaitu Dr. Novita Nugrahaeni, Ratri Tri Hapsari, S.P, M.Si, Sutrisno, S.P. dan Amri Amanah, S.P, M.Sc telah melakukan karakterisasi dan observasi tanaman porang di Desa Klangon, Kecamatan Saradan, dan Desa Ngranget, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun pada tanggal 16-17 Januari 2020.

Pada pertanaman porang petani Desa Klangon dilakukan pemasangan penanda kluster sampel karakterisasi untuk mempermudah pengamatan. Kondisi tanaman cukup baik, meskipun di satu lokasi ditemukan hama ulat dan gejala bercak pada daun.

Pengamatan tanaman porang di pertanaman petani Desa Klangon, Kec. Saradan, Kab. Madiun

Pengamatan tanaman porang di pertanaman petani Desa Klangon, Kec. Saradan, Kab. Madiun

Ragam tepi daun yang ditemukan meliputi bergelombang dan agak bergelombang dengan pinggiran daun warna putih dan merah muda. Informasi yang didapatkan warna merah muda pada daun akan memudar menjadi putih seiring bertambahnya umur tanaman, informasi ini baru dapat diklarifikasi pada pengamatan berikutnya. Demikian juga untuk klarifikasi tingkat gelombang tepi daun.

Di satu lokasi ditemukan tepi daun agak bergelombang. Pada lokasi ini intensitas cahaya lebih rendah dibandingkan dua lokasi lainnya. Untuk mengkonfirmasi pengamatan visual tersebut, ke depan diperlukan pengamatan tingkat naungan. Pola bercak pada batang dan tangkai daun sangat bervariasi antar tanaman. Selalu ada perbedaan pola bercak antar tanaman, bahkan pada dua batang yang tumbuh dari satu bibit, baik pada pertanaman porang di desa Klangon maupun di desa Ngranget. Terdapat variasi warna pada batang antara lain hijau muda, hijau tua, gradasi hijau muda-hijau tua. Informasi yang diperoleh warna batang berhubungan dengan umur bibit, apakah tanaman merupakan tahun pertama, kedua atau tahun lebih lama atau saat bibit bertunas dari bibit yang sama.

Pertanaman petani di Klangon sangat bervariasi umurnya karena perbedaan asal bahan tanam yaitu dari bibit terpendam di lahan pada tahun-tahun sebelumnya (bentuk katak, umbi, biji) maupun pertanaman baru, yang sengaja ditanam pada musim ini. Overlap umur ini sulit untuk diidentifikasi, bahkan oleh pemilik pertanaman. Namun sejauh ini kisaran karakter kuantitatif yang diamati mendukung pengelompokan umur sampel yang digunakan.

porang1

porang2

Ragam tepi daun dan bercak batang pada populasi tanaman porang di Desa Klangon, Kec. Saradan, Kab. Madiun

Observasi juga dilakukan pada pertanaman porang di lahan terbuka (tanpa naungan) Desa Ngranget,Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun. Pada lokasi pertama, terdapat pertanaman porang dengan bahan tanam berasal dari katak. Lahan tidak sepenuhnya terbuka, namun tingkat naungan relatif lebih rendah dibandingkan dengan di Klangon. Yang menarik, petani menggunakan mulsa plastik, dan mengggunakan jarak tanam yang cukup rapat (30 x 15 cm antar tanaman), 60 cm antar bedengan. Menurut informasi pertanaman ini disiapkan untuk bahan tanam umbi pada musim tanam ke dua.

Pada lokasi ke dua dijumpai pertanaman porang di lahan terbuka, seluas 1,5 ha. Petani menanam dalam guludan, jarak tanam 30-40 cm dalam baris, dan 60 cm antar gulud. Petani memberikan urine sapi pada saat tanam, kemudian tiap 14 hari disemprot dengan pupuk mutiara yang dicairkan dengan dosis 80 kg/1,5 ha. Keragaman warna batang, pola bercak batang, warna daun juga ditemukan pada pertanaman di desa ini. Kondisi pertanaman tidak seoptimal di desa Klangon, namun petani optimis hasil panen umbi tidak lebih rendah dibandingkan hasil panen pertanaman di Klangon.

Pengalaman Pak Warsito, ketua Gapoktan, pada musim sebelumnya menanam 1,25 ha, dengan populasi 2000-2500 tanaman, bahan tanam umbi berisi 4-5 umbi/kg, didapatkan hasil panen umbi 2-3 kg per tanaman satu musim. Pupuk yang digunakan yaitu Phonska 200 kg pada saat tanam dan 300 kg saat tanaman umur satu bulan. Panen dilakukan pada bulan Agustus.

Pertanaman bibit katak dipersiapkan untuk bahan tanam umbi pada musim ke dua di Desa Ngranget, Kec. Dagangan, Kab. Madiun

Pertanaman bibit katak dipersiapkan untuk bahan tanam umbi pada musim ke dua di Desa Ngranget, Kec. Dagangan, Kab. Madiun

porang4

porang6

Pertanaman Porang di Desa ngrengat, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun

NN/AA/RD